Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Pelaksanaan Inisisasi Menyusu Dini Pada Bayi Baru Lahir Oleh Tenaga Kesehatan Di Ruang Bersalin RSUD Ciamis
View through CrossRef
Latar Belakang. Angka keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini di Indonesia dengan Negara Internasional masih jauh tertinggal, di Amerika Serikat tahun 1999 IMD mencapai 86,5 % di Belanda pada tahun 2005 mencapai 78 %, menurut WHO (2007) di Indonesia IMD baru mencapai 4,8 % data Riskesdas (2010) IMD kurang dari 1 jam di Indonesia baru mencapai 29,3 %. Fakta mengidentifikasikan masih rendahnya pencapaian IMD di Indonesia. Metode penelitian. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utamanya untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2012). Peneliti ingin mengetahui gambaran pelaksanaan IMD pada BBL oleh petugas kesehatan di ruang bersalin RSUD Ciamis. Hasil penelitian. gambaran pelaksanaan langkah I, II dan III Inisiasi Menyusu Dini oleh Tenaga Kesehatan di Ruang Bersalin RSUD Ciamis Periode April s/d Mei Tahun 2016 kategori baik sebanyak 3 orang (13,6 %), kategori cukup sebanyak 13 orang (59,1 %), kategori kurang sebanyak 6 orang (27,3%). Kesimpulan. Pelaksanaan I nisiasi Menyusu Dini pada Bayi Baru Lahir oleh Tenaga Kesehatan (Bidan) di ruang bersalin RSUD Ciamis secara keseluruhan dari langkah I, II, III yaitu frekuensi tertinggi yang termasuk kategori cukup sebanyak 13 orang (59,1%). Bagi tenaga kesehatan lebih ditingkatkan mengenai langkah-langkah IMD yang belum dilaksanakan secara tepat dan benar.
Jurnal Kesehatan, STIKes Muhammadiyah Ciamis
Title: Gambaran Pelaksanaan Inisisasi Menyusu Dini Pada Bayi Baru Lahir Oleh Tenaga Kesehatan Di Ruang Bersalin RSUD Ciamis
Description:
Latar Belakang.
Angka keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini di Indonesia dengan Negara Internasional masih jauh tertinggal, di Amerika Serikat tahun 1999 IMD mencapai 86,5 % di Belanda pada tahun 2005 mencapai 78 %, menurut WHO (2007) di Indonesia IMD baru mencapai 4,8 % data Riskesdas (2010) IMD kurang dari 1 jam di Indonesia baru mencapai 29,3 %.
Fakta mengidentifikasikan masih rendahnya pencapaian IMD di Indonesia.
Metode penelitian.
Metode yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utamanya untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2012).
Peneliti ingin mengetahui gambaran pelaksanaan IMD pada BBL oleh petugas kesehatan di ruang bersalin RSUD Ciamis.
Hasil penelitian.
gambaran pelaksanaan langkah I, II dan III Inisiasi Menyusu Dini oleh Tenaga Kesehatan di Ruang Bersalin RSUD Ciamis Periode April s/d Mei Tahun 2016 kategori baik sebanyak 3 orang (13,6 %), kategori cukup sebanyak 13 orang (59,1 %), kategori kurang sebanyak 6 orang (27,3%).
Kesimpulan.
Pelaksanaan I nisiasi Menyusu Dini pada Bayi Baru Lahir oleh Tenaga Kesehatan (Bidan) di ruang bersalin RSUD Ciamis secara keseluruhan dari langkah I, II, III yaitu frekuensi tertinggi yang termasuk kategori cukup sebanyak 13 orang (59,1%).
Bagi tenaga kesehatan lebih ditingkatkan mengenai langkah-langkah IMD yang belum dilaksanakan secara tepat dan benar.
Related Results
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
Asuhan Kebidanan pada Bayi Ny. R dengan Inisiasi Menyusu Dini
Asuhan Kebidanan pada Bayi Ny. R dengan Inisiasi Menyusu Dini
Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dan harus menyesuaikan diri di luar kandungan. Bayi baru lahir sangat rentan kehilangan panas sehingga potensial terjadi hipotermia. Berdasar...
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
HUBUNGAN KEHAMILAN POST DATE DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Abstrak
Asfiksia neonatorum merupakan keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus, dan me...
INISIASI MENYUSU DINI MEMPERCEPAT INVOLUSI UTERUS
INISIASI MENYUSU DINI MEMPERCEPAT INVOLUSI UTERUS
Background: One of the factors that influence uterine involution is early initiation of breastfeeding (IMD). When breastfeeding occurs stimulation and the release of hormones, incl...
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
PADA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR
Asfiksia neonatorum termasuk dalam bayi baru lahir dengan risiko tinggii karena memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kematian bayi atau menjadi sakit berat dalam masa neonat...
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD SOEHADI PRIJONEGORO KABUPATEN SRAGEN
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD SOEHADI PRIJONEGORO KABUPATEN SRAGEN
Latar belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan penyebab terbesar persalinan prematur dengan berbagai akibat. Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) mendekati 10% dari semua persalin...
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
Latar Belakang : Status gizi ibu selama masa kehamilan mempunyai peranan penting terhadap panjang badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi baru lahir tergolong stunting apabila memili...

