Javascript must be enabled to continue!
PERAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA PUDARIA JAYA KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN
View through CrossRef
Keberadaan hutan di Indonesia memiliki potensi yang besar, baik dari segi ekologis, ekonomi, maupun sosial. Pengelolaan hutan saat ini menerapkan sistem perhutanan sosial, Perhutanan sosial merupakan sistem dalam mengelola hutan secara lestari dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar hutan. Tujuan perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu serta peran laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan terhadap pengelolaan hutan kemasyarakatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pudaria Jaya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sampel penelitian ini adalah 55, dari pihak masyarakat Desa Pudria Jaya. Data diolah dalam bentuk tabelulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu laki-laki memiliki alokasi waktu dalam bekerja sebesar 89,70% dan perempuan sebesar 10,3% sedangkan dalam pengambilan keputusan didominasi oleh laki-laki dengan persetase sebesar 88,66% dan untuk perempuan dengan persentase sebesar 11,34%.
Universitas Halu Oleo - Faculty of Forestry and Environmental Sciences
Title: PERAN GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA PUDARIA JAYA KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN
Description:
Keberadaan hutan di Indonesia memiliki potensi yang besar, baik dari segi ekologis, ekonomi, maupun sosial.
Pengelolaan hutan saat ini menerapkan sistem perhutanan sosial, Perhutanan sosial merupakan sistem dalam mengelola hutan secara lestari dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat sekitar hutan.
Tujuan perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu serta peran laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan terhadap pengelolaan hutan kemasyarakatan.
Penelitian ini dilakukan di Desa Pudaria Jaya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Sampel penelitian ini adalah 55, dari pihak masyarakat Desa Pudria Jaya.
Data diolah dalam bentuk tabelulasi dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran laki-laki dan perempuan dalam alokasi waktu laki-laki memiliki alokasi waktu dalam bekerja sebesar 89,70% dan perempuan sebesar 10,3% sedangkan dalam pengambilan keputusan didominasi oleh laki-laki dengan persetase sebesar 88,66% dan untuk perempuan dengan persentase sebesar 11,34%.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengaruh Kualitas Pelayanan Administrasi Kepesertaan Terhadap Tingkat Kepuasan Peserta di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan
Pengaruh Kualitas Pelayanan Administrasi Kepesertaan Terhadap Tingkat Kepuasan Peserta di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan
Tujuan daripada studi ini adalah Apakah kehandalan, ketanggapan, empati, pelayanan, jaminan, dan tampilan fisik administrasi kepesertaan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan peser...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
IMPLEMENTASI RTRW DALAM PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNANKABUPATEN KONAWE SELATAN
IMPLEMENTASI RTRW DALAM PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNANKABUPATEN KONAWE SELATAN
Implementasi RTRW dalam Penyusunan Program Pembangunan Kabupaten Konawe Selatan. Dibimbing oleh La Baco Sudia dan Lukman Yunus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis impl...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
Kapasitas Dan Akuntabilitas Perangkat Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Osango Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa
Kapasitas Dan Akuntabilitas Perangkat Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Osango Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui kapasitas perangkat desa dan akuntabilitas perangkat desa dalam pengelo...
Peran Struktur Sosial Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Betao Riase
Peran Struktur Sosial Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Betao Riase
Abstract:Struktur sosial merupakan suatu bangunan sosial yang terdiri dari unsur-unsur sosial yang saling berkaitan satu sama lain secara fungsional. Struktur sosial dianggap mampu...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...

