Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TRADISI TOMPANGAN DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI

View through CrossRef
Penelitian ini membahas tentang tradisi tompangan dalam perspektif akuntansi. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengungkap makna tradisi tompangan dalam perspektif akuntansi di grup tunas muda serta untuk menguraikan perlakuan terhadap aset tompangan ditinjau dari yang memberi dan menerima sumbangan dalam tradisi tompangan. Objek dalam penelitian ini yaitu di grup tunas muda yang berada di Desa Paberasan Kabupaten Sumenep. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dimana peneliti akan mengungkap makna atas pengalaman informan yang berhubungan dengan tradisi tompangan dalam perspektif akuntansi yang terjadi di dalam acara pernikahan, serta peneliti untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Adapun uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tradisi tompangan terdapat adanya makna yang diakui sebagai hutang piutang, hal ini dikarenakan adanya kewajiban untuk mengembalikan sumbangan yang diterima serta hak untuk menerima kembali sumbangan yang diberikan sebelumnya, selain itu juga terdapat adanya pengembalian yang lebih besar dari sumbangan yang diterima sebelumnya yang menyebabkan adanya tekanan yang bersifat mengikat. Sedangkan untuk perlakuan aset terhadap sumbangan yang ada dalam tradisi tompangan sudah dilakukan dengan cukup baik. Kata Kunci: Tradisi tompangan, utang, piutang, perlakuan aset
Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang
Title: TRADISI TOMPANGAN DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI
Description:
Penelitian ini membahas tentang tradisi tompangan dalam perspektif akuntansi.
Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengungkap makna tradisi tompangan dalam perspektif akuntansi di grup tunas muda serta untuk menguraikan perlakuan terhadap aset tompangan ditinjau dari yang memberi dan menerima sumbangan dalam tradisi tompangan.
Objek dalam penelitian ini yaitu di grup tunas muda yang berada di Desa Paberasan Kabupaten Sumenep.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dimana peneliti akan mengungkap makna atas pengalaman informan yang berhubungan dengan tradisi tompangan dalam perspektif akuntansi yang terjadi di dalam acara pernikahan, serta peneliti untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Adapun uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tradisi tompangan terdapat adanya makna yang diakui sebagai hutang piutang, hal ini dikarenakan adanya kewajiban untuk mengembalikan sumbangan yang diterima serta hak untuk menerima kembali sumbangan yang diberikan sebelumnya, selain itu juga terdapat adanya pengembalian yang lebih besar dari sumbangan yang diterima sebelumnya yang menyebabkan adanya tekanan yang bersifat mengikat.
Sedangkan untuk perlakuan aset terhadap sumbangan yang ada dalam tradisi tompangan sudah dilakukan dengan cukup baik.
Kata Kunci: Tradisi tompangan, utang, piutang, perlakuan aset.

Related Results

OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
OMAH KALANG OMAH TRADISI, DESA KALANG DESA TRADISI (Etnografi Tradisi Sub Etnis Jawa, Kalang)
Abstract: Dukuh Lumbu in the village is the village Lumansari (residential) sub ethnic Javanese which is known as the Kalang of Java, they were known as the Kalang people. Group Lo...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM TRADISI KUPATAN DI DESA DURENAN TRENGGALEK
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM TRADISI KUPATAN DI DESA DURENAN TRENGGALEK
Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai sosial dalam tradisi kupatan di Desa Durenan Trenggalek. Tradisi Kupatan merupakan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh masyarakat d...
Nilai Dakwah “Tradisi Syawalan” di Masyarakat Desa Pendowo Harjo Kecamatan Mekarti Jaya Kabupaten Banyuasin
Nilai Dakwah “Tradisi Syawalan” di Masyarakat Desa Pendowo Harjo Kecamatan Mekarti Jaya Kabupaten Banyuasin
Syawalan merupakan tradisi yang menjadi kebiasaan bagi mayarakat Indonesia, walaupun hakekatnya tradisi ini datang setelah muncul inisiatif dari beberapa kalangan ulama terdahulu s...
KIRAB SAWUNGGALING MASYARAKAT LIDAH WETAN SURABAYA DALAM PERSPEKTIF TEORI KONSTRUKSI SOSIAL PETER L. BERGER DAN THOMAS LUCKHMANN
KIRAB SAWUNGGALING MASYARAKAT LIDAH WETAN SURABAYA DALAM PERSPEKTIF TEORI KONSTRUKSI SOSIAL PETER L. BERGER DAN THOMAS LUCKHMANN
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana proses pelaksanaan Tradisi Kirab Sawunggaling, upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi, makna yang terkandung dalam tradisi bagi mas...

Back to Top