Javascript must be enabled to continue!
Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
View through CrossRef
Background: Stunting is a significant malnutrition phenomenon faced by the world, including Indonesia. Various family factors, such as inadequate access to nutritious food, low exclusive breastfeeding practices, and exposure to diseases, contribute to the occurrence of stunting. Additionally, social factors such as political and economic conditions, healthcare providers, and socio-cultural norms also influence the prevalence of stunting.
Purpose: To evaluate fathers' involvement in handling stunting in children.
Methods: Systematic review research from various relevant international journals by searching through databases, including PubMed, Proquest, science direct, Ebsco host and Scopus. Of the 3,427 journals identified, there are 8 journals that meet the inclusion and exclusion criteria from 2019-2024.
Results: The results show that father involvement in parenting contributes positively to the quality of children's diet and reduces the prevalence of stunting. The role of fathers in child care can increase family awareness regarding the importance of balanced nutrition and good eating patterns for children. This role has the potential to reduce the incidence of stunting among children.
Conclusion: Father's involvement is very important in increasing family awareness about good nutrition and eating patterns as well as emotional and financial support, all of which play a role in preventing stunting. A family approach that involves fathers is the key to supporting children's optimal growth and development
Keywords: Father; Role; Stunting.
Pendahuluan: Stunting merupakan fenomena gizi buruk yang signifikan yang dihadapi oleh dunia, termasuk Indonesia. Berbagai faktor keluarga, seperti akses yang tidak memadai terhadap makanan bergizi, praktik pemberian ASI eksklusif yang rendah, dan paparan penyakit, berkontribusi terhadap kejadian stunting. Selain itu, faktor sosial seperti kondisi politik dan ekonomi, penyedia layanan kesehatan, serta norma sosial budaya juga memengaruhi prevalensi stunting.
Tujuan: Untuk mengevaluasi keterlibatan ayah dalam penanganan stunting pada anak.
Metode: Penelitian sistematik review dari berbagai jurnal internasional yang relevan dengan pencarian melalui database, antara lain PubMed, Proquest, science direct, Ebscohost, dan Scopus. Dari 3.427 jurnal yang diidentifikasi terdapat 8 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari tahun 2019-2024.
Hasil: Keterlibatan ayah dalam pengasuhan berkontribusi positif terhadap kualitas diet anak-anak dan mengurangi prevalensi stunting. Peran ayah dalam pengasuhan anak dapat meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola makan yang baik bagi anak. Peran ini berpotensi mengurangi kejadian stunting di kalangan anak-anak.
Simpulan: Keterlibatan ayah sangat penting dalam meningkatkan kesadaran keluarga tentang gizi dan pola makan yang baik serta dukungan emosional dan finansial yang semuanya berperan dalam pencegahan stunting. Pendekatan keluarga yang melibatkan ayah adalah kunci untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kata Kunci: Ayah; Peran; Stunting.
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
Description:
Background: Stunting is a significant malnutrition phenomenon faced by the world, including Indonesia.
Various family factors, such as inadequate access to nutritious food, low exclusive breastfeeding practices, and exposure to diseases, contribute to the occurrence of stunting.
Additionally, social factors such as political and economic conditions, healthcare providers, and socio-cultural norms also influence the prevalence of stunting.
Purpose: To evaluate fathers' involvement in handling stunting in children.
Methods: Systematic review research from various relevant international journals by searching through databases, including PubMed, Proquest, science direct, Ebsco host and Scopus.
Of the 3,427 journals identified, there are 8 journals that meet the inclusion and exclusion criteria from 2019-2024.
Results: The results show that father involvement in parenting contributes positively to the quality of children's diet and reduces the prevalence of stunting.
The role of fathers in child care can increase family awareness regarding the importance of balanced nutrition and good eating patterns for children.
This role has the potential to reduce the incidence of stunting among children.
Conclusion: Father's involvement is very important in increasing family awareness about good nutrition and eating patterns as well as emotional and financial support, all of which play a role in preventing stunting.
A family approach that involves fathers is the key to supporting children's optimal growth and development
Keywords: Father; Role; Stunting.
Pendahuluan: Stunting merupakan fenomena gizi buruk yang signifikan yang dihadapi oleh dunia, termasuk Indonesia.
Berbagai faktor keluarga, seperti akses yang tidak memadai terhadap makanan bergizi, praktik pemberian ASI eksklusif yang rendah, dan paparan penyakit, berkontribusi terhadap kejadian stunting.
Selain itu, faktor sosial seperti kondisi politik dan ekonomi, penyedia layanan kesehatan, serta norma sosial budaya juga memengaruhi prevalensi stunting.
Tujuan: Untuk mengevaluasi keterlibatan ayah dalam penanganan stunting pada anak.
Metode: Penelitian sistematik review dari berbagai jurnal internasional yang relevan dengan pencarian melalui database, antara lain PubMed, Proquest, science direct, Ebscohost, dan Scopus.
Dari 3.
427 jurnal yang diidentifikasi terdapat 8 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari tahun 2019-2024.
Hasil: Keterlibatan ayah dalam pengasuhan berkontribusi positif terhadap kualitas diet anak-anak dan mengurangi prevalensi stunting.
Peran ayah dalam pengasuhan anak dapat meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola makan yang baik bagi anak.
Peran ini berpotensi mengurangi kejadian stunting di kalangan anak-anak.
Simpulan: Keterlibatan ayah sangat penting dalam meningkatkan kesadaran keluarga tentang gizi dan pola makan yang baik serta dukungan emosional dan finansial yang semuanya berperan dalam pencegahan stunting.
Pendekatan keluarga yang melibatkan ayah adalah kunci untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kata Kunci: Ayah; Peran; Stunting.
Related Results
Peningkatan Pengetahuan Ayah dalam Mencegah Kejadian Stunting Melalui Kelas Ayah
Peningkatan Pengetahuan Ayah dalam Mencegah Kejadian Stunting Melalui Kelas Ayah
Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life. Preventing stunting in children using a...
PERAN AYAH DALAM ROLE ATTAINMENT IBU PADA PEMBERIAN MP-ASI BAYI DI POSYANDU AYAH
PERAN AYAH DALAM ROLE ATTAINMENT IBU PADA PEMBERIAN MP-ASI BAYI DI POSYANDU AYAH
Pendahuluan :Role Attainment ibu dalam kompetensi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) akan mempengaruhi pertumbuhan pada bayi. Pertumbuhan dan perkembangan bayi san...
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract
The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
Kepribadian Tokoh Ayah dan Anak dalam Novel Ayah dan Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata Kajian (Psikologi Carl Gustav Jung)
Kepribadian Tokoh Ayah dan Anak dalam Novel Ayah dan Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata Kajian (Psikologi Carl Gustav Jung)
ABSTRAK Kata-kata kunci: Kepribadian, Struktur kepribadian, dinamika kepribadian, perkembangan kepribadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis novel Ayah dan Sebelas ...
Optimalisasi Peran Ayah ASI (Breastfeeding Father) Melalui Pemberian Edukasi Ayah Prenatal
Optimalisasi Peran Ayah ASI (Breastfeeding Father) Melalui Pemberian Edukasi Ayah Prenatal
Peran ayah mempunyai pengaruh kuat terhadap kesuksesan proses menyusui atau pemberian air susu ibu (ASI), tetapi pada kenyataannya banyak ayah yang masih belum menerapkan perannya ...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACT WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting)
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting)
ABSTRAK Kecamatan Gondangrejo menjadi prioritas utama dalam prioritas desa dengan Lokus penurunan stunting pada tahun 2021 dengan prevalensi 23,59 % atau 67 balita di desa Plesunga...
Hubungan Pengetahuan Kader tentang Stunting dengan Self-Efficacy Kader Dalam Menjalankan Peran sebagai Tim Pendamping Keluarga
Hubungan Pengetahuan Kader tentang Stunting dengan Self-Efficacy Kader Dalam Menjalankan Peran sebagai Tim Pendamping Keluarga
ABSTRACT Stunting remains a public health issue in Indonesia, including in Bandung City. Family Assistance Team cadres play a key role in preventing stunting through education and ...


