Javascript must be enabled to continue!
Modal Sosial Berbasis Kearifan Lokal Dalam Mitigasi Bencana
View through CrossRef
AbstractSome time ago, a natural disaster landslide occurred in the area of indigenous peoples Sukabumi who not only cause loss of material but immaterial. As we know, that Sirnaresmi Village is one of the traditional villages of Banten Kidul has a history a Sunda community. Indigenous peoples have the wisdom of Sirnaresmi Village with respect to forest management to preserve nature and their traditional advice that requires every family has leuit (granary). This study will focus on the understanding of social capital Sirnaresmi Village in disaster management based on local wisdom which has been run by the local community. This research used the qualitative approach with case studies method to look at how the planting concept of social capital based on local wisdom to every community as a form of public education in disaster mitigation. The results of this study indicate that the education of local wisdom in Sirnaresmi Village emphasize their forest management which divides it into several categories, namely, leuweung kolot, leuweung titipan, and leuweung sampalan which became a major element in the concept of local knowledge into social capital of trust and local customs that must be run. In addition, the close fraternal values of indigenous people considered as social capital in the form of a social network are not only the community but the entire Sirnaresmi Village only indigenous people of Banten Kidul.
Beberapa waktu lalu, bencana alam longsor terjadi di kawasan masyarakat adat Sukabumi yang tidak hanya menimbulkan kerugian material tetapi immaterial. Seperti kita ketahui, bahwa Desa Sirnaresmi merupakan salah satu desa adat Banten Kidul yang memiliki nilai sejarah berdirinya tanah Sunda. Masyarakat adat Desa Sirnaresmi memiliki kearifan lokal berkenaan dengan pengelolaan hutan untuk menjaga kelestarian alam dan adanya petuah adat yang mengharuskan setiap keluarga memiliki leuit (lumbung padi). Penelitian ini akan difokuskan kepada pemahaman modal sosial masyarakat Desa Sirnaresmi dalam melakukan mitigasi bencana didasarkan pada kearifan lokal yang sudah dijalankan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk melihat bagaimana penanaman konsep modal sosial berbasis kearifan lokal kepada setiap masyarakat sebagai bentuk edukasi masyarakat dalam mitigasi bencana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi kearifan lokal di Desa Sirnaresmi lebih menekankan adanya pengelolaan hutan yang membagi menjadi beberapa kategori yaitu, leuweung kolot, leuweung titipan, dan leuweung sampalan yang menjadi elemen utama dalam konsep kearifan lokal yang menjadi modal sosial berupa kepercayaan dan norma setempat yang wajib dijalankan. Selain itu, eratnya nilai persaudaraan masyarakat adat dianggap sebagai modal sosial berupa jaringan sosial tidak hanya masyarakat Desa Sirnaresmi saja tetapi seluruh masyarakat adat Banten Kidul.
Universitas Sumatera Utara
Title: Modal Sosial Berbasis Kearifan Lokal Dalam Mitigasi Bencana
Description:
AbstractSome time ago, a natural disaster landslide occurred in the area of indigenous peoples Sukabumi who not only cause loss of material but immaterial.
As we know, that Sirnaresmi Village is one of the traditional villages of Banten Kidul has a history a Sunda community.
Indigenous peoples have the wisdom of Sirnaresmi Village with respect to forest management to preserve nature and their traditional advice that requires every family has leuit (granary).
This study will focus on the understanding of social capital Sirnaresmi Village in disaster management based on local wisdom which has been run by the local community.
This research used the qualitative approach with case studies method to look at how the planting concept of social capital based on local wisdom to every community as a form of public education in disaster mitigation.
The results of this study indicate that the education of local wisdom in Sirnaresmi Village emphasize their forest management which divides it into several categories, namely, leuweung kolot, leuweung titipan, and leuweung sampalan which became a major element in the concept of local knowledge into social capital of trust and local customs that must be run.
In addition, the close fraternal values of indigenous people considered as social capital in the form of a social network are not only the community but the entire Sirnaresmi Village only indigenous people of Banten Kidul.
Beberapa waktu lalu, bencana alam longsor terjadi di kawasan masyarakat adat Sukabumi yang tidak hanya menimbulkan kerugian material tetapi immaterial.
Seperti kita ketahui, bahwa Desa Sirnaresmi merupakan salah satu desa adat Banten Kidul yang memiliki nilai sejarah berdirinya tanah Sunda.
Masyarakat adat Desa Sirnaresmi memiliki kearifan lokal berkenaan dengan pengelolaan hutan untuk menjaga kelestarian alam dan adanya petuah adat yang mengharuskan setiap keluarga memiliki leuit (lumbung padi).
Penelitian ini akan difokuskan kepada pemahaman modal sosial masyarakat Desa Sirnaresmi dalam melakukan mitigasi bencana didasarkan pada kearifan lokal yang sudah dijalankan oleh masyarakat setempat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk melihat bagaimana penanaman konsep modal sosial berbasis kearifan lokal kepada setiap masyarakat sebagai bentuk edukasi masyarakat dalam mitigasi bencana.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi kearifan lokal di Desa Sirnaresmi lebih menekankan adanya pengelolaan hutan yang membagi menjadi beberapa kategori yaitu, leuweung kolot, leuweung titipan, dan leuweung sampalan yang menjadi elemen utama dalam konsep kearifan lokal yang menjadi modal sosial berupa kepercayaan dan norma setempat yang wajib dijalankan.
Selain itu, eratnya nilai persaudaraan masyarakat adat dianggap sebagai modal sosial berupa jaringan sosial tidak hanya masyarakat Desa Sirnaresmi saja tetapi seluruh masyarakat adat Banten Kidul.
Related Results
Skema Mitigasi Tsunami Mendatang di Pelabuhan Garongkong, Barru, Sulawesi Selatan
Skema Mitigasi Tsunami Mendatang di Pelabuhan Garongkong, Barru, Sulawesi Selatan
Indonesia merupakan negara yang sangat rawan dilanda bencana gempa yang dapat diikuti oleh tsunami. Bencana tsunami merupakan fenomena alam ataupun bencana alam yang sama sekali ti...
Implementasi Pemanfaatan Media Digital Untuk Sosialisasi Siaga Bencana Dini
Implementasi Pemanfaatan Media Digital Untuk Sosialisasi Siaga Bencana Dini
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Mitigasi bencana gempa perlu dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan sebelum benc...
TINDAKAN STRUKTURAL MITIGASI BENCANA PEMERINTAH DI INDONESIA
TINDAKAN STRUKTURAL MITIGASI BENCANA PEMERINTAH DI INDONESIA
<p><em>The purpose of this research is to find out how the actions of the Indonesian government in dealing with disasters that often occur in Indonesia. Indonesia's geo...
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Perguruan Tinggi di Era Global
Kearifan lokal, demikian juga tradisi, adalah produk hasil budaya. Oleh sebab itu, sebagaimana halnya budaya, kearifan lokal dapat dibagi menjadi dua: pertama, kearifan lokal yang ...
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM MITIGASI BENCANA
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM MITIGASI BENCANA
Anak usia sekolah memiliki risiko rentan menjadi korban bencana sehingga perlu dioptimalkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mitigasi dan penanganan bencana baik secara formal...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai kearifan lokal dalam wacana ritual adat etnik Atoni Pah Meto di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif etnolinguist...
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
Ada Tiga rumusan masalah yang menjadi pembahasan dalam tulisan berjudul “Model Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal ini. (1) pengaruh faktor lintas budaya dan globalisasi terhadap ke...

