Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN MEMORI ANAK DI TK X BANJARMASIN
View through CrossRef
Masa usia dini merupakan masa dimana anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, semua yang anak dengar dan lihat terserap dalam pikirannya. Anak lebih mudah mengingat sesuatu yang dipelajari dari objek yang mereka lihat dan praktikkan sehingga dapat diterima dalam memori. Salah satu yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak adalah intensitas penggunaan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan memori pada anak di TK X Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di TK X Banjarmasin yang berusia 5 tahun. Penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 74 anak dengan kriteria yaitu anak berusia 5 tahun, anak yang menggunakan gadget dan bukan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur yaitu skala intensitas penggunaan gadget, Children’s Memory Questionnaire-Revised (CMQ-R) yang diadaptasi dari Hedges, Drysdale dan Levick (2015), serta Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (MCSDS) yang dikembangkan oleh Crowne dan Marlowe (1960) yang telah diadaptasi oleh Widhiarso (2011). Analisis data menggunakan nonparametrik korelasi parsial spearman’s rho dengan bantuan SPSS versi 24. Berdasarkan hasil analisis korelasi parsial didapatkan hubungan positif antara intensitas penggunaan gadget dengan memori dengan nilai r = 0,373. Hal ini berarti semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin kurang baik memori pada anak, sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan gadget maka semakin baik memori pada anak. Koefisien determinasi menunjukkan sumbangan efektif intensitas penggunaan gadget dengan memori sebesar 13,9% sedangkan 86,1% sisanya adalah sumbangan dari fakor-faktor lain.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN MEMORI ANAK DI TK X BANJARMASIN
Description:
Masa usia dini merupakan masa dimana anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, semua yang anak dengar dan lihat terserap dalam pikirannya.
Anak lebih mudah mengingat sesuatu yang dipelajari dari objek yang mereka lihat dan praktikkan sehingga dapat diterima dalam memori.
Salah satu yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak adalah intensitas penggunaan gadget.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan memori pada anak di TK X Banjarmasin.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di TK X Banjarmasin yang berusia 5 tahun.
Penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 74 anak dengan kriteria yaitu anak berusia 5 tahun, anak yang menggunakan gadget dan bukan anak berkebutuhan khusus.
Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur yaitu skala intensitas penggunaan gadget, Children’s Memory Questionnaire-Revised (CMQ-R) yang diadaptasi dari Hedges, Drysdale dan Levick (2015), serta Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (MCSDS) yang dikembangkan oleh Crowne dan Marlowe (1960) yang telah diadaptasi oleh Widhiarso (2011).
Analisis data menggunakan nonparametrik korelasi parsial spearman’s rho dengan bantuan SPSS versi 24.
Berdasarkan hasil analisis korelasi parsial didapatkan hubungan positif antara intensitas penggunaan gadget dengan memori dengan nilai r = 0,373.
Hal ini berarti semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin kurang baik memori pada anak, sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan gadget maka semakin baik memori pada anak.
Koefisien determinasi menunjukkan sumbangan efektif intensitas penggunaan gadget dengan memori sebesar 13,9% sedangkan 86,1% sisanya adalah sumbangan dari fakor-faktor lain.
Related Results
PENGGUNAAN GADGET DENGAN RESIKO GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIF PADA ANAK USIA PRASEKOLAH
PENGGUNAAN GADGET DENGAN RESIKO GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIF PADA ANAK USIA PRASEKOLAH
Latar belakang: Survey yang dilakukan NSCH (National Survey of Children’s Health) di Amerika Serikat pada tahun 2016 mengatakan bahwa pada anak usia 2-17 tahun terdapat 9,4% atau s...
Hubungan Lama Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial pada Anak Prasekolah di TK Tunas Mekar Sari, Denpasar
Hubungan Lama Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial pada Anak Prasekolah di TK Tunas Mekar Sari, Denpasar
Istilah "perkembangan sosial anak" menggambarkan bagaimana anak-anak mengubah cara mereka saat mereka tumbuh untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma masyarakat mereka. Perkemban...
Intensitas Penggunaan Gadget Dengan Interaksi Sosial
Intensitas Penggunaan Gadget Dengan Interaksi Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara Intensitas penggunaan Ga...
Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Sosial Siswa Kelas IV di MI Ihyaul Islam I
Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Sosial Siswa Kelas IV di MI Ihyaul Islam I
<p>Dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui (1). Bagaimana bentuk penggunaan gadget siswa kelas IV di MI Ihyaul Islam I, (2). Bagaimana dampak positifnya atau dampak negat...
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Tentang Bahaya Gadget dalam Kehidupan Sehari-hari
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Tentang Bahaya Gadget dalam Kehidupan Sehari-hari
Penggunaan Gadget saat ini semakin tinggi danberkembang sangat pesat. Penggunaan mulai dari anak-anak, anak remaja hingga orangtua sudah mulai mengenal dan menggunakan gadget. T...
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan dengan anak-anak pada umumnya. Istilah anak-anak dengan kebutuhan khusus t...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
MEMBUAT SENYUM BAHAGIA DENGAN BERBUKA BERSAMA SEKALIGUS BERBAGI BINGKISAN LEBARAN UNTUK ANAK YATIM DILAKSANAKAN OLEH AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN.
MEMBUAT SENYUM BAHAGIA DENGAN BERBUKA BERSAMA SEKALIGUS BERBAGI BINGKISAN LEBARAN UNTUK ANAK YATIM DILAKSANAKAN OLEH AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN.
Abstract
In Indonesia there is a priority scale in providing compensation to orphans; compensation for orphans is greater than compensation for children who are simply called orph...

