Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno

View through CrossRef
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Maryaeni, M. Pd, (II) Indra Suherjanto, S.Pd.,M.Sn.Novel Membeli Cahaya Bulan karya Kaji Karno adalah novel pertama yang memakai Kota Pasuruan sebagai latar belakang penceritaannya. Novel tersebut banyak menggambarkan berbagai segi kehidupan khas masyarakat Kota Pasuruan beserta permasalahan sosialnya. Novel ini mengangkat tema kesadaran kolektif tokoh utamanya terhadap pembagian varian masyarakat di Kota Pasuruan. Kaji Karno mengemukakan perbagai pandangannya terhadap pembagian varian masyarakat di Kota Pasuruan kemudian “menitipkan” pandangan dunianya tersebut pada penokohan yang ada di dalam novel Membeli Cahaya Bulan. Dalam teori Strukturalisme Genetis, hal ini dipandang sebagai bentuk pandangan dunia dari pengarang yang sersirat maupun tersurat dalam teks. Jenis penelitian ini hasil kajian pustaka dengan fokus utama analisis yang ditujukan untuk mendeskripsikan sebuah teks. Dalam hal ini, teks berupa novel Membeli Cahaya Bulan karya Kaji Karno dianalisis menggunakan pendekatan dan metode tertentu untuk selanjutnya dapat mendeskripsikan isi dan makna dari teks tersebut, baik dalam aspek intrinsik maupu ekstrinsik. Untuk tujuan inilah dipilih pendekatan sosiologi sastra untuk menunjukkan anggapan dasar mengenai totalitas bentuk teks terhadap aspek sosial disekitarnya. Dikarenakan karya sastra merupakan bentuk yang memiliki ciri khas dalam strukturnya, maka peneliti dalam hal ini tidak serta merta melupakan prinsip otonom dari sebuah teks. Prinsip otonom dalam karya sastra dapat dideskripsikan bentuknya melalui analisis struktural terhadap teks. Dengan anggapan dasar pada aspek sosial dalam sastra yang disertai sebuah tujuan untuk mendeskripsikan pula struktur daripada karya itu sendiri, kemudian dipilihlah metode strukturalisme genetis dalam penelitian ini. Pemilihan metode strukturalisme genetik didasarkan pada pemilihan sebuah metode yang dapat mencakup dualitas paradigma struktural dan soiologis dalam satu metode kerja. Stukturalisme genetis sekaligus mampu mencakup pada analisis intrinsik dan ekstrinsik terhadap teks karya sastra. Hal ini dikarenakan metode ini menggunakan paradigma dialektik yang pada dasarnya bertujuan untuk menjawab segala macam dualitas dan kontradiksi. Dengan adanya latar belakang permasalahan kontradiksi antara unsur intrinsik dan ekstrinsik yang mengharuskan digunakannya teosi strukturalisme genetis tersebut, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan dalam tiga poin diantaranya : 1) Bagaimana struktur teks novel Membeli Cahaya Bulan karya Kaji Karno? ; 2) Bagaimana pandangan dunia Kaji Karno dalam novel Membeli Cahaya Bulan? ; Dan 3) Bagaimana pandangan subjek kolektif dalam novel Membeli Cahaya Bulan? Ketiga poin rumusan masalah tersebut kemudian diusahakan pendeskripsiannya untuk menemukan dua pokok penting dalam penelitian ini yang diantaranya badalah untuk menunjukkan bentuk otonom teks dan selanjutnya menemukan bentuk totalitasnya terhadap struktur sosial. Deskripsi dilakukan dengan melakukan analisis teks dan kemudian melakukan analisis kausalitas terhadap aspek-aspek kepengarangan dan struktur sosial masyarakat pada zaman dan dimana novel tersebut lahir. Anggapan dasar tentang adanya hubungan genetis antara karya dan masyarakat yang menjadikannya sebuah totalitas sastra dalam penelitian ini, muncul dalam bentuk penelitian terhadap sebuah hubungan kompleks antara masyarakat sosial, pengarang, dan karya sastra. Hubungan kausalitas ini telah menjadi perhatian sejumlah besar analis karya sastra dunia. Karya sastra sebagai bentuk peresentatif dari pemikiran pengarang adalah hal yang wajar sebagaimana pandangan bahwa sebuah karya sastra tersebut “terlahir” dari “rahim” pemikiran seorang pengarang yang “lahir” pula atas nama keanggotaan kolektifnya. Dalam analisis strukturalisme genetisnya, Goldmann menghindari analisis penghakiman terhadap suatu nilai. Maka oleh karenanya Goldmann menyeimbangkan berbagai unsur pembentuk dunia dan karya sastra dalam pemahaman yang utuh. Pemahaman baik terhadap struktur otonom karya sastra, pandangan dunia pengarang, fakta kemanusiaan, dan subjek kolektif. Bahkan dinyatakannya secara tegas mengenai pemahamannya yang terlalu jauh terhadap fakta dan koletif bukanlah usaha untuk menjauhi individualitas pengarang. Melainkan untuk memperkuat pemahaman terhadap aspek transindividual sehingga dapat diketahuilah seberapa obyektif pandangan pengarang terhdap dunianya. Dengan pesatnya perkembangan sosial dan sastra sosial dalam masyarakat saat ini, secara implisit memanggil para akademisi sebagai analis dibidang sastra untuk dapat memahami dan mengembangkan metode analisisnya sesuai dengan tuntutan perkembangan sosial dalam masyarakat yang melatar belakangi “lahirnya” karya sastra.
Center for Open Science
Title: Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Description:
Rokhmawan,Tristan.
2011.
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno.
Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.
Pembimbing : (I) Prof.
Dr.
Maryaeni, M.
Pd, (II) Indra Suherjanto, S.
Pd.
,M.
Sn.
Novel Membeli Cahaya Bulan karya Kaji Karno adalah novel pertama yang memakai Kota Pasuruan sebagai latar belakang penceritaannya.
Novel tersebut banyak menggambarkan berbagai segi kehidupan khas masyarakat Kota Pasuruan beserta permasalahan sosialnya.
Novel ini mengangkat tema kesadaran kolektif tokoh utamanya terhadap pembagian varian masyarakat di Kota Pasuruan.
Kaji Karno mengemukakan perbagai pandangannya terhadap pembagian varian masyarakat di Kota Pasuruan kemudian “menitipkan” pandangan dunianya tersebut pada penokohan yang ada di dalam novel Membeli Cahaya Bulan.
Dalam teori Strukturalisme Genetis, hal ini dipandang sebagai bentuk pandangan dunia dari pengarang yang sersirat maupun tersurat dalam teks.
Jenis penelitian ini hasil kajian pustaka dengan fokus utama analisis yang ditujukan untuk mendeskripsikan sebuah teks.
Dalam hal ini, teks berupa novel Membeli Cahaya Bulan karya Kaji Karno dianalisis menggunakan pendekatan dan metode tertentu untuk selanjutnya dapat mendeskripsikan isi dan makna dari teks tersebut, baik dalam aspek intrinsik maupu ekstrinsik.
Untuk tujuan inilah dipilih pendekatan sosiologi sastra untuk menunjukkan anggapan dasar mengenai totalitas bentuk teks terhadap aspek sosial disekitarnya.
Dikarenakan karya sastra merupakan bentuk yang memiliki ciri khas dalam strukturnya, maka peneliti dalam hal ini tidak serta merta melupakan prinsip otonom dari sebuah teks.
Prinsip otonom dalam karya sastra dapat dideskripsikan bentuknya melalui analisis struktural terhadap teks.
Dengan anggapan dasar pada aspek sosial dalam sastra yang disertai sebuah tujuan untuk mendeskripsikan pula struktur daripada karya itu sendiri, kemudian dipilihlah metode strukturalisme genetis dalam penelitian ini.
Pemilihan metode strukturalisme genetik didasarkan pada pemilihan sebuah metode yang dapat mencakup dualitas paradigma struktural dan soiologis dalam satu metode kerja.
Stukturalisme genetis sekaligus mampu mencakup pada analisis intrinsik dan ekstrinsik terhadap teks karya sastra.
Hal ini dikarenakan metode ini menggunakan paradigma dialektik yang pada dasarnya bertujuan untuk menjawab segala macam dualitas dan kontradiksi.
Dengan adanya latar belakang permasalahan kontradiksi antara unsur intrinsik dan ekstrinsik yang mengharuskan digunakannya teosi strukturalisme genetis tersebut, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan dalam tiga poin diantaranya : 1) Bagaimana struktur teks novel Membeli Cahaya Bulan karya Kaji Karno? ; 2) Bagaimana pandangan dunia Kaji Karno dalam novel Membeli Cahaya Bulan? ; Dan 3) Bagaimana pandangan subjek kolektif dalam novel Membeli Cahaya Bulan? Ketiga poin rumusan masalah tersebut kemudian diusahakan pendeskripsiannya untuk menemukan dua pokok penting dalam penelitian ini yang diantaranya badalah untuk menunjukkan bentuk otonom teks dan selanjutnya menemukan bentuk totalitasnya terhadap struktur sosial.
Deskripsi dilakukan dengan melakukan analisis teks dan kemudian melakukan analisis kausalitas terhadap aspek-aspek kepengarangan dan struktur sosial masyarakat pada zaman dan dimana novel tersebut lahir.
Anggapan dasar tentang adanya hubungan genetis antara karya dan masyarakat yang menjadikannya sebuah totalitas sastra dalam penelitian ini, muncul dalam bentuk penelitian terhadap sebuah hubungan kompleks antara masyarakat sosial, pengarang, dan karya sastra.
Hubungan kausalitas ini telah menjadi perhatian sejumlah besar analis karya sastra dunia.
Karya sastra sebagai bentuk peresentatif dari pemikiran pengarang adalah hal yang wajar sebagaimana pandangan bahwa sebuah karya sastra tersebut “terlahir” dari “rahim” pemikiran seorang pengarang yang “lahir” pula atas nama keanggotaan kolektifnya.
Dalam analisis strukturalisme genetisnya, Goldmann menghindari analisis penghakiman terhadap suatu nilai.
Maka oleh karenanya Goldmann menyeimbangkan berbagai unsur pembentuk dunia dan karya sastra dalam pemahaman yang utuh.
Pemahaman baik terhadap struktur otonom karya sastra, pandangan dunia pengarang, fakta kemanusiaan, dan subjek kolektif.
Bahkan dinyatakannya secara tegas mengenai pemahamannya yang terlalu jauh terhadap fakta dan koletif bukanlah usaha untuk menjauhi individualitas pengarang.
Melainkan untuk memperkuat pemahaman terhadap aspek transindividual sehingga dapat diketahuilah seberapa obyektif pandangan pengarang terhdap dunianya.
Dengan pesatnya perkembangan sosial dan sastra sosial dalam masyarakat saat ini, secara implisit memanggil para akademisi sebagai analis dibidang sastra untuk dapat memahami dan mengembangkan metode analisisnya sesuai dengan tuntutan perkembangan sosial dalam masyarakat yang melatar belakangi “lahirnya” karya sastra.

Related Results

Kritikan Terhadap Teks Karya Ma’alim al-Tanzil oleh Muhammad al-Husayn Al-Baghawi Dalam Tafsir Nur al-Ihsan
Kritikan Terhadap Teks Karya Ma’alim al-Tanzil oleh Muhammad al-Husayn Al-Baghawi Dalam Tafsir Nur al-Ihsan
Para ulama Melayu Nusantara telah bergiat cergas dalam menghasilkan karya dalam pelbagai bidang pengajian Islam. Bidang-bidang tersebut seperti fiqah, akidah, tasawuf, hadith dan t...
KOMUNIKASI ILMIAH DITINJAU DARI ASPEK KOLABORASI KEPENGARANGAN DI JURNAL SOSIOHUMANIORA
KOMUNIKASI ILMIAH DITINJAU DARI ASPEK KOLABORASI KEPENGARANGAN DI JURNAL SOSIOHUMANIORA
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis jumlah pengarang, jumlah keanggotaan pengarang, bahasa penulisan karya ilmiah, instansi pengarang, kolaborasi pengarang, frekuensi kol...
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Orang Jawa seringkali digambarkan sebagai manusia yang memiliki tradisi dan sikap hidup yang ikhlas dan selaras. Dalam kesusastraan Indonesia, gambaran masyarakat Jawa seringkali d...
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG CITRA KOTA CIMAHI SEBAGAI KAWASAN MILITER
Citra Kota Cimahi Sebagai Kawasan Militer telah dicanangkan pada bulan Februari tahun 2010 yang lalu, pencanangan ini dilakukan oleh pihak pemerintah Kota Cimahi beserta jajaran in...

Back to Top