Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sosialisasi Pencegahan Nyeri Punggung Bawah Di Puskesmas Kalumata

View through CrossRef
Kesehatan tulang belakang adalah hal utama yang perlu dijaga karena mempunyai peran penting sebagai struktur pendukung utama bagian tubuh manusia. Berdasarkan data dari WHO dijelaskan bahwa sebesar 33% warga negara berkembang mengalami nyeri punggung persisten dan Indonesia merupakan salah satu negara berkembang. Nyeri yang dirasakan pada populasi produktif akan menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari dan menyebabkan menurunnya produktivitas dalam bekerja. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Juli 2023, pada pukul 09.00 WIT sampai selesai, di Puskesmas Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. Kegiatan di awali dengan pembukaan dan dilanjutkan sosialisasi tentang kesehatan tulang belakang dan pencegahan nyeri punggung bawah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penutup. Kemudian untuk menilai pengetahuan peserta sosialisasi akan pentingnya pencegahan nyeri punggung bawah dilakukan sesi tanya jawab setelah materi sosilaisasi selesai disampiakan. Hasil dan pembahasan dari kegiatan ini adalah pengetahuan dan wawasan peserta sosialisasi di Puskesmas Kalumata tentang kesehatan pencegahan nyeri punggung bawah meningkat setelah dilakukan sosialisasi ini dengan dibuktikan dari peserta sosialisasi dapat menjawab pertanyaan dan memberikan feedback yang berkaitan dengank kesehatan tulang belakang dan pencegahan nyeri punggung bawah setelah materi disampaikan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta sosialisasi yang merupakan pengunjung Puskesmas Kalumata mengenai kesehatan tulang belakang dan pencegahan nyeri punggung bawah.
Title: Sosialisasi Pencegahan Nyeri Punggung Bawah Di Puskesmas Kalumata
Description:
Kesehatan tulang belakang adalah hal utama yang perlu dijaga karena mempunyai peran penting sebagai struktur pendukung utama bagian tubuh manusia.
Berdasarkan data dari WHO dijelaskan bahwa sebesar 33% warga negara berkembang mengalami nyeri punggung persisten dan Indonesia merupakan salah satu negara berkembang.
Nyeri yang dirasakan pada populasi produktif akan menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari dan menyebabkan menurunnya produktivitas dalam bekerja.
Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Juli 2023, pada pukul 09.
00 WIT sampai selesai, di Puskesmas Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara.
Kegiatan di awali dengan pembukaan dan dilanjutkan sosialisasi tentang kesehatan tulang belakang dan pencegahan nyeri punggung bawah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penutup.
Kemudian untuk menilai pengetahuan peserta sosialisasi akan pentingnya pencegahan nyeri punggung bawah dilakukan sesi tanya jawab setelah materi sosilaisasi selesai disampiakan.
Hasil dan pembahasan dari kegiatan ini adalah pengetahuan dan wawasan peserta sosialisasi di Puskesmas Kalumata tentang kesehatan pencegahan nyeri punggung bawah meningkat setelah dilakukan sosialisasi ini dengan dibuktikan dari peserta sosialisasi dapat menjawab pertanyaan dan memberikan feedback yang berkaitan dengank kesehatan tulang belakang dan pencegahan nyeri punggung bawah setelah materi disampaikan.
Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta sosialisasi yang merupakan pengunjung Puskesmas Kalumata mengenai kesehatan tulang belakang dan pencegahan nyeri punggung bawah.

Related Results

EFEKTIFITAS SENAM HAMIL DALAM MENURUNKAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT SARI
EFEKTIFITAS SENAM HAMIL DALAM MENURUNKAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT SARI
Latar Belakang : Nyeri Punggung dalam kehamilan ialah  ketidaknyamanan yang muncul dalam kehamilan. Jika Ibu hamil kemungkinan mengalami rasa sakit di bagian bawah punggung, serta ...
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
Abstrak  Pendahuluan.Nyeri adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh individu yang sifatnya sangat subyektif, yang dapat mempengaruhi pikiran dan mengubah kehidupan. Juml...
Efektivitas Pelvic Tilt dan Esensial Minyak Mawar Terhadap Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III
Efektivitas Pelvic Tilt dan Esensial Minyak Mawar Terhadap Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil trimester III. Teknik pelvic tilt dan pemberian minyak esensial mawar dinilai sebagai intervensi ...
Pelatihan William Flexion Exercise Untuk Mengatasi Low Back Pain Miogenik
Pelatihan William Flexion Exercise Untuk Mengatasi Low Back Pain Miogenik
Nyeri punggung bawah miogenik berhubungan dengan stress/strain otot punggung, tendon, dan ligamnet yang biasanya ada bila melakukan aktivitas sehari-hari yang berlebihan. Prevalens...
Terapi Pijat Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III
Terapi Pijat Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III
Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan pada ibu hamil khususnya pada kehamilan Trimester III. Terapi pijat atau massage merupakan salah satu terapi non farmakologi yan...
PROPORSI DAN KARAKTERISTIK NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEGAWAI ADMINISTRASI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA a
PROPORSI DAN KARAKTERISTIK NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEGAWAI ADMINISTRASI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA a
Latar Belakang: Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat umum terjadi dan kerap dikeluhkan oleh pekerja kantoran. Angka kejadian nyeri punggung...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pekerja Pengemudi
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Pekerja Pengemudi
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan penyakit yang banyak dialami oleh pekerja yang melakukan pekerjaan secara statis dan dinamis, kurang olahraga, terlalu lama duduk, te...

Back to Top