Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMK N.1 LINTONGNIHUTA KELAS X
View through CrossRef
Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017,
sebanyak 14,2
juta
anak
perempuan
setiap
tahunnya
akan
menikah
pada
usia
muda. Di
Asia
Selatan,
hampir
setengah
dari
perempuan
muda
dan
di
Afrika lebih dari sepertiga perempuan muda menikah pada usia
18 tahun.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuandengan sikap remaja putri tentang pernikahan dini di SMK N.1 Lintongnihuta kelasXMetode : Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik denganpendekatan Cross Sectional. .Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 30orang.Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang dengan tehnik totalsampling.Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian dari 30 orang responden yangmemiliki pengetahuan tidak baik tentang pernikahan dini sebanyak 17 responden(56,7%) dimana sikap remaja tentang pernikahan dini yang bersikap positifsebanyak 15 orang (50,0%) dan yang bersikap negatif sebanyak 2 orang(6,7%)sedangkan responden yang memiliki pengetahuan baik tentang pernikahandini sebanyak 13 orang (43,3 %) dimana sikap remaja tentang pernikahan dini yangbersikap positif sebanyak 3 orang (10,0%) dan yang bersikap negatif sebanyak10(33,3) orang.dan dilakukan analisa uji statistik dengan metode uji chi-squarediperoleh p value =0.000 dimana p hitung lebih kecil dari p tabel (p<0.05) yaituterdapat hubungan antara variable yang diteliti.Kesimpulan : Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubunganpengetahuan dengan sikap remaja putri tentang pernikahan dini di SMK N.1Lintongnihuta dengan uji statistik chi square nilai P value0.000 yang menunjukkanada hubungan yang erat antara variabel yang ditelitiKata Kunci : Pengetahuan Remaja , Sikap Remaja Dan Pernikahan Dini
Title: HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI DI SMK N.1 LINTONGNIHUTA KELAS X
Description:
Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017,
sebanyak 14,2
juta
anak
perempuan
setiap
tahunnya
akan
menikah
pada
usia
muda.
Di
Asia
Selatan,
hampir
setengah
dari
perempuan
muda
dan
di
Afrika lebih dari sepertiga perempuan muda menikah pada usia
18 tahun.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuandengan sikap remaja putri tentang pernikahan dini di SMK N.
1 Lintongnihuta kelasXMetode : Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik denganpendekatan Cross Sectional.
.
Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 30orang.
Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang dengan tehnik totalsampling.
Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian dari 30 orang responden yangmemiliki pengetahuan tidak baik tentang pernikahan dini sebanyak 17 responden(56,7%) dimana sikap remaja tentang pernikahan dini yang bersikap positifsebanyak 15 orang (50,0%) dan yang bersikap negatif sebanyak 2 orang(6,7%)sedangkan responden yang memiliki pengetahuan baik tentang pernikahandini sebanyak 13 orang (43,3 %) dimana sikap remaja tentang pernikahan dini yangbersikap positif sebanyak 3 orang (10,0%) dan yang bersikap negatif sebanyak10(33,3) orang.
dan dilakukan analisa uji statistik dengan metode uji chi-squarediperoleh p value =0.
000 dimana p hitung lebih kecil dari p tabel (p<0.
05) yaituterdapat hubungan antara variable yang diteliti.
Kesimpulan : Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubunganpengetahuan dengan sikap remaja putri tentang pernikahan dini di SMK N.
1Lintongnihuta dengan uji statistik chi square nilai P value0.
000 yang menunjukkanada hubungan yang erat antara variabel yang ditelitiKata Kunci : Pengetahuan Remaja , Sikap Remaja Dan Pernikahan Dini.
Related Results
HUBUNGAN STATUS EKONOMI TERHADAP PERNIKAHAN DINI PADA PEREMPUAN DI PERDESAAN INDONESIA
HUBUNGAN STATUS EKONOMI TERHADAP PERNIKAHAN DINI PADA PEREMPUAN DI PERDESAAN INDONESIA
Abstract
Background: Early marriage practice in Indonesia is more often found in rural than in urban areas.
Objective: The aim of this study is to examine the relationship of socio...
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani
Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan ter...
Optimalisasi Peran Komunitas Muda Peduli Pencegahan Pernikanan Dini Pasca Covid-19
Optimalisasi Peran Komunitas Muda Peduli Pencegahan Pernikanan Dini Pasca Covid-19
Pernikahan dini yang dialami remaja dibawah 19 tahun masih menjadi fenomena dibeberapa daerah di Indonesia. Pernikahan dini lebih rentang terjadi di desa dibanding di kota. Desa go...
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Peningkatan Kesadaran Anemia Pada Remaja di SMP Negeri 3 Mande Desa Jamali, Cianjur
Salah satu capaian pada program smart village adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Ol...
TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERUBAHAN FISIK PUBERTAS REMAJA PUTRI
TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERUBAHAN FISIK PUBERTAS REMAJA PUTRI
Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa dimana individu mengalami perubahan dari anak-anak menuju dewasa termasuk perubahan fisik. Persoalan perilaku remaja sebagai akibat dari ...
Dampak Sosiologis dan Kesehatan Psikologis Masyarakat atas Pernikahan Dini
Dampak Sosiologis dan Kesehatan Psikologis Masyarakat atas Pernikahan Dini
Pernikahan dini adalah masalah umum di banyak masyarakat, termasuk Desa Kayumas, Arjasa Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kesehatan sosiologis dan psi...
Sosialisasi Anti Narkoba dan Bahaya Pernikahan Dini di Desa Semoyang Lombok Tengah
Sosialisasi Anti Narkoba dan Bahaya Pernikahan Dini di Desa Semoyang Lombok Tengah
Kasus narkoba dan pernikahan usia dini merupakan dua masalah yang sampai sekarang belum bisa ditangani sampai tuntas, khususnya di wilayah NTB. Hal ini terbukti dengan semakin meni...
Early Marriage Factors Indonesian Using Spatial Regression Analysis
Early Marriage Factors Indonesian Using Spatial Regression Analysis
Pernikahan merupakan suatu ikatan sakral yang diakui secara sosial dan agama untuk membentuk sebuah keluarga, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Persentase...

