Javascript must be enabled to continue!
PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEMATIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT
View through CrossRef
Facing death is not the expected experience for nurses, but nurses cannot avoid this situation. Death attitude is the most important factor influencing healthcare’s professionalism. This study aimed to identify the death attitudes based on nurses’ characteristics using the Mann-Withney and Kruskal Wallis test. The Spearman rho test was also carried out to see the relationship between the dimensions of death attitudes. The instrument used was the Death Attitudes Profile-Revised (DAP-R) questionnaire consisting of 32 statements divided into 5 categories: fear of death (7 statements), death avoidance (5 statements), neutral acceptance (5 statements), escape acceptance (5 statements), approach acceptance (10 statements) using 7 Likert scales. The result of this study was there is no significant difference between gender, level of education, length of work and palliative training (sig> 0.05). There is a significant relationship between fear of death and neutral acceptance (sig value of 0.014 <0.05). It is needed further study to identify factors that influence nurses' death attitudes.
Keyword: death attitudes, nurse, palliative
Menghadapi kematian bukan pengalaman yang diharapkan perawat, namun perawat tidak bisa menghindari situasi tersebut. Sikap terhadap kematian merupakan salah satu faktor yang paling penting yang mempengaruhi prilaku profesional tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan sikap terhadap kematian berdasarkan karakteristik perawat dengan menggunakan uji non parametric Mann-Withney dan Kruskal Wallis. Uji Spearman rho juga dilakukan untuk melihat hubungan diantara dimensi sikap terhadap kematian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Death Attittudes Profile-Revised (DAP-R) yang terdiri dari 32 pernyataan yang dibagi menjadi 5 kategori yaitu takut terhadap kematian (7 pernyataan), menghindari kematian (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bagian alamiah (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bentuk kelepasan dari penderitaan (5 pernyataan), menantikan kehidupan setelah kematian (10 pernyataan). Kuesioner ini terdiri dari 7 skala Likert. Hasilnya adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja dan pelatihan paliatif (sig > 0.05). Terdapat hubungan yang signifikan antara takut terhadap kematian dengan menerima kematian sebagai bagian alamiah, dengan nilai sig 0.014 < 0.05. Perlu dikaji lebih dalam faktor faktor yang dapat mempengaruhi sikap perawat terhadap kematian.
Kata kunci: Sikap terhadap kematian, perawat, paliatif
Title: PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEMATIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT
Description:
Facing death is not the expected experience for nurses, but nurses cannot avoid this situation.
Death attitude is the most important factor influencing healthcare’s professionalism.
This study aimed to identify the death attitudes based on nurses’ characteristics using the Mann-Withney and Kruskal Wallis test.
The Spearman rho test was also carried out to see the relationship between the dimensions of death attitudes.
The instrument used was the Death Attitudes Profile-Revised (DAP-R) questionnaire consisting of 32 statements divided into 5 categories: fear of death (7 statements), death avoidance (5 statements), neutral acceptance (5 statements), escape acceptance (5 statements), approach acceptance (10 statements) using 7 Likert scales.
The result of this study was there is no significant difference between gender, level of education, length of work and palliative training (sig> 0.
05).
There is a significant relationship between fear of death and neutral acceptance (sig value of 0.
014 <0.
05).
It is needed further study to identify factors that influence nurses' death attitudes.
Keyword: death attitudes, nurse, palliative
Menghadapi kematian bukan pengalaman yang diharapkan perawat, namun perawat tidak bisa menghindari situasi tersebut.
Sikap terhadap kematian merupakan salah satu faktor yang paling penting yang mempengaruhi prilaku profesional tenaga kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan sikap terhadap kematian berdasarkan karakteristik perawat dengan menggunakan uji non parametric Mann-Withney dan Kruskal Wallis.
Uji Spearman rho juga dilakukan untuk melihat hubungan diantara dimensi sikap terhadap kematian.
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Death Attittudes Profile-Revised (DAP-R) yang terdiri dari 32 pernyataan yang dibagi menjadi 5 kategori yaitu takut terhadap kematian (7 pernyataan), menghindari kematian (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bagian alamiah (5 pernyataan), menerima kematian sebagai bentuk kelepasan dari penderitaan (5 pernyataan), menantikan kehidupan setelah kematian (10 pernyataan).
Kuesioner ini terdiri dari 7 skala Likert.
Hasilnya adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja dan pelatihan paliatif (sig > 0.
05).
Terdapat hubungan yang signifikan antara takut terhadap kematian dengan menerima kematian sebagai bagian alamiah, dengan nilai sig 0.
014 < 0.
05.
Perlu dikaji lebih dalam faktor faktor yang dapat mempengaruhi sikap perawat terhadap kematian.
Kata kunci: Sikap terhadap kematian, perawat, paliatif.
Related Results
PANDUAN PEMBELAJARAN KLINIK KEPERAWATAN : INISIASI PENGEMBANGAN PERAWAT PENDIDIK
PANDUAN PEMBELAJARAN KLINIK KEPERAWATAN : INISIASI PENGEMBANGAN PERAWAT PENDIDIK
Berpikir kritis merupakan komponen penting bagi perawat dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Perawat pendidik memegang peran penting dalam pengembangan keteram...
Jenjang Karir Perawat dan Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan
Jenjang Karir Perawat dan Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan
ABSTRAKKesenjangan antara kualitas pelayanan perawat ideal dengan perawat aktual merupakan masalah serius di rumah sakit. Hal ini disebabkan karena tuntutan pasien tinggi, atau dis...
PEMBEKALAN MATERI PROFESI KEPERAWATAN KODE ETIK PERAWAT
PEMBEKALAN MATERI PROFESI KEPERAWATAN KODE ETIK PERAWAT
ABSTRAK. Perawat merupakan profesi yang memerlukan tanggungjawab sangat besar. Tugas seorang perawat juga sangat beresiko karena berkaitan langsung dengan nyawa pasien. Tanggung ja...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA SAAT TINDAKAN KEPERAWATAN
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA SAAT TINDAKAN KEPERAWATAN
Komunikasi terapeutik penting diterapkan perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan, tetapi pelaksanaannya tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan...
Hubungan Beban Kerja dan Kinerja Perawat Unit Gawat Darurat
Hubungan Beban Kerja dan Kinerja Perawat Unit Gawat Darurat
Latar Belakang: Perawat UGD umumnya memiliki beban kerja berlebih baik secara fisik mapun tingkat usaha dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien. Hal ini dikaitkan dengan tu...
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Burnout pada Perawat di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Tahun 2023
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Burnout pada Perawat di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Tahun 2023
Data Kementerian Kesehatan per 4 Januari 2023, mencatat ada sebanyak 524.508 orang perawat. Perawat memiliki peran penting dalam hal melayani dan merawat pasien. Selain itu, perawa...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL KOTA MAKASSAR TAHUN 2018
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL KOTA MAKASSAR TAHUN 2018
Kualitas kerja sangat dipengaruhi oleh motivasi kerja yang dimiliki oleh setiap individu tenaga. Walaupun fasilitas memadai, organisasi dan manajemen baik, prosedur kerja baik, tan...

