Javascript must be enabled to continue!
Kematangan Emosi Dan Perilaku Agresi Pada Remaja
View through CrossRef
Perilaku agresi dapat dilakukan secara fisik atau verbal, salah satu penyebab terjadinya perilaku agresi di kalangan remaja adalah ketidakmatangan emosi. Kematangan emosi merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan emosinya, mampu memahami dirinya maupun orang lain dan menerima kenyataan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan perilaku agresi pada remaja yang tinggal di permukiman Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan skala Likert. Responden terdiri dari 147 remaja akhir yang berusia antara 18 hingga 21 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi antara kematangan emosi dan perilaku agresi dengan nilai p=0,01 (p<0,05). Koefisien korelasi r= -0, 212 menunjukkan nilai hubungan negatif antara emosi dan perilaku kekerasan. Nilai koefisien korelasi menunjukkan nilai negatif berarti semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah perilaku agresi dan sebaliknya semakin rendah kematangan emosi maka semakin tinggi perilaku agresi.
Title: Kematangan Emosi Dan Perilaku Agresi Pada Remaja
Description:
Perilaku agresi dapat dilakukan secara fisik atau verbal, salah satu penyebab terjadinya perilaku agresi di kalangan remaja adalah ketidakmatangan emosi.
Kematangan emosi merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan emosinya, mampu memahami dirinya maupun orang lain dan menerima kenyataan yang terjadi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan perilaku agresi pada remaja yang tinggal di permukiman Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan skala Likert.
Responden terdiri dari 147 remaja akhir yang berusia antara 18 hingga 21 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi antara kematangan emosi dan perilaku agresi dengan nilai p=0,01 (p<0,05).
Koefisien korelasi r= -0, 212 menunjukkan nilai hubungan negatif antara emosi dan perilaku kekerasan.
Nilai koefisien korelasi menunjukkan nilai negatif berarti semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah perilaku agresi dan sebaliknya semakin rendah kematangan emosi maka semakin tinggi perilaku agresi.
Related Results
Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika emosi Kinan dalam novel Layangan Putus Karya Mommy Asf. Pendekatan yang digunakan adalah Psikologi Sastra. Metode yang d...
Hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja di Bandar Lampung
Hubungan kecerdasan emosi dengan perilaku agresi remaja di Bandar Lampung
Background: Today we often hear and even see acts of violence that occur in our surroundings, both verbally and non-verbally. Not infrequently also in the family, community and sch...
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ORANG TUA DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA DI KOTA LHOKSEUMAWE
Dalam fase perkembangan remaja, remaja sering mengalami berbagai tantangan, salah satu tantangan yang sering dihadapi remaja adalah munculnya perilaku menyimpang. Perilaku menyimpa...
Pengaruh Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Terhadap Kematangan Emosi Pada Remaja
Pengaruh Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Terhadap Kematangan Emosi Pada Remaja
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan ayah terhadap kematangan emosi pada remaja akhir. Definisi kematangan emosi menggunakan teori dari Katkovsky dan Gor...
Gambaran Perilaku Disregulasi Emosi Anak Prasekolah Usia 3-4 Tahun
Gambaran Perilaku Disregulasi Emosi Anak Prasekolah Usia 3-4 Tahun
Abstrak. Regulasi emosi merupakan kemampuan anak dalam mengekspresikan, mengenali dan mengatur emosi agar dapat ditampilkan sesuai dengan norma sosial yang berlaku. Sebaliknya, dis...
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peraturan Emosional Terhadap Cenderung Perilaku Bullying Pada Kelompok Remaja Di SMP 3 Semparuk
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peraturan Emosional Terhadap Cenderung Perilaku Bullying Pada Kelompok Remaja Di SMP 3 Semparuk
Latar belakang: Perilaku Bullying sangat berpengaruh terhadap psikologis anak remaja disebabkan dengan adanya tindakan verbal dan non verbal, salah satunya remaja akan mengalami ba...
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Pendampingan Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja
Permasalahan kesehatan remaja di Indonesia semakin kompleks yang harus ditangani secara komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan unsur dari lintas program dan lintas sektor ...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMAN 2 Kabupaten Bone
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Remaja Di SMAN 2 Kabupaten Bone
Masa remaja adalah masa transisi antara masa kecil dan masa kanak-kanak. Kehidupan dewasa dicirikan oleh pertumbuhan biologis dan psikologis. Ciri-ciri biologisnya adalah pertumbuh...

