Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Literatur: Gambaran Klinis dan Prosedur Diagnostik Onikomikosis

View through CrossRef
Onikomikosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang kuku. Jamur penyakit kuku dapat disebabkan oleh jamur dermatofit, maupun non dermatofit. Jamur golongan dermatofit terdiri dari 3 genus saja yaitu Tricophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Semua genus tersebut memiliki enzim keratinase yang menjadi penentu termasuk jamur dermatofita, dengan penyakit yang diderita biasanya disebut Tinea unguium. Adapun jamur lain yang dapat menyebabkan onikomikosis yang bukan termasuk 3 Genus tersebut, maka dikelompokkan paada jamur non dermatofita. Gejala yang ditimbulkan onikomikosis bervariasi bergantung gejala yang diderita penderita, diantaranya perubahan warna pada lempeng kuku, onikolisis, dan hiperkeratosis subungual yang dapat menyebabkan penebalan lempeng kuku. Prevalensi onikomikosis di Indonesia menunjukkan angka 3,5-4,7%, dan 80-90% diantaranya merupakan kasus onikomikosis yang disebabkan oleh jamur Trichophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes. Banyaknya kasus onikomikosis tersebut, membuat perlu diadakan kajian dalam penyampaian pencegahan onikomikosis. Dalam jurnal ini dibahas mengenai gembaran klinis serta prosedur diagnosis onikomisis, dan pengobatan yang dilakukan dalam mengurangi infeksi onikomikosis yang dapat dilakukan dengan pengobatan topikal maupun oral. Obat yang biasa digunakan untuk pengobatan onikomikosis diantaranya ciclopirox, eficonazole, dan Amorolfine.
Title: Studi Literatur: Gambaran Klinis dan Prosedur Diagnostik Onikomikosis
Description:
Onikomikosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang kuku.
Jamur penyakit kuku dapat disebabkan oleh jamur dermatofit, maupun non dermatofit.
Jamur golongan dermatofit terdiri dari 3 genus saja yaitu Tricophyton, Microsporum, dan Epidermophyton.
Semua genus tersebut memiliki enzim keratinase yang menjadi penentu termasuk jamur dermatofita, dengan penyakit yang diderita biasanya disebut Tinea unguium.
Adapun jamur lain yang dapat menyebabkan onikomikosis yang bukan termasuk 3 Genus tersebut, maka dikelompokkan paada jamur non dermatofita.
Gejala yang ditimbulkan onikomikosis bervariasi bergantung gejala yang diderita penderita, diantaranya perubahan warna pada lempeng kuku, onikolisis, dan hiperkeratosis subungual yang dapat menyebabkan penebalan lempeng kuku.
Prevalensi onikomikosis di Indonesia menunjukkan angka 3,5-4,7%, dan 80-90% diantaranya merupakan kasus onikomikosis yang disebabkan oleh jamur Trichophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes.
Banyaknya kasus onikomikosis tersebut, membuat perlu diadakan kajian dalam penyampaian pencegahan onikomikosis.
Dalam jurnal ini dibahas mengenai gembaran klinis serta prosedur diagnosis onikomisis, dan pengobatan yang dilakukan dalam mengurangi infeksi onikomikosis yang dapat dilakukan dengan pengobatan topikal maupun oral.
Obat yang biasa digunakan untuk pengobatan onikomikosis diantaranya ciclopirox, eficonazole, dan Amorolfine.

Related Results

HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN ONIKOMIKOSIS PADA KUKU TANGAN DAN KUKU KAKI PETANI
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN ONIKOMIKOSIS PADA KUKU TANGAN DAN KUKU KAKI PETANI
Abstrak: Hubungan Perilaku Personal Hygiene dengan Kejadian Onikomikosis pada Kuku Tangan dan Kuku Kaki Petani. Onikomikosis merupakan infeksi jamur akibat dermatofita maupun yeast...
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Perawat pendidik klinis yang tidak melibatkan aspek budaya dalam proses pembelajaran klinis akan mempengaruhi serta menghambat capaian tujuan pembelajaran klinis. Unsur budaya dala...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN ONIKOMIKOSIS PADA PETANI DESA KEDOKAN GABUS
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN ONIKOMIKOSIS PADA PETANI DESA KEDOKAN GABUS
Onikomikosis dapat menyerang seorang individu yang lingkungan kerjanya lembab juga kotor seperti petani. Kurangnya kesadaran akan pentingnya personal hygiene dan tidak menggunakan ...
Pendahuluan:Keputusan klinis yang dibuat perawat harus didukung dengan data yang akurat serta lengkap dan sistim yang baik. Namun dalam pelaksanaan perawatan pasien, pembuatan kepu...
Pembelajaran Keterampilan Menulis Paragraf Prosedur Topik Perkalian Menggunakan Teknik Scaffolding dan Teknik Tugas Menyalin
Pembelajaran Keterampilan Menulis Paragraf Prosedur Topik Perkalian Menggunakan Teknik Scaffolding dan Teknik Tugas Menyalin
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) prosedur pembelajaran keterampilan menulis paragraf prosedur topik perkalian menggunakan teknik scaffolding dan teknik tugas meny...
Leitlinie
Leitlinie
1. Leitlinie: Venöse Diagnostik mit der Phlebodynamometrieder Deutschen Gesellschaft für PhlebologieAWMF-Leitlinien-Register-Nr. 037/013Entwicklungsstufe: 1Zuletzt aktualisiert: Ma...

Back to Top