Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Prematur dengan Cerebral Palsy di Rumah Sakit Al-Islam Bandung
View through CrossRef
Abstract. Cerebral palsy (CP) is one of the clinically and socially significant non-progressive neurological disorders, often associated with preterm birth. This study aims to evaluate the relationship between preterm birth and the incidence of CP at Al-Islam Hospital Bandung for the period 2022–2024 using a retrospective approach based on medical record data. Among 519 preterm infants, 40 infants (63,5%) were diagnosed with CP, whereas only 23 infants (36,5%) out of 1,631 term infants were affected. The analysis revealed a significant relationship between preterm birth and the incidence of CP (p < 0.001). An Odds Ratio of 5.838 (95% CI: 3.461–9.849) indicated that preterm infants are 5.8 times more likely to develop CP compared to term infants. This study demonstrates that prematurity is a significant risk factor for CP. Preterm infants have a higher prevalence of CP compared to term infants. These findings underscore the importance of preventive interventions, such as optimal prenatal care and improved neonatal facilities, to reduce the risk of CP in preterm infants. Further research is needed to evaluate other factors that may influence the relationship between prematurity and CP.
Abstrak. Cerebral palsy (CP) merupakan salah satu gangguan neurologis non-progresif yang signifikan secara klinis dan sosial, sering kali berhubungan dengan kelahiran prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kelahiran prematur dan kejadian CP di Rumah Sakit Al-Islam Bandung periode 2022–2024 dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis. Dari 519 bayi prematur, sebanyak 40 bayi (63,5%) mengalami CP, sedangkan dari 1.631 bayi cukup bulan, hanya 23 bayi (36,5%) yang mengalami CP. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara kelahiran prematur dan kejadian CP (p < 0,001). Odds Ratio sebesar 5,838 (95% CI: 3,461–9,849) mengindikasikan bahwa bayi prematur memiliki peluang 5,8 kali lebih besar untuk mengalami CP dibandingkan bayi cukup bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa prematuritas merupakan faktor risiko signifikan untuk CP. Bayi prematur memiliki prevalensi CP yang lebih tinggi dibandingkan bayi cukup bulan. Hasil ini menekankan pentingnya intervensi preventif, seperti perawatan prenatal yang optimal dan peningkatan fasilitas neonatal, untuk mengurangi risiko CP pada bayi prematur. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan antara prematuritas dan CP.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Prematur dengan Cerebral Palsy di Rumah Sakit Al-Islam Bandung
Description:
Abstract.
Cerebral palsy (CP) is one of the clinically and socially significant non-progressive neurological disorders, often associated with preterm birth.
This study aims to evaluate the relationship between preterm birth and the incidence of CP at Al-Islam Hospital Bandung for the period 2022–2024 using a retrospective approach based on medical record data.
Among 519 preterm infants, 40 infants (63,5%) were diagnosed with CP, whereas only 23 infants (36,5%) out of 1,631 term infants were affected.
The analysis revealed a significant relationship between preterm birth and the incidence of CP (p < 0.
001).
An Odds Ratio of 5.
838 (95% CI: 3.
461–9.
849) indicated that preterm infants are 5.
8 times more likely to develop CP compared to term infants.
This study demonstrates that prematurity is a significant risk factor for CP.
Preterm infants have a higher prevalence of CP compared to term infants.
These findings underscore the importance of preventive interventions, such as optimal prenatal care and improved neonatal facilities, to reduce the risk of CP in preterm infants.
Further research is needed to evaluate other factors that may influence the relationship between prematurity and CP.
Abstrak.
Cerebral palsy (CP) merupakan salah satu gangguan neurologis non-progresif yang signifikan secara klinis dan sosial, sering kali berhubungan dengan kelahiran prematur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kelahiran prematur dan kejadian CP di Rumah Sakit Al-Islam Bandung periode 2022–2024 dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis.
Dari 519 bayi prematur, sebanyak 40 bayi (63,5%) mengalami CP, sedangkan dari 1.
631 bayi cukup bulan, hanya 23 bayi (36,5%) yang mengalami CP.
Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara kelahiran prematur dan kejadian CP (p < 0,001).
Odds Ratio sebesar 5,838 (95% CI: 3,461–9,849) mengindikasikan bahwa bayi prematur memiliki peluang 5,8 kali lebih besar untuk mengalami CP dibandingkan bayi cukup bulan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa prematuritas merupakan faktor risiko signifikan untuk CP.
Bayi prematur memiliki prevalensi CP yang lebih tinggi dibandingkan bayi cukup bulan.
Hasil ini menekankan pentingnya intervensi preventif, seperti perawatan prenatal yang optimal dan peningkatan fasilitas neonatal, untuk mengurangi risiko CP pada bayi prematur.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan antara prematuritas dan CP.
Related Results
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
sonyaairinibatubara@unprim...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEMBIAYAAN DAN ARUS KAS DI PELAYANAN RUMAH SAKIT (STUDI LITERATUR)
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEMBIAYAAN DAN ARUS KAS DI PELAYANAN RUMAH SAKIT (STUDI LITERATUR)
Latar Belakang : COVID-19 merupakan tantangan bagi rumah sakit untuk mengaktifkan kembali prosedurkebencanaan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan utama dalam menangani pasien COV...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...
Gambaran Performa Motorik Kasar pada Anak Cerebral Palsy berdasarkan Gross Motor Function Classification System di Rumah Sakit Al-Islam Tahun 2023
Gambaran Performa Motorik Kasar pada Anak Cerebral Palsy berdasarkan Gross Motor Function Classification System di Rumah Sakit Al-Islam Tahun 2023
Abstract. Cerebral palsy (CP) is a heterogeneous condition with varying degrees of severity. Cerebral Palsy is also a condition where cerebral paralysis occurs due to lesions in th...


