Javascript must be enabled to continue!
Pembibitan dan Restorasi Mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
View through CrossRef
Rusaknya hutan mangrove memberikan dampak negatif terhadap nelayan Desa lubuk Kertang karena mengakibatkan biota laut semakin menurun dan ekosistem mangrove semakin menghilang. Sebelum kerusakan terjadi penghasilan yang didapatkan oleh masyarakat nelayan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, namun pasca kerusakan terjadi pendapatan mereka menurun secara drastis. Pemenuhan kebutuhan hidup keluarga saja tidak mencukupi, ditambah lagi untuk biaya menyekolahkan anak-anaknya, masyarakat tidak mampu dikarenakan jumlah nominal penghasilan yang didapatkan sangat rendah. Bahkan kerusakan tersebut juga berimbas bagi para petani Desa Lubuk Kertang, diantaranya curah hujan semakin berkurang akibat pemanasan global. Berbagai operasi penyelamatan dan pemulihan kawasan hutan telah dilakukan oleh Tim Terpadu Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, sampai bulan November 2015 telah diselamatkan lebih dari 300 ha. Mengingat besarnya kerugian akibat hilangnya/rusaknya mangrove dan ketergantungan masyarakat terhadap hutan mangrove sebagai sumber kehidupannya, maka penting dilakukan kegiatan rehabilitasi/restorasi, pengelolaan hutan mangrove berbasiskan masyarakat, dan upaya kegiatan konservasi melalui kegiatan yang produktif. Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang sudah banyak dilakukan konversi lahan. Hutan mangrove banyak dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit, permukiman, pertambakan, lahan pabrik dan ekowisata mangrove yang mengakibatkan gangguan kondisi ekologi mangrove maupun siklus rantai makanan yang terputus pada ekologi perairan. Selain itu kualitas air di wilayah tersebut juga mengalami penurunan dan akan berdampak ke wilayah daratan. Kondisi seperti inilah yang menuntut perhatian dari semua elemen masyarakat sehingga keberadaan dan keberlangsungan hutan mangrove dapat terjaga dengan baik. Besarnya manfaat yang terdapat pada hutan mangrove Desa Lubuk Kertang mengakibatkan hutan ini dieksploitasi secara berlebihan dan mengalami penurunan kualitas lingkungan yang cukup parah, sehingga mengakibatkan berkurangnya luas wilayah hutan mangrove setiap dan juga menurunkan fungsi ekologis yang mengganggu keseimbangan ekosistem mangrove.
Title: Pembibitan dan Restorasi Mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Description:
Rusaknya hutan mangrove memberikan dampak negatif terhadap nelayan Desa lubuk Kertang karena mengakibatkan biota laut semakin menurun dan ekosistem mangrove semakin menghilang.
Sebelum kerusakan terjadi penghasilan yang didapatkan oleh masyarakat nelayan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, namun pasca kerusakan terjadi pendapatan mereka menurun secara drastis.
Pemenuhan kebutuhan hidup keluarga saja tidak mencukupi, ditambah lagi untuk biaya menyekolahkan anak-anaknya, masyarakat tidak mampu dikarenakan jumlah nominal penghasilan yang didapatkan sangat rendah.
Bahkan kerusakan tersebut juga berimbas bagi para petani Desa Lubuk Kertang, diantaranya curah hujan semakin berkurang akibat pemanasan global.
Berbagai operasi penyelamatan dan pemulihan kawasan hutan telah dilakukan oleh Tim Terpadu Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, sampai bulan November 2015 telah diselamatkan lebih dari 300 ha.
Mengingat besarnya kerugian akibat hilangnya/rusaknya mangrove dan ketergantungan masyarakat terhadap hutan mangrove sebagai sumber kehidupannya, maka penting dilakukan kegiatan rehabilitasi/restorasi, pengelolaan hutan mangrove berbasiskan masyarakat, dan upaya kegiatan konservasi melalui kegiatan yang produktif.
Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang sudah banyak dilakukan konversi lahan.
Hutan mangrove banyak dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit, permukiman, pertambakan, lahan pabrik dan ekowisata mangrove yang mengakibatkan gangguan kondisi ekologi mangrove maupun siklus rantai makanan yang terputus pada ekologi perairan.
Selain itu kualitas air di wilayah tersebut juga mengalami penurunan dan akan berdampak ke wilayah daratan.
Kondisi seperti inilah yang menuntut perhatian dari semua elemen masyarakat sehingga keberadaan dan keberlangsungan hutan mangrove dapat terjaga dengan baik.
Besarnya manfaat yang terdapat pada hutan mangrove Desa Lubuk Kertang mengakibatkan hutan ini dieksploitasi secara berlebihan dan mengalami penurunan kualitas lingkungan yang cukup parah, sehingga mengakibatkan berkurangnya luas wilayah hutan mangrove setiap dan juga menurunkan fungsi ekologis yang mengganggu keseimbangan ekosistem mangrove.
Related Results
PENGOLAHAN LIMBAH TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA PRODUK ECOPRINT DI DESA LUBUK KERTANG KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA
PENGOLAHAN LIMBAH TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA PRODUK ECOPRINT DI DESA LUBUK KERTANG KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA
Abstract
Lubuk Kertang Village has the potential for mangrove ecotourism which is currently being developed as a source of income for the community's economy apart from fishe...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Desa Kramat Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo
Pesisir Desa Kramat merupakan bagian dari sebaran mangrove di kawasan Teluk Tomini. Tekanan lingkungan akibat aktivitas masyarakat seperti alih fungsi kawasan dan sampah pesisir di...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Diversitas dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...
Diversitas Dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia Di Estuari Perancak, Bali
Diversitas Dan Kerapatan Mangrove, Gastropoda, dan Bivalvia Di Estuari Perancak, Bali
Penelitian ini bertujuan membandingkan diversitas dan kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia di mangrove alami dan rehabilitasi. Pengukuran ekosistem mangrove ...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

