Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR SISTEM PEMANENAN AIR DI SUBAK BALANGAN DESA KUWUM KABUPATEN BADUNG

View through CrossRef
Desa Kuwum di Kabupaten Badung, Bali, mempertahankan sistem irigasi tradisional subak, yang memainkan peran penting dalam mendistribusikan air secara adil kepada petani. Namun, tantangan serius seperti perubahan iklim dan konflik penggunaan air mengakibatkan kekurangan pasokan air. Untuk mengatasi masalah ini, pembangunan embung geotekstil sebagai infrastruktur pemanenan air menjadi solusi inovatif. Embung geotekstil, menggunakan material geotekstil, memiliki keunggulan dalam daya tahan, fleksibilitas, dan biaya perawatan yang rendah. Sistem ini mampu menampung air hujan yang melimpah pada musim hujan untuk digunakan saat musim kemarau, serta mengurangi risiko banjir dengan mengalirkan air secara bertahap ke saluran irigasi. Dalam implementasinya, analisis lokasi strategis dan desain yang sesuai dengan kebutuhan lokal sangat penting, melibatkan partisipasi aktif dari komunitas subak. Pembangunan embung ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko gagal panen, dan mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Kuwum. Selain manfaat teknis, embung geotekstil juga berkontribusi pada keberlanjutan sistem subak, menjaga keseimbangan ekosistem, dan melestarikan warisan budaya. Dengan demikian, pembangunan embung geotekstil di Subak Balangan merupakan langkah strategis untuk memastikan  ketersediaan  air yang  cukup  sepanjang  tahun  dan  meningkatkan  kualitas  hidup  masyarakat, serta menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak
Title: ANALISIS KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR SISTEM PEMANENAN AIR DI SUBAK BALANGAN DESA KUWUM KABUPATEN BADUNG
Description:
Desa Kuwum di Kabupaten Badung, Bali, mempertahankan sistem irigasi tradisional subak, yang memainkan peran penting dalam mendistribusikan air secara adil kepada petani.
Namun, tantangan serius seperti perubahan iklim dan konflik penggunaan air mengakibatkan kekurangan pasokan air.
Untuk mengatasi masalah ini, pembangunan embung geotekstil sebagai infrastruktur pemanenan air menjadi solusi inovatif.
Embung geotekstil, menggunakan material geotekstil, memiliki keunggulan dalam daya tahan, fleksibilitas, dan biaya perawatan yang rendah.
Sistem ini mampu menampung air hujan yang melimpah pada musim hujan untuk digunakan saat musim kemarau, serta mengurangi risiko banjir dengan mengalirkan air secara bertahap ke saluran irigasi.
Dalam implementasinya, analisis lokasi strategis dan desain yang sesuai dengan kebutuhan lokal sangat penting, melibatkan partisipasi aktif dari komunitas subak.
Pembangunan embung ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko gagal panen, dan mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Kuwum.
Selain manfaat teknis, embung geotekstil juga berkontribusi pada keberlanjutan sistem subak, menjaga keseimbangan ekosistem, dan melestarikan warisan budaya.
Dengan demikian, pembangunan embung geotekstil di Subak Balangan merupakan langkah strategis untuk memastikan  ketersediaan  air yang  cukup  sepanjang  tahun  dan  meningkatkan  kualitas  hidup  masyarakat, serta menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak.

Related Results

PENGARUH PERIODE PEMANENAN RESIN DAMAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI REPONG DAMAR DI PEKON LABUHAN MANDI PESISIR BARAT
PENGARUH PERIODE PEMANENAN RESIN DAMAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI REPONG DAMAR DI PEKON LABUHAN MANDI PESISIR BARAT
Repong Damar is a plot of land planted with various types of productive plants from various types of timber with economic value. The term repong damar is because the plant that is ...
MANAJAMEN KOMUNIKASI PENGELOLA WISATA EDUKASI SUBAK TEBA MAJELANGU BERBASIS PARIWISATA BERKELANJUTAN
MANAJAMEN KOMUNIKASI PENGELOLA WISATA EDUKASI SUBAK TEBA MAJELANGU BERBASIS PARIWISATA BERKELANJUTAN
The Subak Teba Majelangu Educational Tourism Object is a Subak Educational tourism site offering a variety of activities designed to provide an educational and interactive experien...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan ...
SOSIALISASI PENGUATAN EKSISTENSI SUBAK MELALUI PENGENALAN ALAT PERTANIAN TRADISIONAL DI DESA PENATIH DANGIN PURI
SOSIALISASI PENGUATAN EKSISTENSI SUBAK MELALUI PENGENALAN ALAT PERTANIAN TRADISIONAL DI DESA PENATIH DANGIN PURI
Subak survival in Bali is worrying. Land conversion has paralyzed the Subak irrigation system. Social changes and Bali's growing population have converted rice fields into housing,...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

Back to Top