Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Budaya keranjingan penggemar band Indie

View through CrossRef
Cikal bakal terbentuknya atmosfir Indie di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 1970-an sebagai pendahulu. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy (Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Didukung kemajuan teknologi internet yang memperkenalkan karya kepada audiens yang berpotensi besar dengan biaya lebih rendah melalui music blog, jejaring sosial seperti Myspace, Spotify, dan Joox yang juga digunakan perusahaan musik independen untuk membuat kemajuan besar dalam bisnisnya. Kemudian, ditunjang keseriusan label rekaman independen oleh Aksara Records dan De Majors di Jakarta dan FFWD Records di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh band Indie yang mengangkat potret sosial terhadap budaya keranjingan bagi penggemarnya. Keranjingan bisa dibilang dengan kata lain adalah kecanduan, keranjingan atau kecanduan adalah sebuah tingkah laku yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik fisik, psikologis maupun fisiolgis. Studi ini menunjukkan karena adanya tingkah laku avid yang tercipta dari lingkungan yang banyak orang suka dengan band Indie sehingga mau tidak mau orang yang tidak terlalu suka kritik sosial band Indie akan bergabung di lingkungannya yang pada akhirnya menciptakan perilaku keranjingan karena lingkungan. Semua informan dalam penelitian ini adalah penggemar band Indie kritik sosial. Ini bisa dilihat dari kepemilikan lebih dari dua merchandise dan selalu datang ke acara band Indie di Surabaya. Namun, dalam menjadi penggemar band-band Indie tidak ada asosiasi penggemar yang menyukai band-band Indie. Itu karena para penggemar band ini cenderung menjadi penggemar pribadi atau individualistis.
Title: Budaya keranjingan penggemar band Indie
Description:
Cikal bakal terbentuknya atmosfir Indie di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 1970-an sebagai pendahulu.
Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy (Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten.
Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia.
Didukung kemajuan teknologi internet yang memperkenalkan karya kepada audiens yang berpotensi besar dengan biaya lebih rendah melalui music blog, jejaring sosial seperti Myspace, Spotify, dan Joox yang juga digunakan perusahaan musik independen untuk membuat kemajuan besar dalam bisnisnya.
Kemudian, ditunjang keseriusan label rekaman independen oleh Aksara Records dan De Majors di Jakarta dan FFWD Records di Bandung.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh band Indie yang mengangkat potret sosial terhadap budaya keranjingan bagi penggemarnya.
Keranjingan bisa dibilang dengan kata lain adalah kecanduan, keranjingan atau kecanduan adalah sebuah tingkah laku yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik fisik, psikologis maupun fisiolgis.
Studi ini menunjukkan karena adanya tingkah laku avid yang tercipta dari lingkungan yang banyak orang suka dengan band Indie sehingga mau tidak mau orang yang tidak terlalu suka kritik sosial band Indie akan bergabung di lingkungannya yang pada akhirnya menciptakan perilaku keranjingan karena lingkungan.
Semua informan dalam penelitian ini adalah penggemar band Indie kritik sosial.
Ini bisa dilihat dari kepemilikan lebih dari dua merchandise dan selalu datang ke acara band Indie di Surabaya.
Namun, dalam menjadi penggemar band-band Indie tidak ada asosiasi penggemar yang menyukai band-band Indie.
Itu karena para penggemar band ini cenderung menjadi penggemar pribadi atau individualistis.

Related Results

The “Nest Formation” of Chinese indie music in the 1990s : Focusing on the formation and dissolution of “Shucun (樹村)
The “Nest Formation” of Chinese indie music in the 1990s : Focusing on the formation and dissolution of “Shucun (樹村)
Indie music was introduced to China during the late 1970s and early 1980s amidst the wave of reform and opening-up. Shucun (樹村), the early physical space and medium of Chinese indi...
Eksploitasi Loyalitas Penggemar Dalam Pembelian Album K-Pop
Eksploitasi Loyalitas Penggemar Dalam Pembelian Album K-Pop
Penelitian ini membahas tentang eksploitasi yang dilakukan oleh agensi-agensi idola di Korea Selatan terhadap loyalitas penggemar K-Pop dalam hal pembelian album. Hal ini berlaku b...
Menulis Fanfiction di Wattpad sebagai Produktivitas Fandom
Menulis Fanfiction di Wattpad sebagai Produktivitas Fandom
Fandom pada awalnya dianggap pasif karena menjadi pihak yang hanya mengkonsumsi konten dari media. Budaya partisipasi membuat kegiatan penggemar dalam fandom mengalami pergeseran m...
Spin-wave band gaps created by rotating square rods in triangular lattice magnonic crystals
Spin-wave band gaps created by rotating square rods in triangular lattice magnonic crystals
Recently, magnonic crystals which are the magnetic counterparts of photonic crystals or phononic crystals are becoming a hot area of research. In this paper, band structure of two-...
Mavericks of Sound
Mavericks of Sound
In Mavericks of Sound: Conversations with the Artists Who Shaped Indie and Roots Music, music scholar David Ensminger offers a collection of vivid and compelling interviews with le...
Bentuk dan Makna Variasi Wakamono Kotoba Penggemar Grup SHINee di Twitter
Bentuk dan Makna Variasi Wakamono Kotoba Penggemar Grup SHINee di Twitter
Wakamono kotoba merupakan variasi bahasa yang digunakan oleh kawula muda di Jepang. Kawula muda cenderung membentuk kelompok-kelompok. Kelompok-kelompok tersebut kemudian memiliki ...
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak perkembangan budaya populer, khususnya yang bersumber dari budaya barat, terhadap pelestarian budaya maena di Desa Lologolu. Fokusnya...
Media Sosial Instagram sebagai Wadah Kegiatan Promosi Band Kelana
Media Sosial Instagram sebagai Wadah Kegiatan Promosi Band Kelana
Kelana Band is a band that was formed in 2021, which do promotional activities via Instagram or without being tied to label. This thesis raises the issue of how the newly developed...

Back to Top