Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan Pengetahuan Ayah dalam Mencegah Kejadian Stunting Melalui Kelas Ayah
View through CrossRef
Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life. Preventing stunting in children using a family approach consists of three strategies: proper feeding, parenting patterns, and correct hygiene and sanitation practices. Father involvement in caring for toddlers can improve toddlers' health and help prevent stunting. The aim of the research was to determine the effect of father's class on increasing father's knowledge in preventing stunting. The research design is pre-experimental, one group pre-post test design. The sample in this study was 20 respondents with the sampling technique used was purposive sampling technique. The independent variable is education about stunting through father's class and the dependent variable is knowledge level. The tool used to measure the level of knowledge is a questionnaire. The data was processed using the Paired Samples T Test. The research results showed that there was an increase in the average knowledge after being given treatment 75.20, and the standard deviation was 7.885. The results of pretest-posttest knowledge data analysis using the Paired Samples T Test, the p-value is 0.001 with α=0.05. Because the p-value <α means that there is an influence of father's class on father's knowledge in preventing stunting. By taking Dad's class, Dad will be involved in stunting prevention
ABSTRAK
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pencegahan stunting pada anak dengan pendekatan keluarga terdiri dari tiga strategi yaitu pemberian makan yang tepat, pola asuh, dan praktik higiene-sanitasi yang benar. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan balita dapat meningkatkan kesehatan balita dan membantu mencegah stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kelas ayah terhadap peningkatan pengetahuan ayah dalam mencegah stunting. Desain penelitian adalah pra-eksperimental, one group pra-post test design. Sampel dalam penelitian ini 20 responden dengan teknik pengambilan sample yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Variabel bebas yaitu Edukasi tentang stunting melalui Kelas Ayah dan variable terikat yaitu Tingkat Pengetahuan. Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan adalah kuesioner. Data diolah dengan Uji Paired Samples T Test. Hasil penelitian didapatkan Terjadi peningkatan pada rata-rata pengetahuan setelah diberikan perlakuan yaitu 75,20, dan standar deviasi 7,885. Hasil analisis data pretest-posttest pengetahuan menggunakan uji Paired Samples T Test, nilai p-value yaitu 0,001 dengan α=0,05. Karena nilai p-value<α maka berarti ada pengaruh kelas ayah terhadap pengetahuan ayah dalam mencegah stunting. dengan mengikuti kelas Ayah maka ayah ikut terlibat dalam pencegahan stunting.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Mataram
Title: Peningkatan Pengetahuan Ayah dalam Mencegah Kejadian Stunting Melalui Kelas Ayah
Description:
Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life.
Preventing stunting in children using a family approach consists of three strategies: proper feeding, parenting patterns, and correct hygiene and sanitation practices.
Father involvement in caring for toddlers can improve toddlers' health and help prevent stunting.
The aim of the research was to determine the effect of father's class on increasing father's knowledge in preventing stunting.
The research design is pre-experimental, one group pre-post test design.
The sample in this study was 20 respondents with the sampling technique used was purposive sampling technique.
The independent variable is education about stunting through father's class and the dependent variable is knowledge level.
The tool used to measure the level of knowledge is a questionnaire.
The data was processed using the Paired Samples T Test.
The research results showed that there was an increase in the average knowledge after being given treatment 75.
20, and the standard deviation was 7.
885.
The results of pretest-posttest knowledge data analysis using the Paired Samples T Test, the p-value is 0.
001 with α=0.
05.
Because the p-value <α means that there is an influence of father's class on father's knowledge in preventing stunting.
By taking Dad's class, Dad will be involved in stunting prevention
ABSTRAK
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.
000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pencegahan stunting pada anak dengan pendekatan keluarga terdiri dari tiga strategi yaitu pemberian makan yang tepat, pola asuh, dan praktik higiene-sanitasi yang benar.
Keterlibatan ayah dalam pengasuhan balita dapat meningkatkan kesehatan balita dan membantu mencegah stunting.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kelas ayah terhadap peningkatan pengetahuan ayah dalam mencegah stunting.
Desain penelitian adalah pra-eksperimental, one group pra-post test design.
Sampel dalam penelitian ini 20 responden dengan teknik pengambilan sample yang digunakan yaitu teknik purposive sampling.
Variabel bebas yaitu Edukasi tentang stunting melalui Kelas Ayah dan variable terikat yaitu Tingkat Pengetahuan.
Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan adalah kuesioner.
Data diolah dengan Uji Paired Samples T Test.
Hasil penelitian didapatkan Terjadi peningkatan pada rata-rata pengetahuan setelah diberikan perlakuan yaitu 75,20, dan standar deviasi 7,885.
Hasil analisis data pretest-posttest pengetahuan menggunakan uji Paired Samples T Test, nilai p-value yaitu 0,001 dengan α=0,05.
Karena nilai p-value<α maka berarti ada pengaruh kelas ayah terhadap pengetahuan ayah dalam mencegah stunting.
dengan mengikuti kelas Ayah maka ayah ikut terlibat dalam pencegahan stunting.
.
Related Results
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth...
Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
Background: Stunting is a significant malnutrition phenomenon faced by the world, including Indonesia. Various family factors, such as inadequate access to nutritious food, low exc...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting
Tingkat Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting
Stunting is a condition of a child's body that looks stunted or short if it is based on the body length index according to age. The incidence of stunting is very much found in todd...
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mineral dengan Kejadian Balita Stunting di Indonesia: Kajian Pustaka
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mineral dengan Kejadian Balita Stunting di Indonesia: Kajian Pustaka
Latar belakang: Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 27,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan target penurunan dalam lingkup nasional yaitu 19%. Stunting pada ba...
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting)
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting)
ABSTRAK Kecamatan Gondangrejo menjadi prioritas utama dalam prioritas desa dengan Lokus penurunan stunting pada tahun 2021 dengan prevalensi 23,59 % atau 67 balita di desa Plesunga...

