Javascript must be enabled to continue!
PENGGUNAAN UNGKAPAN TABU DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN: KAJIAN SOSIO-PRAGMATIK
View through CrossRef
Setiap bahasa pastinya memiliki ungkapan-ungkapan tabu. Tidak terkecuali di Desa Tenganan, Pegringsingan. Penelitian ini berfokus pada jenis dan motif penggunaan ungkapan tabu pada kelompok masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-pragmatik dengan metode lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat lokal Desa Tenganan Pegringsingan. Metode wawancara dan pengamatan partisipasif digunakan sebagai metode pengumpulan data. Dalam mengumpulkan data, peneliti tidak menggunakan wawancara sistematis namun dengan teknik pancingan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di desa Tenganan Pegringsingan terdapat 16 ungkapan tabu yang diklasifikasi menjadi 7 jenis, yaitu ungkapan tabu berjenis aktivitas, hewan, organ tubuh, excrement, sakral, makian, dan ungkapan tabu bersifat pronominal. Selain itu, adapun 4 motif yang menjadi alasan mengapa ungkapan tersebut diucapkan. Melalui hasil analisis data, ditemukan bahwa norma kesopanan mempunyai peran penting dalam bermasyarakat di Desa Tenganan Pegringsingan dalam hal menjaga nilai kesakralan adat istiadat Desa Tenganan Pegringsingan
Center of Language and Culture Studies
Title: PENGGUNAAN UNGKAPAN TABU DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN: KAJIAN SOSIO-PRAGMATIK
Description:
Setiap bahasa pastinya memiliki ungkapan-ungkapan tabu.
Tidak terkecuali di Desa Tenganan, Pegringsingan.
Penelitian ini berfokus pada jenis dan motif penggunaan ungkapan tabu pada kelompok masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-pragmatik dengan metode lapangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Sumber data penelitian ini adalah masyarakat lokal Desa Tenganan Pegringsingan.
Metode wawancara dan pengamatan partisipasif digunakan sebagai metode pengumpulan data.
Dalam mengumpulkan data, peneliti tidak menggunakan wawancara sistematis namun dengan teknik pancingan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di desa Tenganan Pegringsingan terdapat 16 ungkapan tabu yang diklasifikasi menjadi 7 jenis, yaitu ungkapan tabu berjenis aktivitas, hewan, organ tubuh, excrement, sakral, makian, dan ungkapan tabu bersifat pronominal.
Selain itu, adapun 4 motif yang menjadi alasan mengapa ungkapan tersebut diucapkan.
Melalui hasil analisis data, ditemukan bahwa norma kesopanan mempunyai peran penting dalam bermasyarakat di Desa Tenganan Pegringsingan dalam hal menjaga nilai kesakralan adat istiadat Desa Tenganan Pegringsingan.
Related Results
Customary Forest Management Based on Cultural Spatial Tripartite Scheme in Tenganan Pegringsingan
Customary Forest Management Based on Cultural Spatial Tripartite Scheme in Tenganan Pegringsingan
The customary forest of Tenganan Pegringsingan in Karangasem, Bali, received the Customary Forest Decree from the Ministry of Environment and Forestry in 2019 as a part of Social F...
Pengelolaan Hutan Adat sebagai Kawasan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem Bali
Pengelolaan Hutan Adat sebagai Kawasan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem Bali
Tenganan Pegringsingan Village's customary forest is well preserved because it is regulated by customary regulations called Awig-awig. This research on customary forest management ...
The THE STRUGGLE OF INDIGENOUS PEOPLE TOWARDS THE REORIENTATION OF BHISAMA IN FACING CULTURAL CAPITALIZATION IN TENGANAN DAUH TUKAD VILLAGE
The THE STRUGGLE OF INDIGENOUS PEOPLE TOWARDS THE REORIENTATION OF BHISAMA IN FACING CULTURAL CAPITALIZATION IN TENGANAN DAUH TUKAD VILLAGE
Tenganan Dauh Tukad Village, which is one of the Bali Aga Villages, has a bhisama that contains a prohibition on selling land to parties outside the village. Tenganan Dauh Tukad Vi...
GAMELAN SELONDING CHRICAL FUNCTIONS IN TENGANAN PEGRINGSINGAN VILLAGE
GAMELAN SELONDING CHRICAL FUNCTIONS IN TENGANAN PEGRINGSINGAN VILLAGE
This paper aims to study and understand the sacredness of the Salonding gamelan in Tenganan Village in its context with religious rituals and the people of Tenganan Village as prot...
Pengembangan Agrowisata di Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem
Pengembangan Agrowisata di Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem
Development of Agrowisata in Tenganan Dauh Tukad Village, Manggis District, Karangasem District
Tenganan Dauh Tukad Village is one of the villages located close to popular to...
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
KLASIFIKASI TABU PADA MASYARAKAT BANJAR (Taboo Classification in Banjar Society)
Penelitian ini mengkaji klasifikasi tabu pada masyarakat Banjar. Masalah yang dikaji adalah bagaimana klasifikasi tabu perbuatan dan klasifikasi tabu kebahasaan pada masyarakat Ban...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...

