Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ALI SYARIATI: PEMIKIRAN DAN GAGASANNYA TENTANG KONSEP RAUSYANFIKIR

View through CrossRef
Rausyanfkir adalah refleksi daripada golongan intelektual berkenaan peranan dan tanggungjawab seorang intelektual. Konsep ini adalah berdasarkan tiga aspek, iaitu intelektualisme, ideologi dan idealisme. Konsep intelektualisme menjelaskan perbezaan antara istilah ‘intelektual’ dan ulama untuk mentakrifkan semula fungsi dan peranan intelektual. Aspek ideologi pula ialah seorang rausyanfkir perlu mengembalikan semula semangat Islam menerusi kaedah hermeneutik terhadap syarat ibadah, al-Quran dan hadis. Sementara konsep idealisme ialah seorang rausyanfkir perlu berfikiran ‘manusia ideal’, iaitu yakin dengan ilmu pengetahuan serta kemampuan diri dan masyarakatnya. Rausyanfkir adalah konsep yang sering dibincangkan oleh Ali Syariati dalam setiap karya dan kuliah. Objektif makalah ini adalah untuk membincangkan pemikiran Ali Syariati berkenaan kepentingan intelektual dan pengaruhnya dalam pemikiran golongan belia sebelum Revolusi Iran 1978. Kajian ini menggunakan kaedah perpustakaan dengan merujuk kepada sumber sekunder seperti buku dan jurnal. Penulisan makalah ini mendapati bahawa konsep rausyanfkir dalam pemikiran Ali Syariati mempunyai banyak kaitan dengan penjelmaan seorang intelektual yang menyedari isu-isu yang dihadapi oleh masyarakatnya tetapi pada masa yang sama tidak menafikan ajaran Islam dalam kehidupanya.   Rausyanfikir is a reflection from the intellectuals on the role and responsibilities of an intellectual. This concept is based on three aspects, namely intellectualism, ideology and idealism. The concept of intellectualism explains the difference between the terms ‘intellectual’ and scholarly to redefine the function and role of intellectuals. The ideological aspect is that a rausyanfikir needs to restore the spirit of Islam through hermeneutic methods on the conditions of ibadah, al-Quran and hadith. While the concept of idealism is a rausyanfikir need to think 'ideal man' that is confident in the knowledge and ability of himself and his society. Rausyanfikir is a concept that is often discussed by Ali Syariati in every work and lecture. The objective of this paper is to discuss Ali Syariati's thoughts on intellectual importance and his influence in the thinking of youths before the 1978 Iranian Revolution. This study uses the library method with reference to secondary sources such as books and journals. The finding of this paper is that the concept of rausyanfikir in the mind of Ali Syariati has a lot to do with the incarnation of an intellectual who is aware of the issues faced by his society but at the same time does not deny the teachings of Islam in his life.
Title: ALI SYARIATI: PEMIKIRAN DAN GAGASANNYA TENTANG KONSEP RAUSYANFIKIR
Description:
Rausyanfkir adalah refleksi daripada golongan intelektual berkenaan peranan dan tanggungjawab seorang intelektual.
Konsep ini adalah berdasarkan tiga aspek, iaitu intelektualisme, ideologi dan idealisme.
Konsep intelektualisme menjelaskan perbezaan antara istilah ‘intelektual’ dan ulama untuk mentakrifkan semula fungsi dan peranan intelektual.
Aspek ideologi pula ialah seorang rausyanfkir perlu mengembalikan semula semangat Islam menerusi kaedah hermeneutik terhadap syarat ibadah, al-Quran dan hadis.
Sementara konsep idealisme ialah seorang rausyanfkir perlu berfikiran ‘manusia ideal’, iaitu yakin dengan ilmu pengetahuan serta kemampuan diri dan masyarakatnya.
Rausyanfkir adalah konsep yang sering dibincangkan oleh Ali Syariati dalam setiap karya dan kuliah.
Objektif makalah ini adalah untuk membincangkan pemikiran Ali Syariati berkenaan kepentingan intelektual dan pengaruhnya dalam pemikiran golongan belia sebelum Revolusi Iran 1978.
Kajian ini menggunakan kaedah perpustakaan dengan merujuk kepada sumber sekunder seperti buku dan jurnal.
Penulisan makalah ini mendapati bahawa konsep rausyanfkir dalam pemikiran Ali Syariati mempunyai banyak kaitan dengan penjelmaan seorang intelektual yang menyedari isu-isu yang dihadapi oleh masyarakatnya tetapi pada masa yang sama tidak menafikan ajaran Islam dalam kehidupanya.
  Rausyanfikir is a reflection from the intellectuals on the role and responsibilities of an intellectual.
This concept is based on three aspects, namely intellectualism, ideology and idealism.
The concept of intellectualism explains the difference between the terms ‘intellectual’ and scholarly to redefine the function and role of intellectuals.
The ideological aspect is that a rausyanfikir needs to restore the spirit of Islam through hermeneutic methods on the conditions of ibadah, al-Quran and hadith.
While the concept of idealism is a rausyanfikir need to think 'ideal man' that is confident in the knowledge and ability of himself and his society.
Rausyanfikir is a concept that is often discussed by Ali Syariati in every work and lecture.
The objective of this paper is to discuss Ali Syariati's thoughts on intellectual importance and his influence in the thinking of youths before the 1978 Iranian Revolution.
This study uses the library method with reference to secondary sources such as books and journals.
The finding of this paper is that the concept of rausyanfikir in the mind of Ali Syariati has a lot to do with the incarnation of an intellectual who is aware of the issues faced by his society but at the same time does not deny the teachings of Islam in his life.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk Pemikiran Hukum Islam di Indonesia
Produk pemikiran hukum Islam di Indonesia terdiri dari produk pemikiran fikih, produk pemikiran fatwa ulama, produk pemikiran keputusan pengadilan (yurisprudensi), produk pemikiran...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Pemikiran pendidikan adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Untuk...
DINAMIKA PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PEMIKIRAN EROPA
DINAMIKA PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM PEMIKIRAN EROPA
Perkembangan perubahan eropa pada saat dulu sampai dengan sekarang masih sangat mempengaruhi terhadap pemikiran-pemikiran yang ada di bangsa eropa. Dimana pemikiran-pemikiran terse...
KONSEP PEMIKIRAN AMIRUL ULUM DALAM BUKUNYA KARTINI NYANTRI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
KONSEP PEMIKIRAN AMIRUL ULUM DALAM BUKUNYA KARTINI NYANTRI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
ABSTRACT: This study proposes the concept of Amirul Ulum's thought in his book Kartini Nyantri and its relevance in Islamic Education. Seeing the fact that Kartini is a woman warri...
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF ISMAIL RAJI AL-FARUQI
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF ISMAIL RAJI AL-FARUQI
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai untuk mengetahui secara lebih mendalam dasar pemikiran al-Faruqi tentang pandangan filosofisnya tentang manusia, ilmu p...

Back to Top