Javascript must be enabled to continue!
Kajian Psikobiografi Seniman dan Aspek Dekonstruksi dalam karya rupa: Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, Dan Ugo Untoro
View through CrossRef
Analisis atas karya rupa tidak hanya bisa dilakukan melalui bentuk-bentuk formal yang ada di dalam karya rupa itu sendiri saja, melainkan bisa juga melalui pembacaan secara psikologis dari kehidupan dan latar belakang seniman. Penelitian ini berupaya menelusuri aspek psikobiografi dari seniman Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, dan Ugo Untoro, untuk menemukan aspek dekonstruksi dalam karya-karyanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur. Observasi dilakukan terhadap enam karya rupa dari tiga seniman tersebut, sementara studi literatur digunakan terhadap dua jenis teks yaitu yang pertama, teks yang berkaitan dengan kehidupan seniman yang disarikan dari berbagai sumber dan yang kedua adalah teks yang berkaitan dengan psikobiografi dan dekonstruksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Christine Ay Tjoe, aspek psikobiografi terkait dengan konsep menggambar, alam/ lingkungan, dan kegelapan potensial, pada Angki Purbandono, aspek psikobiografi terkait dengan konsep mesin pemindai, ganja, dan penjara, sementara pada Ugo Untoro, aspek psikobiografi terkait dengan konsep kuda, pelacuran, dan eksplorasi seni sebagai bahasa. Pada ketiganya, dekonstruksi terjadi baik dari segi interiotas yang terhubung dengan perjalanan hidup dan renungan-renungannya yang lepas dari berbagai stereotip, serta dari segi eksterioritas yang terlihat dari perwujudannya dalam karya yang eksploratif dari segi medium maupun penempatan objek yang mencoba untuk tidak taat pada pakem-pakem yang ada.
Analysis of a visual work can not only be made by studying the formal forms that exist in the work itself, but it can also be undertaken through a psychological interpretation of the artist's life and background. This study seeks to explore the psychobiographical aspects of artists Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, and Ugo Untoro, to find the deconstruction aspects in their works. This study applies qualitative methods using data collection techniques in observations and literature studies. Observations were made on the six visual-works of the three artists, while literature studies were conducted on two types of texts, viz. first, texts related to the artist's life extracted from various sources and second, texts related to psychobiography and deconstruction. The results of this study indicate that in Christine Ay Tjoe works, psychobiographical aspects are related to the concept of drawing, nature / environment, and potential darkness, in Angki Purbandono’s, psychobiographical aspects are related to the concepts of scanning machines, marijuana, and prison, while in Ugo Untoro’s, psychobiographical aspects are related to the concept of horses, prostitution, and exploration of art as language. In the three of them, deconstruction occurs both in terms of interiority which is connected to the journey of life and reflections that are detached from various stereotypes, as well as in terms of exteriority which can be seen from its manifestation in the exploratory works in terms of medium and the placement of objects that attempts to disobey standards and existing rules.
Title: Kajian Psikobiografi Seniman dan Aspek Dekonstruksi dalam karya rupa: Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, Dan Ugo Untoro
Description:
Analisis atas karya rupa tidak hanya bisa dilakukan melalui bentuk-bentuk formal yang ada di dalam karya rupa itu sendiri saja, melainkan bisa juga melalui pembacaan secara psikologis dari kehidupan dan latar belakang seniman.
Penelitian ini berupaya menelusuri aspek psikobiografi dari seniman Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, dan Ugo Untoro, untuk menemukan aspek dekonstruksi dalam karya-karyanya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur.
Observasi dilakukan terhadap enam karya rupa dari tiga seniman tersebut, sementara studi literatur digunakan terhadap dua jenis teks yaitu yang pertama, teks yang berkaitan dengan kehidupan seniman yang disarikan dari berbagai sumber dan yang kedua adalah teks yang berkaitan dengan psikobiografi dan dekonstruksi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Christine Ay Tjoe, aspek psikobiografi terkait dengan konsep menggambar, alam/ lingkungan, dan kegelapan potensial, pada Angki Purbandono, aspek psikobiografi terkait dengan konsep mesin pemindai, ganja, dan penjara, sementara pada Ugo Untoro, aspek psikobiografi terkait dengan konsep kuda, pelacuran, dan eksplorasi seni sebagai bahasa.
Pada ketiganya, dekonstruksi terjadi baik dari segi interiotas yang terhubung dengan perjalanan hidup dan renungan-renungannya yang lepas dari berbagai stereotip, serta dari segi eksterioritas yang terlihat dari perwujudannya dalam karya yang eksploratif dari segi medium maupun penempatan objek yang mencoba untuk tidak taat pada pakem-pakem yang ada.
Analysis of a visual work can not only be made by studying the formal forms that exist in the work itself, but it can also be undertaken through a psychological interpretation of the artist's life and background.
This study seeks to explore the psychobiographical aspects of artists Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, and Ugo Untoro, to find the deconstruction aspects in their works.
This study applies qualitative methods using data collection techniques in observations and literature studies.
Observations were made on the six visual-works of the three artists, while literature studies were conducted on two types of texts, viz.
first, texts related to the artist's life extracted from various sources and second, texts related to psychobiography and deconstruction.
The results of this study indicate that in Christine Ay Tjoe works, psychobiographical aspects are related to the concept of drawing, nature / environment, and potential darkness, in Angki Purbandono’s, psychobiographical aspects are related to the concepts of scanning machines, marijuana, and prison, while in Ugo Untoro’s, psychobiographical aspects are related to the concept of horses, prostitution, and exploration of art as language.
In the three of them, deconstruction occurs both in terms of interiority which is connected to the journey of life and reflections that are detached from various stereotypes, as well as in terms of exteriority which can be seen from its manifestation in the exploratory works in terms of medium and the placement of objects that attempts to disobey standards and existing rules.
Related Results
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
ANALISIS KARYA FOTOGRAFI MAHASISWA SENI RUPA ANGKATAN 2008 JURUSAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERIMEDAN DITINJAU DARI TEKNIK PENCAHAYAAN (LIGHTING)
ANALISIS KARYA FOTOGRAFI MAHASISWA SENI RUPA ANGKATAN 2008 JURUSAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERIMEDAN DITINJAU DARI TEKNIK PENCAHAYAAN (LIGHTING)
ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah pemotretan Fotografi pada Karya-karya Mahasiswa Seni Rupa Angkatan 2008 Universitas Negeri Medan yang telah dipamerkan masih memiliki ke...
Pengaruh Warisan Budaya Lokal dalam Karya Seni Visual Kontemporari Seniman Generasi Muda di Malaysia
Pengaruh Warisan Budaya Lokal dalam Karya Seni Visual Kontemporari Seniman Generasi Muda di Malaysia
Kajian ini bertujuan untuk mendekati, memahami dan menjelaskan pengaruh warisan budaya local dalam karya seni visual kontemporari di Malaysia yang telah diciptakan oleh para senima...
Apreasasi karya nasionalisme seni moden Malaysia dalam Pameran Seni Negaraku 2017, Balai Seni Visual Negara, Kuala Lumpur
Apreasasi karya nasionalisme seni moden Malaysia dalam Pameran Seni Negaraku 2017, Balai Seni Visual Negara, Kuala Lumpur
Kajian ini dibuat sempena pameran Negaraku 2017 di Balai Seni Visual Negara, Kuala Lumpur. Karya yang dipilih dalam pameran ini berbentuk nasionalisme mengupas tentang apreasasi ka...
Pendampingan Seniman Banyuwangi dalam Perspektif Kekaryaan
Pendampingan Seniman Banyuwangi dalam Perspektif Kekaryaan
Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk membaca kiprah para seniman seniwati Kabupaten Banyuwangi dalam berkarya. Selain itu juga dalam penulisan artikel ini akan menggali infor...
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang Karya Perupa Bali Dalam Merespon Pandemi Covid 19 Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes . Tuj...
POSTMODERN
POSTMODERN
Konsep post modern yang mendasari lahirnya konsepsi seni rupa konteporer.di perkuat dengan berkembangnya kencederungan perupa mudah di Indonesia mengelolah kekuatan visual budaya t...
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
DEKONSTRUKSI DALAM CERPEN “MANDI BUNGAS” KARYA RAHMIYATI
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dekonstruksi dalam cerpen “Mandi Bungas” karya Rahmiyati. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengg...

