Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Kecombrang (Etlingera elatior)

View through CrossRef
Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang telah banyak digunakan untuk pangan dan pengobatan tradisional. Tanaman ini termasuk ke dalam famili zingiberaceae yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antimikroba. Review artikel ini bertujuan untuk mengkaji beberapa penelitian mengenai kandungan fitokimia dan aktivitas antimikroba kecombrang. Artikel ini merupakan narrative review berdasarkan artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional. Hasil studi menunjukkan bahwa kandungan fitokimia yang terdapat dalam kecombrang diantaranya flavonoid, tanin, alkaloid, steroid/triterpenoid, kuinon, saponin, glikosida, dan minyak atsiri. Bagian tanaman kecombrang yang dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba adalah batang, daun, bunga, dan buah. Kecombrang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan mikroba, yaitu Staphylococcus aureus, Candida albicans, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, Propionibacterium acnes, Salmonella typhimurium, dan Streptococcus mutans. Dari semua mikroba tersebut, aktivitas antimikroba paling tinggi diperoleh pada fraksi polar bunga kecombrang konsentrasi 30% dalam menghambat Staphylococcus aureus (Ø 18,50 ± 0,76 mm). Berdasarkan studi literatur, tanaman kecombrang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dan hampir seluruh bagian tanaman memiliki aktivitas antimikroba.
Title: Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Kecombrang (Etlingera elatior)
Description:
Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang telah banyak digunakan untuk pangan dan pengobatan tradisional.
Tanaman ini termasuk ke dalam famili zingiberaceae yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen antimikroba.
Review artikel ini bertujuan untuk mengkaji beberapa penelitian mengenai kandungan fitokimia dan aktivitas antimikroba kecombrang.
Artikel ini merupakan narrative review berdasarkan artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional.
Hasil studi menunjukkan bahwa kandungan fitokimia yang terdapat dalam kecombrang diantaranya flavonoid, tanin, alkaloid, steroid/triterpenoid, kuinon, saponin, glikosida, dan minyak atsiri.
Bagian tanaman kecombrang yang dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba adalah batang, daun, bunga, dan buah.
Kecombrang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan mikroba, yaitu Staphylococcus aureus, Candida albicans, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli, Propionibacterium acnes, Salmonella typhimurium, dan Streptococcus mutans.
Dari semua mikroba tersebut, aktivitas antimikroba paling tinggi diperoleh pada fraksi polar bunga kecombrang konsentrasi 30% dalam menghambat Staphylococcus aureus (Ø 18,50 ± 0,76 mm).
Berdasarkan studi literatur, tanaman kecombrang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dan hampir seluruh bagian tanaman memiliki aktivitas antimikroba.

Related Results

Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan FootSpray Dari Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack))
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan FootSpray Dari Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack))
Di indonesia masalah yang sering ditemukan pada kaki dan menyebabkan banyak orang kurang percaya diri adalah bau kaki. Bakteri berkembang pada kaki karena kondisi kaki yang lembab....
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku dan Persepsi Dokter Hewan Bali Terhadap Penggunaan Antimikroba dan Resistensi Antimikroba
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku dan Persepsi Dokter Hewan Bali Terhadap Penggunaan Antimikroba dan Resistensi Antimikroba
Resistensi antimikroba (AMR) adalah kemampuan bakteri untuk menahan efek obat, sehingga bakteri tidak mati setelah pemberian antimikroba dan fungsi obat tersebut tidak berkerja sam...
Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Review: Kandungan Fitokimia, Aktivitas Antibakteri, dan Toksisitas dari Rambutan (Nephelium lappaceum L.)
Rambutan (Nephlium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak terdapat di Indonesia dan dikenal luas karena rasa manis serta aroma khasnya. Secara tradisional be...

Back to Top