Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TAHU PADA UD BERKAH DI KOTA LANGSA

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tahu pada UD. Berkah di Kota Langsa .Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode studi deskriptif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dengan menggunakan metode EOQ, stok pengaman dan titik pemesanan kembali. Berkah tidak menerapkan adanya titik pemesanan kembali sedangkan titik pemesanan kembali menurut EOQ pada tahun 2014 adalah 151 kg , pada tahun 2015 adalah 275 kg dan pada 2016 saat persediaan digudang tinggal sebesar 343 kg. Dari hasil analisis di ketahui total biaya persediaan bahan baku kedelai menurut kebijakan perusahaan tahun 2014 adalah Rp 905.600, pada tahun 2015 adalah Rp 1.010.000 dan pada tahun 2016 adalah Rp 1.105.000. Sedangkan berdasarkan analisis metode EOQ besarnya total biaya persediaan bahan baku kedelai pada tahun 2014 adalah Rp 182.888, pada tahun 2015 adalah Rp 205.067, dan pada tahun 2016 adalah sebesar Rp 232.763. Sehingga jika UD. Berkah menggunakan metode EOQ dapat menghemat pada tahun 2014 sebesar Rp 722.712, pada tahun 2015 sebesar  Rp 804.933 dan pada tahun 2016 adalah sebesar  Rp 872.237. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan oleh UD. Berkah belum efektif dan efisien.
Title: ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TAHU PADA UD BERKAH DI KOTA LANGSA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tahu pada UD.
Berkah di Kota Langsa .
Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode studi deskriptif.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dengan menggunakan metode EOQ, stok pengaman dan titik pemesanan kembali.
 Berkah tidak menerapkan adanya titik pemesanan kembali sedangkan titik pemesanan kembali menurut EOQ pada tahun 2014 adalah 151 kg , pada tahun 2015 adalah 275 kg dan pada 2016 saat persediaan digudang tinggal sebesar 343 kg.
Dari hasil analisis di ketahui total biaya persediaan bahan baku kedelai menurut kebijakan perusahaan tahun 2014 adalah Rp 905.
600, pada tahun 2015 adalah Rp 1.
010.
000 dan pada tahun 2016 adalah Rp 1.
105.
000.
Sedangkan berdasarkan analisis metode EOQ besarnya total biaya persediaan bahan baku kedelai pada tahun 2014 adalah Rp 182.
888, pada tahun 2015 adalah Rp 205.
067, dan pada tahun 2016 adalah sebesar Rp 232.
763.
Sehingga jika UD.
Berkah menggunakan metode EOQ dapat menghemat pada tahun 2014 sebesar Rp 722.
712, pada tahun 2015 sebesar  Rp 804.
933 dan pada tahun 2016 adalah sebesar  Rp 872.
237.
Berdasarkan analisis dapat disimpulkan pengendalian persediaan bahan baku yang dilakukan oleh UD.
Berkah belum efektif dan efisien.

Related Results

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
Abstract: The purpose of this study was to determine the analysis of production cost collection at the SKM Tofu Factory in Banjarbaru and to apply the Economic Order Quantity (EOQ)...
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
ANALISA SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI BINTANG PRIMA ACEH BESAR
Perencanaan persediaan bahan baku merupakan salah satu peranan yang sangat penting dalam dunia industri untuk meningkatkan permintaan pasar. Sebuah perencanaan produksi akan berjal...
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Untuk meraih keuntungan dalam bisnis, perlu menetapkan keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan perencanaan. Persediaan adalah kegiatan untuk memenuhi...
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
APLIKASI PROGRAM LINIER DALAM PEMBELIAN BAHAN BAKU
Pengambilan keputusan pembelian bahan baku merupakan salah satu aspek yang penting guna kelancaran produksi. Kesalahan dalam merencanakan kebutuhan bahan baku berakibat pada p...
Penerapan Model EOQ pada Persediaan Barang untuk Banyak Produk (Multi-Item)
Penerapan Model EOQ pada Persediaan Barang untuk Banyak Produk (Multi-Item)
Abstract. Control of the inventory of a raw material can assist a company's activities in regulating and ensuring the smoothness and sustainability of a production process that cou...
OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS DI AGRONAS GIZI FOOD)
OPTIMALISASI PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS DI AGRONAS GIZI FOOD)
Optimalisasi persediaan bahan baku dimaksudkan guna memenuhi kebutuhan bahan baku untuk proses produksi pada waktu yang akan datang, kegiatan pengendalian persediaan bahan baku men...
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU ROTAN MENGGUNAKAN METODE EOQ DAN POQ
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU ROTAN MENGGUNAKAN METODE EOQ DAN POQ
Persediaan persediaan bahan baku perlu dilakukan untuk meminimalkan biaya penyimpanan dan pemesanan bahan baku. UMKM Sekar Sari Perawang merupakan sebuah perusahaan industri yang k...

Back to Top