Javascript must be enabled to continue!
Konsep Makar (Tipu Daya) Tuhan Prespektif Semantik Toshiko Izutsu
View through CrossRef
Artikel ini membahasa terkait term makar dalam Al-Qur’an dengan analisis kebahsaan yaitu pendekatan semantic Toshihiko Izutsu. Pemahaman terhadap makar pada saat ini hanya menitik beratkan pada konotasi negative dan hanya terjadi di dunia politik karena kekuasaan, namun pada hakikatnya makar sering terjadi karena rasa dengki dan siapa saja dapat melakukan makar. Makar dalam Al-Qur’an tidak hanya bersifat negative, hal ini diperkuat dengan adanya Tuhan sebagai pelaku makar. Maka, peneliti mencoba mengungkap pemahaman terhadap makar yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan melakukan kajian teoritis dan kajian historis terhadap term makar. Dalam penelitian ini, peneliti membuktikan bahwa makar merupakan perbuatan tipu daya muslihat, makar dalam Al-Qur’an tidak hanya berkonotasi negatif, namun juga postif dengan pengecualian Tuhan sebagai pelaku makar untuk membuktikan kekuasaan Nya. Penelitian ini juga membuktikan bahwa pelaku makar tidak hanya dilakukan di dunia politik, namun juga di masyarakat sekitar. Bentuk makar dalam Al-Qur’an di antaranya Al Kinayah, Al Bghyu, Al Kaid, Al Mihal, Al Khida’, Al ‘Itimar, Al Dakhl yang memiliki kemiripan makna, namun karakter yang berbeda, seperti term Al Mihal yang hanya boleh dinisbahkan kepada Allah yang memiliki kekuatan, daya upaya merencanakan tipu daya dengan keahlian unggul. Pembuktian Selanjunya yaitu, makar dalam Al-Qur’an memiliki konteks yang berbeda, di antaranya sebagai adzab, hukuman, pertolongan, perlindungan, pembunuhan, peperangan, penipuan, dan ingkar terhadap ayat-ayat Allah. Maka, konsep pada penelitian ini adalah makar merupakan perbuatan yang harus dihindari karena dapat merusak keharmonisan, namun makar setiap makar yang dilakukan oleh Tuhan akan selalu bersifat baik untuk makhluk Nya.
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri
Title: Konsep Makar (Tipu Daya) Tuhan Prespektif Semantik Toshiko Izutsu
Description:
Artikel ini membahasa terkait term makar dalam Al-Qur’an dengan analisis kebahsaan yaitu pendekatan semantic Toshihiko Izutsu.
Pemahaman terhadap makar pada saat ini hanya menitik beratkan pada konotasi negative dan hanya terjadi di dunia politik karena kekuasaan, namun pada hakikatnya makar sering terjadi karena rasa dengki dan siapa saja dapat melakukan makar.
Makar dalam Al-Qur’an tidak hanya bersifat negative, hal ini diperkuat dengan adanya Tuhan sebagai pelaku makar.
Maka, peneliti mencoba mengungkap pemahaman terhadap makar yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan melakukan kajian teoritis dan kajian historis terhadap term makar.
Dalam penelitian ini, peneliti membuktikan bahwa makar merupakan perbuatan tipu daya muslihat, makar dalam Al-Qur’an tidak hanya berkonotasi negatif, namun juga postif dengan pengecualian Tuhan sebagai pelaku makar untuk membuktikan kekuasaan Nya.
Penelitian ini juga membuktikan bahwa pelaku makar tidak hanya dilakukan di dunia politik, namun juga di masyarakat sekitar.
Bentuk makar dalam Al-Qur’an di antaranya Al Kinayah, Al Bghyu, Al Kaid, Al Mihal, Al Khida’, Al ‘Itimar, Al Dakhl yang memiliki kemiripan makna, namun karakter yang berbeda, seperti term Al Mihal yang hanya boleh dinisbahkan kepada Allah yang memiliki kekuatan, daya upaya merencanakan tipu daya dengan keahlian unggul.
Pembuktian Selanjunya yaitu, makar dalam Al-Qur’an memiliki konteks yang berbeda, di antaranya sebagai adzab, hukuman, pertolongan, perlindungan, pembunuhan, peperangan, penipuan, dan ingkar terhadap ayat-ayat Allah.
Maka, konsep pada penelitian ini adalah makar merupakan perbuatan yang harus dihindari karena dapat merusak keharmonisan, namun makar setiap makar yang dilakukan oleh Tuhan akan selalu bersifat baik untuk makhluk Nya.
Related Results
BEBERAPA TEORI DAN PENDEKATAN SEMANTIK
BEBERAPA TEORI DAN PENDEKATAN SEMANTIK
Tujuan penulisan makalah ini untuk mendeskripsikan pengertian semantik, beberapa teori dan pendekatan. Data dikumpulkan dari pendapat beberapa ahli linguistik. Metode pengumpulan d...
THE OASIS SOIL TYPE CHANGE AND ITS FRACTAL IN MANASI RIVER BASIN BETWEEN 1987–2006, ARID NORTHWESTERN CHINA / MANASI UPĖS BASEINO SAUSRINGOJE ŠIAURĖS VAKARŲ KINIJOJE OAZIŲ DIRVOŽEMIO TIPŲ POKYČIAI IR FRAKTALAI 1987–2006 M
THE OASIS SOIL TYPE CHANGE AND ITS FRACTAL IN MANASI RIVER BASIN BETWEEN 1987–2006, ARID NORTHWESTERN CHINA / MANASI UPĖS BASEINO SAUSRINGOJE ŠIAURĖS VAKARŲ KINIJOJE OAZIŲ DIRVOŽEMIO TIPŲ POKYČIAI IR FRAKTALAI 1987–2006 M
During the past 20 years, great landscape changes took place in the northwest of China. Landscape change resulted in soil type transformations. This paper discusses the changes and...
Kekuasaan Dan Kedaulatan Tuhan (Yeremia 18: 1-17)
Kekuasaan Dan Kedaulatan Tuhan (Yeremia 18: 1-17)
Yeremia di suruh TUHAN untuk pergi kerumah tukang periuk. Sebenarnya apa tujuan dan maksud TUHAN menyuruh nabi Yeremia ke rumah tukang periuk? Ada apa dengan tukang periuk? Tujuan ...
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Senam anak sholih merupakan salah satu bentuk dari senam irama yang dilakukan dengan mengikuti irama musik atau nyanyian serta melatih jasmani yang sistematis, teratur dan terencan...
Anak-Anak Imam Eli (I Samuel 2-3) Dan Refleksinya Bagi Anak-Anak Hamba Tuhan
Anak-Anak Imam Eli (I Samuel 2-3) Dan Refleksinya Bagi Anak-Anak Hamba Tuhan
Pengalaman anak-anak Imam Eli bisa jadi dialami oleh anak-anak hamba Tuhan. Anak-anak hamba Tuhan memiliki pergumulan khusus, yang bisa berimbas negatif tapi juga bisa berimbas pos...
Kata Ash-Shirāṭ dan Tarāduf-nya dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu) / The word Ash-Shirāṭ and its Tarāduf in the Qur'an (Toshihiko Izutsu's Semantic Study)
Kata Ash-Shirāṭ dan Tarāduf-nya dalam Al-Qur’an (Kajian Semantik Toshihiko Izutsu) / The word Ash-Shirāṭ and its Tarāduf in the Qur'an (Toshihiko Izutsu's Semantic Study)
This study aims to examine the meaning and use of the words Shirat and Tarāduf in the Qur'an with a semantic approach according to Toshihiko Izutsu. This study uses a qualitative m...
Semantik Al-Qur’an (Toshihiko Izutsu)
Semantik Al-Qur’an (Toshihiko Izutsu)
Babak awal dalam kesadaran semantik, dalam jagad penafsiran al-Qur’an, dimulai sejak sarjana yang bernama Muqatil ibn Sulayman. Meski karya tafsir Mujahid dalam poin tertentu melam...
NEOPLATONISME SEBAGAI REFLEKSI TUHAN DALAM HIDUP
NEOPLATONISME SEBAGAI REFLEKSI TUHAN DALAM HIDUP
Neoplatonisme adalah suatu aliran filsafat yang menggabungkan ajaran Plato dengan elemen-elemen dari kebudayaan Helenistik dan agama-agama timur. Salah satu konsep sentral dalam ne...


