Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REAKSI SULTAN ABDUL HAMID DAN MASYARAKAT SATUN TERHADAP PENYERAHAN WILAYAH SATUN KEPADA SIAM 1909 Reaction of Sultan Abdul Hamid and the Satun Community towards the Surrender of the Satun Territory to Siam in 1909

View through CrossRef
Abstract Penyerahan wilayah Satun kepada pihak Siam melalui Perjanjian Bangkok 1909 yang ditemeterai oleh British dan Siam merupakan suatu peristiwa yang telah mencorakkan landskap geopolitik Asia Tenggara dengan memberi implikasi besar terhadap politik, ekonomi, dan budaya Kedah serta wilayah Satun. Wilayah Satun, yang sebelum ini telah menjadi sebahagian daripada wilayah Kedah telah kehilangan statusnya sebagai wilayah Melayu-Islam akibat manipulasi kuasa besar seperti British dan Siam. Rundingan penyerahan ini telah dijalankan tanpa penglibatan langsung oleh Sultan Abdul Hamid Halim Shah (mm.1841-1943) dimana telah mencerminkan ketidakseimbangan kuasa dalam hubungan diplomatik. Oleh itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai reaksi Sultan Abdul Hamid terhadap penyerahan tersebut dan penduduk Melayu-Islam di wilayah Satun, yang terkesan oleh dasar Siamisasi seperti penggunaan bahasa Thai dan perubahan struktur pemerintahan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif sepenuhnya melalui analisis dokumen sejarah seperti memorandum Sultan Kedah, laporan diplomatik British dan Siam, serta surat-menyurat rasmi untuk membina naratif yang lebih komprehensif. Hasil kajian mendapati bahawa Sultan Abdul Hamid menentang keras penyerahan ini, tetapi tekanan diplomatik dan isu kewangan memaksanya menerima perjanjian tersebut. Penduduk Satun juga turut menghadapi perubahan mendalam terhadap identiti budaya mereka akibat dasar Siamisasi, walaupun terdapat usaha penentangan yang terhad. Kajian ini mencadangkan penelitian lebih lanjut terhadap dokumen arkib dan sumber lisan bagi memperkayakan pemahaman tentang reaksi tempatan terhadap perjanjian ini. Di samping itu, usaha diplomasi moden antara Malaysia dan Thailand perlu memberi perhatian terhadap penghormatan warisan budaya Melayu-Islam di Satun untuk memulihkan hubungan sejarah antara kedua-dua negara.
Title: REAKSI SULTAN ABDUL HAMID DAN MASYARAKAT SATUN TERHADAP PENYERAHAN WILAYAH SATUN KEPADA SIAM 1909 Reaction of Sultan Abdul Hamid and the Satun Community towards the Surrender of the Satun Territory to Siam in 1909
Description:
Abstract Penyerahan wilayah Satun kepada pihak Siam melalui Perjanjian Bangkok 1909 yang ditemeterai oleh British dan Siam merupakan suatu peristiwa yang telah mencorakkan landskap geopolitik Asia Tenggara dengan memberi implikasi besar terhadap politik, ekonomi, dan budaya Kedah serta wilayah Satun.
Wilayah Satun, yang sebelum ini telah menjadi sebahagian daripada wilayah Kedah telah kehilangan statusnya sebagai wilayah Melayu-Islam akibat manipulasi kuasa besar seperti British dan Siam.
Rundingan penyerahan ini telah dijalankan tanpa penglibatan langsung oleh Sultan Abdul Hamid Halim Shah (mm.
1841-1943) dimana telah mencerminkan ketidakseimbangan kuasa dalam hubungan diplomatik.
Oleh itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai reaksi Sultan Abdul Hamid terhadap penyerahan tersebut dan penduduk Melayu-Islam di wilayah Satun, yang terkesan oleh dasar Siamisasi seperti penggunaan bahasa Thai dan perubahan struktur pemerintahan.
Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif sepenuhnya melalui analisis dokumen sejarah seperti memorandum Sultan Kedah, laporan diplomatik British dan Siam, serta surat-menyurat rasmi untuk membina naratif yang lebih komprehensif.
Hasil kajian mendapati bahawa Sultan Abdul Hamid menentang keras penyerahan ini, tetapi tekanan diplomatik dan isu kewangan memaksanya menerima perjanjian tersebut.
Penduduk Satun juga turut menghadapi perubahan mendalam terhadap identiti budaya mereka akibat dasar Siamisasi, walaupun terdapat usaha penentangan yang terhad.
Kajian ini mencadangkan penelitian lebih lanjut terhadap dokumen arkib dan sumber lisan bagi memperkayakan pemahaman tentang reaksi tempatan terhadap perjanjian ini.
Di samping itu, usaha diplomasi moden antara Malaysia dan Thailand perlu memberi perhatian terhadap penghormatan warisan budaya Melayu-Islam di Satun untuk memulihkan hubungan sejarah antara kedua-dua negara.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kinetika Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat dan Adsorben Natrium Sulfat
Kinetika Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas dengan Metanol Menggunakan Katalis Asam Sulfat dan Adsorben Natrium Sulfat
Air sebagai produk samping harus segera dipisahkan karena akan menggeser kesetimbangan reaksi ke arah reaktan karena sifat reaksi esterifikasi adalah reversibel. Salah satu cara un...
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
Sungai Tuaran terletak di sebelah pantai barat Borneo Utara sejak dua atau tiga abad yang lalu. Nama Sungai Tuaran telah wujud pada era pemerintahan Sultan Abdul Momin seperti dije...
PENGEMBANGAN ALAT KECEPATAN REAKSI PADA PERMAINAN BOLAVOLI
PENGEMBANGAN ALAT KECEPATAN REAKSI PADA PERMAINAN BOLAVOLI
Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengembangkan alat kecepatan reaksi pada permainan bolavoli tahun 2019. Latar belakang dari penelitian ini yaitu kurangnya reaksi gerak atlet ...
PENGARUH PEMBERIAN SARI LABU SIAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN SARI LABU SIAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Hipertensi adalah kondisi yang sering dijumpai di masyarakat dan merupakan kondisi berisiko tinggi karena dapat menyebabkan komplikasi bagi penderitanya. Secara medis, hipertensi a...

Back to Top