Javascript must be enabled to continue!
Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra
View through CrossRef
Abstrak
Judul penelitian ini adalah Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiawal terciptanya, bentuk dan fungsi pada tari Bayu Sutha, untuk mengukur seberapa jauh kemampuan penulis dalam meneliti atau mengkaji suatu karya tari, serta memberikan informasi terkait awal terciptanya, bentuk dan fungsi pada tari Bayu Sutha. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif, untuk memperoleh data yang lengkap. Tahap-tahap pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Keseluruhan hasil data tersebut diolah dan dianalisis secara rapi dan terstruktur agar mendapatkan hasil yang baik serta kesimpulan yang sesuai dari penelitian.Tari Bayu Sutha ini merupakan tari kreasi yang ditarikan secara tunggal, diciptakan oleh Anak Agung Anom Putra. Tari ini diciptakan sebagai permintaan dari panitia International Gamelan Festival Amsterdam (IGFA) dalam acara 100 tahun anniversary Tropen Museum Amsterdam pada tanggal 9-11 September 2010. Tari Bayu Sutha ini menceritakan masa muda Hanoman yang lincah dan memiliki hati yang tulus. Hanoman merupakan tokoh protagonis dalam cerita Ramayana. Anak Agung Anom Putra juga terinspirasi dari nama nya “Anom”, maka dari itu diciptakanlah tarian yang menggambarkan karakter tokoh Hanoman. Pada umumnya tari Hanoman ditampilkan dalam sendratari Ramayana. Namun, berbeda dengan tari Bayu Sutha yang ditarikan secara tunggal. Musik iringan dalam tari Bayu Sutha menggunakan gong semarandhana.
Kata Kunci : bayu sutha, tari kreasi, ramayana.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra
Description:
Abstrak
Judul penelitian ini adalah Tari Bayu Sutha Karya Anak Agung Anom Putra.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiawal terciptanya, bentuk dan fungsi pada tari Bayu Sutha, untuk mengukur seberapa jauh kemampuan penulis dalam meneliti atau mengkaji suatu karya tari, serta memberikan informasi terkait awal terciptanya, bentuk dan fungsi pada tari Bayu Sutha.
Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif, untuk memperoleh data yang lengkap.
Tahap-tahap pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, studi kepustakaan, studi dokumentasi.
Keseluruhan hasil data tersebut diolah dan dianalisis secara rapi dan terstruktur agar mendapatkan hasil yang baik serta kesimpulan yang sesuai dari penelitian.
Tari Bayu Sutha ini merupakan tari kreasi yang ditarikan secara tunggal, diciptakan oleh Anak Agung Anom Putra.
Tari ini diciptakan sebagai permintaan dari panitia International Gamelan Festival Amsterdam (IGFA) dalam acara 100 tahun anniversary Tropen Museum Amsterdam pada tanggal 9-11 September 2010.
Tari Bayu Sutha ini menceritakan masa muda Hanoman yang lincah dan memiliki hati yang tulus.
Hanoman merupakan tokoh protagonis dalam cerita Ramayana.
Anak Agung Anom Putra juga terinspirasi dari nama nya “Anom”, maka dari itu diciptakanlah tarian yang menggambarkan karakter tokoh Hanoman.
Pada umumnya tari Hanoman ditampilkan dalam sendratari Ramayana.
Namun, berbeda dengan tari Bayu Sutha yang ditarikan secara tunggal.
Musik iringan dalam tari Bayu Sutha menggunakan gong semarandhana.
Kata Kunci : bayu sutha, tari kreasi, ramayana.
Related Results
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS
Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak p...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM
Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pelatihan Tari Kreasi sebagai Bentuk Apresiasi Seni Tari
Pendidikan seni ialah pendidikan yang memberikan wadah bagi anak untuk mengapresiasi diri sendiri dan lingkungan. Apresiasi akan timbul apabila pembelajaran dilaksanakan dengan bai...
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Tari Ngibing Ngalegong: Sebuah Ungkapan Rasa Suka Cita, Tulus, dan Ikhlas
Abstrak
Karya tari yang berjudul Ngibing Ngalegong terinspirasi dari salah satu bagian dari legong yang berasal dari Desa Bongan Tabanan. Tari Ngibing Ngalegong merupakan sebuah k...
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
REKONSTRUKSI TARI BEDHAYA SUKOHARJO OLEH M. TH. SRI MULYANI
Artikel ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa Rekonstruksi tari Bedhaya Sukoharjo oleh M.Th. Sri Mulyani yang fungsinya sebagai penyambutan tamu resmi, telah mengalami rekonstruk...

