Javascript must be enabled to continue!
Analisis Pengkhianatan Kreatif dalam Puisi Terjemahan “The Wild Swans at Coole” Karya William Butler Yeats
View through CrossRef
Pengkhianatan dalam penerjemahan mengandung makna tindakan penerjemah melakukan penerjemahan menembus belenggu bahasa asli dan melakukan terjemahan yang paling mendekati karakteristik bahasa sasaran. Kreatifitas mencerminkan upaya subyektif penerjemah untuk memahami dan mereproduksi teks asli dengan kemampuannya menciptakan pola artistik sendiri. Artikel ini berusaha menganalisis terjemahan puisi “The Wild Swans at Coole” karya penyair Irlandia peraih Nobel Kesastraan tahun 1946 William Butler Yeats dari perspektif pengkhianatan kreatif dalam penerjemahan yang mencakupi tiga aspek: pelokalan dan pengasingan, penerjemah individual terjemahan; penghilangan; terjemahan singkat dan adaptasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan creative treason Tianzhen (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Ikranagara maupun Asrowi sama-sama menerapkan pengkhianatan kreatif dalam unsur-unsur pembangun puisi, yakni dalam tataran tipografi, bunyi, diksi, dan retorika. Bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh kedua penyair penerjemah (poet translator) tersebut mencakupi penghilangan (omission), penerjemahan invividu-pelokalan, dan penerjemahan pendek yang mencerminkan gaya penerjemahan mereka.
Kata kunci: “The Wild Swans at Coole”; William Butler Yeats; terjemahan sastra; pengkhianatan kreatif, gaya
Title: Analisis Pengkhianatan Kreatif dalam Puisi Terjemahan “The Wild Swans at Coole” Karya William Butler Yeats
Description:
Pengkhianatan dalam penerjemahan mengandung makna tindakan penerjemah melakukan penerjemahan menembus belenggu bahasa asli dan melakukan terjemahan yang paling mendekati karakteristik bahasa sasaran.
Kreatifitas mencerminkan upaya subyektif penerjemah untuk memahami dan mereproduksi teks asli dengan kemampuannya menciptakan pola artistik sendiri.
Artikel ini berusaha menganalisis terjemahan puisi “The Wild Swans at Coole” karya penyair Irlandia peraih Nobel Kesastraan tahun 1946 William Butler Yeats dari perspektif pengkhianatan kreatif dalam penerjemahan yang mencakupi tiga aspek: pelokalan dan pengasingan, penerjemah individual terjemahan; penghilangan; terjemahan singkat dan adaptasi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan creative treason Tianzhen (2017).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Ikranagara maupun Asrowi sama-sama menerapkan pengkhianatan kreatif dalam unsur-unsur pembangun puisi, yakni dalam tataran tipografi, bunyi, diksi, dan retorika.
Bentuk pengkhianatan yang dilakukan oleh kedua penyair penerjemah (poet translator) tersebut mencakupi penghilangan (omission), penerjemahan invividu-pelokalan, dan penerjemahan pendek yang mencerminkan gaya penerjemahan mereka.
Kata kunci: “The Wild Swans at Coole”; William Butler Yeats; terjemahan sastra; pengkhianatan kreatif, gaya.
Related Results
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitianini adalah: (1) Mendeskripsikan wujud kritik sosial (tentang kemiskinan, kejahatan, ...
MENINJAU KONSEP TERJEMAHAN SEMULA: KAJIAN KES PUTERA CILIK (2015) DAN PUTERA KECIL (2021)
MENINJAU KONSEP TERJEMAHAN SEMULA: KAJIAN KES PUTERA CILIK (2015) DAN PUTERA KECIL (2021)
Terjemahan semula (retranslation) sebagai satu produk merujuk terjemahan baharu atau terjemahan terkemudian, yang dihasilkan daripada teks sumber yang sama dan dalam bahasa sasaran...
ESTETIKA DAN MAKNA DALAM PUISI “UNTUK CORONA TANPA MENGELUH†KARYA SALAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
ESTETIKA DAN MAKNA DALAM PUISI “UNTUK CORONA TANPA MENGELUH†KARYA SALAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
ABSTRAK Penelilitian ini membahas estetika dan makna dalam puisi “Untuk Corona tanpa Mengeluh†karya Salami, serta implikasinya dengan pembelajaran di sekolah. Metode yang dip...
Analisis Tema dan Gaya Bahasa pada Puisi “Yang Kuminta Hanyalah” Karya Taufiq Ismail dan Puisi “Perempuan Yang Tergusur “Karya W.S Rendra
Analisis Tema dan Gaya Bahasa pada Puisi “Yang Kuminta Hanyalah” Karya Taufiq Ismail dan Puisi “Perempuan Yang Tergusur “Karya W.S Rendra
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tema dan gaya bahasa pada puisi yang kuminta hanyalah karya Taufiq Ismail dan perempuan yang tergusur karya W. S Rendra.Dan mendeskripsi...
ANALISIS PUISI “1987” KARYA ETIKA ASIYA AVICENA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MIMETIK
ANALISIS PUISI “1987” KARYA ETIKA ASIYA AVICENA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MIMETIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, dan bukti mimetik dalam puisi “1987” karya Etika Asiya Avicena dengan menggunakan pendekatan mimetik dalam mempresentasikan reali...
Bentuk Cinta Rama dan Sinta dalam Puisi Geram Rama Kepada Sinta, Puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta Puisi Mimpi Sinta Karya Djoko Saryono
Bentuk Cinta Rama dan Sinta dalam Puisi Geram Rama Kepada Sinta, Puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta Puisi Mimpi Sinta Karya Djoko Saryono
Abstract: In this study, the authors examine the poem Geram Rama Kepada Sinta, the poem Jawaban Sinta Kepada Rama, and the poem Mimpi Sinta contained in Djoko Saryono's poem collec...

