Javascript must be enabled to continue!
TANGGUNG JAWAB DEBITUR PADA PENYELESAIAN HUTANG DI SUKA RAMAI DUA ACEH TAMIANG
View through CrossRef
Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada orang lain, atau dimana dua orang atau lebih itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Perjanjian pinjam meminjam bukan hanya sebagai bentuk kesepakatan antara para pihak tapi juga sebagai dasar yang mengakibatkan munculnya hak dan kewajiban. utang piutang adalah suatu keadaan yang mengharuskan salah satu pihak membutuhkan sejumlah uang dan pihak yang lain bersedia meminjamkan uangnya. di Desa Sukaramai Dua, berdasarkan keterangan Datok Penghulu dan Kepala Dusun Alur Batu menyatakan ada permasalahan hutang-piutang yang tidak terselesaikan di Desa tersebut. Masalah tersebut adalah tentang hutang piutang. Hutang piutang tersebut terjadi ditahun 2019 yaitu pihak pertama ada meminjamkan uang kepada pihak kedua sejumlah 37 juta, dengan jaminan sebidang tanah berserta isinya dan satu unit rumah dengan tempo waktu 3 tahun tetapi pihak kedua tidak melunasi sampai tanggal jatuh tempo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris yang merupakan sebuah penelitian hukum yang berupaya untuk melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan melihat, meneliti bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertanggung jawaban debitur dalam penyelesaian hutang piutang di Desa Sukaramai Dua Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang tidak dilaksanakan dengan sempurna, debitur tidak melakukan tanggungjawabnya secara hukum dan melanggar seluruh kesepatan hingga mengakibatkan kerugian terhadap kreditur. Hambatan dalam penyelesaian hutang piutang pada objek penelitian di Desa Sukaramai Dua Kec. Seruway Kab Aceh Timur yaitu debitur tidak ada itikat baik untuk melakukan kewajibannya serta perkara tersebut tidak mampu diselesaikan ditingkat desa, namun upaya-upaya yang dilakukan yaitu melaksanakan penyelesaian perkara secara kekeluargaan kreditur melakukan teguran langsung terhadap debitur supaya debitur dapat melaksanakan kewajibannya.
Title: TANGGUNG JAWAB DEBITUR PADA PENYELESAIAN HUTANG DI SUKA RAMAI DUA ACEH TAMIANG
Description:
Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada orang lain, atau dimana dua orang atau lebih itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal.
Perjanjian pinjam meminjam bukan hanya sebagai bentuk kesepakatan antara para pihak tapi juga sebagai dasar yang mengakibatkan munculnya hak dan kewajiban.
utang piutang adalah suatu keadaan yang mengharuskan salah satu pihak membutuhkan sejumlah uang dan pihak yang lain bersedia meminjamkan uangnya.
di Desa Sukaramai Dua, berdasarkan keterangan Datok Penghulu dan Kepala Dusun Alur Batu menyatakan ada permasalahan hutang-piutang yang tidak terselesaikan di Desa tersebut.
Masalah tersebut adalah tentang hutang piutang.
Hutang piutang tersebut terjadi ditahun 2019 yaitu pihak pertama ada meminjamkan uang kepada pihak kedua sejumlah 37 juta, dengan jaminan sebidang tanah berserta isinya dan satu unit rumah dengan tempo waktu 3 tahun tetapi pihak kedua tidak melunasi sampai tanggal jatuh tempo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris yang merupakan sebuah penelitian hukum yang berupaya untuk melihat hukum dalam artian yang nyata atau dapat dikatakan melihat, meneliti bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertanggung jawaban debitur dalam penyelesaian hutang piutang di Desa Sukaramai Dua Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang tidak dilaksanakan dengan sempurna, debitur tidak melakukan tanggungjawabnya secara hukum dan melanggar seluruh kesepatan hingga mengakibatkan kerugian terhadap kreditur.
Hambatan dalam penyelesaian hutang piutang pada objek penelitian di Desa Sukaramai Dua Kec.
Seruway Kab Aceh Timur yaitu debitur tidak ada itikat baik untuk melakukan kewajibannya serta perkara tersebut tidak mampu diselesaikan ditingkat desa, namun upaya-upaya yang dilakukan yaitu melaksanakan penyelesaian perkara secara kekeluargaan kreditur melakukan teguran langsung terhadap debitur supaya debitur dapat melaksanakan kewajibannya.
Related Results
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Subordinative Construction of Tamiang Malay Language: Syntactic Typology Study
Subordinative Construction of Tamiang Malay Language: Syntactic Typology Study
This study aims to identify the syntactic typology of Tamiang Malay, focusing specifically on the co-referential patterns of grammatical relations to its arguments, including S, A ...
Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Abstrak. Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari atau yang disebut dengan KRPL,...
KONSERVASI ARSITEKTUR RUMOH ACEH
KONSERVASI ARSITEKTUR RUMOH ACEH
Maintain the authenticity and identity of Architecture Rumoh Aceh, the mandate entrusted by its predecessor, the founder utoh or buildings in Aceh for the next generation of Acehne...
Pengaruh Modal Usaha, Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Strategi Pemasaran Terhadap Pengembangan UMKM di Kecamatan Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang
Pengaruh Modal Usaha, Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Strategi Pemasaran Terhadap Pengembangan UMKM di Kecamatan Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang
Banyaknya faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha mendorong peneliti untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal usaha, kualitas sumber daya manusia, dan strategi pemasaran baik ...
Strategi Penanganan Kemacetan Arus Lalu Lintas Berdasarkan Persepsi Masyarakat
Strategi Penanganan Kemacetan Arus Lalu Lintas Berdasarkan Persepsi Masyarakat
Abstrak: Pasar sangatlah identik dengan pusat keramaian, karena pasar merupakan pusat perdagangan yang terletak di pusat kota yang sering disebut juga dengan kawasan Central Bussin...
Aceh’s Crescent and Star Flag: Negotiation of Collective Identity in Post-conflict Aceh vs Indonesia
Aceh’s Crescent and Star Flag: Negotiation of Collective Identity in Post-conflict Aceh vs Indonesia
The following article analyzes the post-conflict Aceh identity negotiation based on the case study of Aceh’s Crescent and Star Flag also known as the Aceh’s Flag. The paper focuses...

