Javascript must be enabled to continue!
Parosia Menurut Paulus
View through CrossRef
Kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan penggenapan janji Allah kepada manusia, setelah Kristus mati dan naik ke surga dan firman Tuhan menyaksikan bahwa Ia akan datang kembali ke dunia pada suatu hari kelak. Kedatangan Kristus yang kedua kali berbeda dengan kedatangan-Nya yang pertama dimana telah dinubuatkan oleh nabi baik tempat dan dari keturunan siapa. Kedatangan-Nya yang kedua kali bukan untuk membawa damai melainkan untuk menghakimi dan mengangkat orang-orang percaya, maka setiap orang percaya dituntut hidup berjaga-jaga dan terus menantikan kedatangan itu dengan iman dan pengharapan bahwa Yesus tidak pernah mengingkari janji kedatangan-Nya dan janji itu tidak ditunda sampai genap waktunya. Kedatangan Kristus yang kedua kali (Parousia) merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh setiap orang, namun hal ini tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya. Sebab Yesus sendiri yang mengklaim tentang hal itu, kedatangan-Nya seperti pencuri pada malam hari yang artinya bahwa tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya selain Dia sendiri. Rasul Paulus memberikan pengajaran tentang parousia, bahwa kedatangan-Nya kembali merupakan hal yang pasti, kendatipun waktuNya tidak ada seorangpun yang tahu. Namun setiap orang percaya harus selalu waspada dan siap sedia setiap saat menyambut kedatanganNya. Tuhan Yesus akan datang kembali untuk membangkitkan orang yang mati dalam kristus, kemudian menghancurkan iblis. Hal ini merupakan berita yang penuh sukacita, terlebih lagi karena Ia akan membawa setiap orang yang percaya padaNya ke surga, yaitu tempat mereka yang sebenarnya sebagai warga negara surgawi, dan akan mentransformasi tubuh mereka yang fana kepada tubuh yang tidak fana seperti tubuh-Nya sendiri.
The second coming of Christ is the fulfillment of God's promise to humans, after Christ died and ascended to heaven and God's word testifies that He will come back to earth one day. The second coming of Christ is different from His first coming which was prophesied by the prophet both the place and from whose descendants. His second coming is not to bring peace but to judge and uplift believers, so every believer is required to stand guard and continue to wait for that coming with faith and hope that Jesus never breaks His promise of coming and that promise not postponed until the time is even. The second coming of Christ (Parousia) is something that everyone has been waiting for, but this is not known to anyone. Because Jesus himself claimed about it, His coming was like a thief in the night which means that no one can know but Himself. The Apostle Paul gave teachings about the parousia, that His return was a sure thing, even though His time was unknown. But every believer must be vigilant and ready at all times to welcome His coming. The Lord Jesus will come again to raise the dead in Christ, then destroy the devil. This is joyous news, especially because He will bring everyone who believes in Him to heaven, their true place as a citizen of heaven, and will transform their mortal bodies into immortal bodies like His own.
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, STT Ebenhaezer Tanjung Enim
Title: Parosia Menurut Paulus
Description:
Kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan penggenapan janji Allah kepada manusia, setelah Kristus mati dan naik ke surga dan firman Tuhan menyaksikan bahwa Ia akan datang kembali ke dunia pada suatu hari kelak.
Kedatangan Kristus yang kedua kali berbeda dengan kedatangan-Nya yang pertama dimana telah dinubuatkan oleh nabi baik tempat dan dari keturunan siapa.
Kedatangan-Nya yang kedua kali bukan untuk membawa damai melainkan untuk menghakimi dan mengangkat orang-orang percaya, maka setiap orang percaya dituntut hidup berjaga-jaga dan terus menantikan kedatangan itu dengan iman dan pengharapan bahwa Yesus tidak pernah mengingkari janji kedatangan-Nya dan janji itu tidak ditunda sampai genap waktunya.
Kedatangan Kristus yang kedua kali (Parousia) merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh setiap orang, namun hal ini tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya.
Sebab Yesus sendiri yang mengklaim tentang hal itu, kedatangan-Nya seperti pencuri pada malam hari yang artinya bahwa tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya selain Dia sendiri.
Rasul Paulus memberikan pengajaran tentang parousia, bahwa kedatangan-Nya kembali merupakan hal yang pasti, kendatipun waktuNya tidak ada seorangpun yang tahu.
Namun setiap orang percaya harus selalu waspada dan siap sedia setiap saat menyambut kedatanganNya.
Tuhan Yesus akan datang kembali untuk membangkitkan orang yang mati dalam kristus, kemudian menghancurkan iblis.
Hal ini merupakan berita yang penuh sukacita, terlebih lagi karena Ia akan membawa setiap orang yang percaya padaNya ke surga, yaitu tempat mereka yang sebenarnya sebagai warga negara surgawi, dan akan mentransformasi tubuh mereka yang fana kepada tubuh yang tidak fana seperti tubuh-Nya sendiri.
The second coming of Christ is the fulfillment of God's promise to humans, after Christ died and ascended to heaven and God's word testifies that He will come back to earth one day.
The second coming of Christ is different from His first coming which was prophesied by the prophet both the place and from whose descendants.
His second coming is not to bring peace but to judge and uplift believers, so every believer is required to stand guard and continue to wait for that coming with faith and hope that Jesus never breaks His promise of coming and that promise not postponed until the time is even.
The second coming of Christ (Parousia) is something that everyone has been waiting for, but this is not known to anyone.
Because Jesus himself claimed about it, His coming was like a thief in the night which means that no one can know but Himself.
The Apostle Paul gave teachings about the parousia, that His return was a sure thing, even though His time was unknown.
But every believer must be vigilant and ready at all times to welcome His coming.
The Lord Jesus will come again to raise the dead in Christ, then destroy the devil.
This is joyous news, especially because He will bring everyone who believes in Him to heaven, their true place as a citizen of heaven, and will transform their mortal bodies into immortal bodies like His own.
Related Results
VI I-Teologi Elis
VI I-Teologi Elis
Penulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana semestinya meneladani serta menerapkan pelayanan Paulus pada masa kini oleh seorang pelayan Tuhan. Pelayanan ialah kita mengabdik...
POLA PENDIDIKAN PAULUS DALAM KEPEMIMPINAN ROHANI
POLA PENDIDIKAN PAULUS DALAM KEPEMIMPINAN ROHANI
Pendidikan Paulus berarti segala usaha Paulus dalam mendidik anak didiknya dengan tujuan supaya mereka menjadi pemimpin rohani yang berkualitas. Segala usaha Paulus dalam mendidik ...
Elly Sugianto Angguna-UAS/Semester 3 Pastoral Konseling
Elly Sugianto Angguna-UAS/Semester 3 Pastoral Konseling
TIMOTIUSAyah Timotius adalah seorang Yunani, tetapi ibunya seorang Yahudi. la bertobat pada usia kurang lebih lima belas tahun, ketika Rasul Paulus mengunjungi kota asalnya, Listra...
KONSEP KESELAMATAN MENURUT PANDANGAN RASUL PAULUS
KONSEP KESELAMATAN MENURUT PANDANGAN RASUL PAULUS
Keselamatan dalam konsep Rasul Paulus sangat layak untuk dikaji, karena Rasul Paulus menulis suratnya terlebih dalam perjanjian Baru. Konsep keselamatan ini merupakan doktrin prime...
Pembenaran dan Parousia Menurut Paulus
Pembenaran dan Parousia Menurut Paulus
Pembenaran merupakan hal yang selalu dikaitkan dengan hukum. Pembenaran adalah hal yang sesuai dengan keputusan hakim untuk membenarkan orang yang tidak bersalah. Dalam pandangan Y...
PAULUS: Revista de Comunicação da FAPCOM
PAULUS: Revista de Comunicação da FAPCOM
A revista recebe o nome de um dos grandes pensadores do mundo ocidental, Paulo de Tarso. Paulo (Paulus) é o sujeito que pensa o acontecimento e sua relação com a vida. Vive a exper...
PAULUS: Revista de Comunicação da FAPCOM
PAULUS: Revista de Comunicação da FAPCOM
A revista recebe o nome de um dos grandes pensadores do mundo ocidental, Paulo de Tarso. Paulo (Paulus) é o sujeito que pensa o acontecimento e sua relação com a vida. Vive a exper...
PAULUS: Revista de Comunicação da FAPCOM
PAULUS: Revista de Comunicação da FAPCOM
A revista recebe o nome de um dos grandes pensadores do mundo ocidental, Paulo de Tarso. Paulo (Paulus) é o sujeito que pensa o acontecimento e sua relação com a vida. Vive a exper...

