Javascript must be enabled to continue!
DAYA DUKUNG KERAMBA JARING APUNG IKAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK SABANG ACEH
View through CrossRef
Pulau Weh merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Akan tetapi dengan belum tersedianya kajian mengenai daya dukung pada suatu kawasan perairan menjadi kendala utama dalam peningkatan keberhasilan dan pengembangan budidaya keramba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi daya dukung perairan Teluk Sabang untuk jumlah KJA ikan kerapu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode loading total-P sebanyak 30 stasiun. Berdasarkan hasil perhitungan estimasi limbah, diketahui bahwa total loading-P yang berasal dari budidaya dalam KJA dan dari aktivitas non budidaya pada perairan Teluk Sabang sebesar 977,9 kg P dan total beban P yang diperbolehkan sebesar 25 814,0054 kg. Dengan demikian, diketahui jumlah total produksi ikan yang diterima di perairan sebanyak 26,34 ton ikan. Berdasarkan hasil tersebut, ditemukan bahwa jumlah KJA yang diperbolehkan di perairan Teluk Sabang berjumlah 175 keramba. Apabila dibandingkan dengan jumlah petakan keramba yang eksisting berjumlah 40 keramba sehingga belum melampaui batas maksimum jumlah keramba yang diperbolehkan dan tambahan yang diperbolehkan di perairan Teluk Sabang berjumlah 145 keramba.
Title: DAYA DUKUNG KERAMBA JARING APUNG IKAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK SABANG ACEH
Description:
Pulau Weh merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar.
Akan tetapi dengan belum tersedianya kajian mengenai daya dukung pada suatu kawasan perairan menjadi kendala utama dalam peningkatan keberhasilan dan pengembangan budidaya keramba jaring apung (KJA).
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi daya dukung perairan Teluk Sabang untuk jumlah KJA ikan kerapu.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode loading total-P sebanyak 30 stasiun.
Berdasarkan hasil perhitungan estimasi limbah, diketahui bahwa total loading-P yang berasal dari budidaya dalam KJA dan dari aktivitas non budidaya pada perairan Teluk Sabang sebesar 977,9 kg P dan total beban P yang diperbolehkan sebesar 25 814,0054 kg.
Dengan demikian, diketahui jumlah total produksi ikan yang diterima di perairan sebanyak 26,34 ton ikan.
Berdasarkan hasil tersebut, ditemukan bahwa jumlah KJA yang diperbolehkan di perairan Teluk Sabang berjumlah 175 keramba.
Apabila dibandingkan dengan jumlah petakan keramba yang eksisting berjumlah 40 keramba sehingga belum melampaui batas maksimum jumlah keramba yang diperbolehkan dan tambahan yang diperbolehkan di perairan Teluk Sabang berjumlah 145 keramba.
Related Results
DETERMINAN PRODUKSI BUDIDAYA IKAN MUJAIR DENGAN POLA KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN WARKUK RANAU SELATAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN
DETERMINAN PRODUKSI BUDIDAYA IKAN MUJAIR DENGAN POLA KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN WARKUK RANAU SELATAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN
Determinan produksi budidaya ikan mujair pola keramba jaring apung di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. (Di Bimbing oleh Dr. Fifian Permatasari, S...
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
PELATIHAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI KELURAHAN SUMBERGEDONG TRENGGALEK
PELATIHAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI KELURAHAN SUMBERGEDONG TRENGGALEK
Sistem budidaya atau pembesaran ikan dapat dilakukan sengan sistem keramba jaring apung. Secara teknis, keramba jaring apung diletakkan pada waduk, danau hingga di laut. Sitem budi...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Impact of fishing activities on the fisheries resources and Manado Bay Aquatic environment
Impact of fishing activities on the fisheries resources and Manado Bay Aquatic environment
Manado Bay waters have long been known as a center of artisanal fisheries activities because of the availability of abundant fisheries resources. However, continuous increase in t...
KUALITAS AIR WADUK JATILUHUR DI PURWAKARTA TERHADAP PENGARUH KERAMBA JARING APUNG
KUALITAS AIR WADUK JATILUHUR DI PURWAKARTA TERHADAP PENGARUH KERAMBA JARING APUNG
Waduk Jatiluhur adalah bendungan multiguna pertama di Indonesia yang disediakan 12,9 miliar m3 / tahun potensi air. Dalam operasi sekitar 15 tahun terakhir dengan aktivitas industr...
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAIS (Kryptopterus lais) DI PERAIRAN KAWASAN SEJEGI KABUPATEN MEMPAWAH
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAIS (Kryptopterus lais) DI PERAIRAN KAWASAN SEJEGI KABUPATEN MEMPAWAH
Perairan di Kawasan Sejegi memiliki kawasan hutan lindung yang mempengaruhi keberadaan jenis biota air. Perairan di kawasan Sejegi dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber ai...

