Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Makna dan Fungsi Tradisi Tedun di Desa Sambong Kecamatan Sumber, Rembang: Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce

View through CrossRef
Latar Belakang: Tedun merupakan sebuah ritual adat yang berakar pada kepercayaan masyarakat terdahulu Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan fungsi rangkaian prosesi Tedun di Desa Sambong, Kecamatan Sumber, Rembang Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Teori Pierce digunakan untuk mengupas makna dan fungsi dari prosesi Tradisi Tedun. Penelitian ini menggunakan metode deskptif kualitatif yang mendeskripsikan data dan analisisnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara, dan teknik catat Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dan observasi langsung terhadap pihak penyelenggara, diperoleh bahwa prosesi Tedun sekilas mirip dengan prosesi Tedhak Siten. Namun, Tradisi Tedun hanya terdiri dari tiga tahap yang berupa doa bersama, naik turun tangga dan menyebar undhik-undhik. Masing-masing dari prosesi tersebut memiliki makna syukur yang disertai harapan dari orang tua kepada sang anak. Kesimpulan: Kemudian dari analisis teori semiotika Pierce didapatkan tanda, objek, dan interpretan pada prosesi Tedun ini. Penelitian ini memberikan pemahaman teoritis tentang makna dan fungsi Tradisi Tedun sebagai media untuk mengekspresikan budaya leluhur dan membentuk identitas sosial di masyarakat.
Title: Makna dan Fungsi Tradisi Tedun di Desa Sambong Kecamatan Sumber, Rembang: Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce
Description:
Latar Belakang: Tedun merupakan sebuah ritual adat yang berakar pada kepercayaan masyarakat terdahulu Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan fungsi rangkaian prosesi Tedun di Desa Sambong, Kecamatan Sumber, Rembang Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce.
Teori Pierce digunakan untuk mengupas makna dan fungsi dari prosesi Tradisi Tedun.
Penelitian ini menggunakan metode deskptif kualitatif yang mendeskripsikan data dan analisisnya.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara, dan teknik catat Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dan observasi langsung terhadap pihak penyelenggara, diperoleh bahwa prosesi Tedun sekilas mirip dengan prosesi Tedhak Siten.
Namun, Tradisi Tedun hanya terdiri dari tiga tahap yang berupa doa bersama, naik turun tangga dan menyebar undhik-undhik.
Masing-masing dari prosesi tersebut memiliki makna syukur yang disertai harapan dari orang tua kepada sang anak.
Kesimpulan: Kemudian dari analisis teori semiotika Pierce didapatkan tanda, objek, dan interpretan pada prosesi Tedun ini.
Penelitian ini memberikan pemahaman teoritis tentang makna dan fungsi Tradisi Tedun sebagai media untuk mengekspresikan budaya leluhur dan membentuk identitas sosial di masyarakat.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
PEMILIHAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KAUM PEREMPUAN PESISIR REMBANG
Pada masyarakat Jawa, pemilihan sebuah kode (bahasa/ragam) ditentukan oleh banyak faktor, misalnya: usia, jenis kelamin, derajat sosial, pangkat, tempat, diksi, dan ragam. Peneliti...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
Kajian Tematis Term Khaḍira dalam Al-Qur’an: Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce
Kajian Tematis Term Khaḍira dalam Al-Qur’an: Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce
The color green is one of the most common colors, especially in nature. The Qur'an contains verses that discuss the color green using the terms khaḍira and hāmmah. There are eight ...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK             Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...

Back to Top