Javascript must be enabled to continue!
RUANG DAN TEMPAT DITINJAU DARI SUDUT PANDANG LINGUISTIK, PEDAGOGIS, DAN BUDAYA
View through CrossRef
Makalah ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana ruang dan tempat dikonstruksi dan apa implikasinya bagi mereka yang terlibat dalam konstruksi tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori tentang ruang dan tempat yang diajukan oleh Yi-Fu Tuan (1977) dan mengacu kepada tiga artikel ilmiah yang berkaitan dengan ruang dan tempat, yaitu “Place and Landscape in Comparative Austronesian Perspective” yang ditulis oleh James J. Fox (2006), “A Woman's Place is in the School: Rhetorics of Gendered Space in the Nineteenth-Century America” yang ditulis oleh Jessica Enoch (2008), dan “Spatial Narrative in Sundanese Village” yang ditulis oleh Tommy Christomy (2018). Artikel Fox (2006) membahas cara-cara mengungkapkan tempat, ruang, dan lanskap yang ditemukan di beberapa masyarakat yang berbahasa Austronesia. Artikel Enoch (2008) menjelaskan bagaimana sekolah di Amerika Serikat pada abad ke-19 berubah dari ruang maskulin, terbuka, dan publik menjadi ruang yang feminin, tertutup, dan privat. Artikel Christomy (2018) mendiskusikan narasi ruang sebagai salah satu strategi penting yang berkaitan dengan kesadaran identitas dan konstruksi ruang di masyarakat adat Sunda. Penulis membandingkan isi masing-masing artikel tersebut, dan dengan mengacu kepada teori yang dikemukakan oleh Tuan (1977) serta konsep ruang dan tempat yang dibahas dalam ketiga artikel tersebut di atas, penulis lalu mengungkapkan konstruksi ruang dan tempat dan implikasinya bagi mereka yang terlibat di dalamnya. Dari pembahasan itu ditemukan bahwa ruang dan tempat dapat dikonstruksi dari penggunaan bahasa yang menggambarkan sebuah pulau seperti sebuah makhluk laut atau seorang manusia, narasi pedagogis yang menganggap sebuah sekolah bersifat maskulin atau feminin dan menyerupai sebuah penjara atau rumah, dan narasi budaya yang memungkinkan dua komunitas dengan latar belakang sejarah yang sama memiliki strategi yang berbeda terhadap perubahan eksternal yang terjadi di komunitas mereka. Berdasarkan pembahasan tersebut juga ditemukan bahwa konstruksi ruang dan tempat tersebut memiliki implikasi yang berbeda: tempat yang ada di bagian kepala sebuah pulau dianggap lebih superior dibandingkan yang ada di bagian ekor; sekolah yang bersifat feminin dan menyerupai sebuah rumah memungkinkan perempuan bekerja di sana sebagai guru; dan asal-usul dari sebuah kampung menyebabkan orang-orang kampung tersebut memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi perubahan eksternal yang terjadi di komunitas mereka.
Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJBSIP)
Title: RUANG DAN TEMPAT DITINJAU DARI SUDUT PANDANG LINGUISTIK, PEDAGOGIS, DAN BUDAYA
Description:
Makalah ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana ruang dan tempat dikonstruksi dan apa implikasinya bagi mereka yang terlibat dalam konstruksi tersebut.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori tentang ruang dan tempat yang diajukan oleh Yi-Fu Tuan (1977) dan mengacu kepada tiga artikel ilmiah yang berkaitan dengan ruang dan tempat, yaitu “Place and Landscape in Comparative Austronesian Perspective” yang ditulis oleh James J.
Fox (2006), “A Woman's Place is in the School: Rhetorics of Gendered Space in the Nineteenth-Century America” yang ditulis oleh Jessica Enoch (2008), dan “Spatial Narrative in Sundanese Village” yang ditulis oleh Tommy Christomy (2018).
Artikel Fox (2006) membahas cara-cara mengungkapkan tempat, ruang, dan lanskap yang ditemukan di beberapa masyarakat yang berbahasa Austronesia.
Artikel Enoch (2008) menjelaskan bagaimana sekolah di Amerika Serikat pada abad ke-19 berubah dari ruang maskulin, terbuka, dan publik menjadi ruang yang feminin, tertutup, dan privat.
Artikel Christomy (2018) mendiskusikan narasi ruang sebagai salah satu strategi penting yang berkaitan dengan kesadaran identitas dan konstruksi ruang di masyarakat adat Sunda.
Penulis membandingkan isi masing-masing artikel tersebut, dan dengan mengacu kepada teori yang dikemukakan oleh Tuan (1977) serta konsep ruang dan tempat yang dibahas dalam ketiga artikel tersebut di atas, penulis lalu mengungkapkan konstruksi ruang dan tempat dan implikasinya bagi mereka yang terlibat di dalamnya.
Dari pembahasan itu ditemukan bahwa ruang dan tempat dapat dikonstruksi dari penggunaan bahasa yang menggambarkan sebuah pulau seperti sebuah makhluk laut atau seorang manusia, narasi pedagogis yang menganggap sebuah sekolah bersifat maskulin atau feminin dan menyerupai sebuah penjara atau rumah, dan narasi budaya yang memungkinkan dua komunitas dengan latar belakang sejarah yang sama memiliki strategi yang berbeda terhadap perubahan eksternal yang terjadi di komunitas mereka.
Berdasarkan pembahasan tersebut juga ditemukan bahwa konstruksi ruang dan tempat tersebut memiliki implikasi yang berbeda: tempat yang ada di bagian kepala sebuah pulau dianggap lebih superior dibandingkan yang ada di bagian ekor; sekolah yang bersifat feminin dan menyerupai sebuah rumah memungkinkan perempuan bekerja di sana sebagai guru; dan asal-usul dari sebuah kampung menyebabkan orang-orang kampung tersebut memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi perubahan eksternal yang terjadi di komunitas mereka.
Related Results
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development
Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development
Integrating local wisdom into education systems is crucial for preserving cultural identity and enhancing educational quality in the modern era. Madura Island possesses traditional...
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Oleh Pemerintah Kota Payakumbuh
Kebijakan penataan ruang merupakan langkah yang ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indon...
Kecepatan rotasi dan angular
Kecepatan rotasi dan angular
Kecepatan rotasi adalah tentang seberapa lambat atau seberapa cepat suatu benda bergerak. Kita telah mendengar tentang kecepatan tetapi tahukah kita apa yang sedang kita bicarakan ...
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan (1) nama tempat yang ada di Bali berdasarkan prasasti Bali Kuno, (2) perbandingan bentuk nama tempat di Bali berdasarkan prasasti Bali Ku...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

