Javascript must be enabled to continue!
Representasi Kemuliaan Seorang Ibu Perspektif Budaya Madura dalam Puisi D. Zawawi Imron: Kajian Semiotika Roland Barthes
View through CrossRef
Penelitian ini mengungkap representasi kemuliaan seorang ibu dalam puisi karya D. Zawawi Imron melalui perspektif budaya Madura dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Puisi yang dianalisis, terutama puisi yang berjudul “Ibu”, merepresentasikan sosok ibu bukan hanya sebagai figur keluarga, tetapi juga melekat erat dalam nilai-nilai budaya masyarakat Madura. Metode yang digunakan untuk menguraikan hal tersebut adalah deskriptif kualitatif yang merupakan proses penganalisisan data melalui deskripsi-deskripsi logika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara denotatif dan konotatif, ibu digambarkan sebagai sosok yang mulia, tabah, dan penuh pengorbanan, sejalan dengan nilai-nilai luhur budaya Madura yang menjunjung tinggi keteguhan dan kehormatan perempuan sebagai tiang keluarga; (2) secara mitologi, ibu direpresentasikan sebagai simbol tanah kelahiran, kekuatan spiritual, dan identitas budaya yang mengakar dalam masyarakat Madura. Puisi D. Zawawi Imron tidak hanya menjadi ekspresi personal terhadap sosok ibu, tetapi juga refleksi kolektif budaya Madura atas moral dan etika tradisional.
Institut Agama Islam Negeri Madura
Title: Representasi Kemuliaan Seorang Ibu Perspektif Budaya Madura dalam Puisi D. Zawawi Imron: Kajian Semiotika Roland Barthes
Description:
Penelitian ini mengungkap representasi kemuliaan seorang ibu dalam puisi karya D.
Zawawi Imron melalui perspektif budaya Madura dengan pendekatan semiotika Roland Barthes.
Puisi yang dianalisis, terutama puisi yang berjudul “Ibu”, merepresentasikan sosok ibu bukan hanya sebagai figur keluarga, tetapi juga melekat erat dalam nilai-nilai budaya masyarakat Madura.
Metode yang digunakan untuk menguraikan hal tersebut adalah deskriptif kualitatif yang merupakan proses penganalisisan data melalui deskripsi-deskripsi logika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara denotatif dan konotatif, ibu digambarkan sebagai sosok yang mulia, tabah, dan penuh pengorbanan, sejalan dengan nilai-nilai luhur budaya Madura yang menjunjung tinggi keteguhan dan kehormatan perempuan sebagai tiang keluarga; (2) secara mitologi, ibu direpresentasikan sebagai simbol tanah kelahiran, kekuatan spiritual, dan identitas budaya yang mengakar dalam masyarakat Madura.
Puisi D.
Zawawi Imron tidak hanya menjadi ekspresi personal terhadap sosok ibu, tetapi juga refleksi kolektif budaya Madura atas moral dan etika tradisional.
Related Results
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot
Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan ...
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W. S. RENDRA (SOCIAL CRITICISM IN DOA UNTUK ANAK CUCU ANTHOLOGY BY W.S. RENDRA)
Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra. Tujuan dari penelitianini adalah: (1) Mendeskripsikan wujud kritik sosial (tentang kemiskinan, kejahatan, ...
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang Karya Perupa Bali Dalam Merespon Pandemi Covid 19 Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes . Tuj...
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
ABSTRACTThe importance of fashion campaigns in the process of political communication in Indonesia has gained its own spotlight over the years. Clothing is seen to have an artifact...
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
KARAKTERISTIK PUISI KARYA-KARYA W.S RENDRA
Puisi memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, adanya sebuah karakteristik dikarenakan ada faktor pembeda. Karakteristik puisi adalah ciri khas yang terdapat didalam pui...
Bentuk Cinta Rama dan Sinta dalam Puisi Geram Rama Kepada Sinta, Puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta Puisi Mimpi Sinta Karya Djoko Saryono
Bentuk Cinta Rama dan Sinta dalam Puisi Geram Rama Kepada Sinta, Puisi Jawaban Sinta Kepada Rama, serta Puisi Mimpi Sinta Karya Djoko Saryono
Abstract: In this study, the authors examine the poem Geram Rama Kepada Sinta, the poem Jawaban Sinta Kepada Rama, and the poem Mimpi Sinta contained in Djoko Saryono's poem collec...
Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development
Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development
Integrating local wisdom into education systems is crucial for preserving cultural identity and enhancing educational quality in the modern era. Madura Island possesses traditional...
ESTETIKA DAN MAKNA DALAM PUISI “UNTUK CORONA TANPA MENGELUH†KARYA SALAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
ESTETIKA DAN MAKNA DALAM PUISI “UNTUK CORONA TANPA MENGELUH†KARYA SALAMI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
ABSTRAK Penelilitian ini membahas estetika dan makna dalam puisi “Untuk Corona tanpa Mengeluh†karya Salami, serta implikasinya dengan pembelajaran di sekolah. Metode yang dip...

