Javascript must be enabled to continue!
Konsep Umat Dalam Al-Quran : Menggali Nilai-Nilai Apriori Dan Aposteriori Sosial
View through CrossRef
<p><strong>Abstrak</strong></p><p>Although umat (<em>ummah</em>) has been standarized in the Indonesian vocabulary and will be easily found in the Qur’an, it seems that this term has not been commonly and uniquely emerging in the sociology and politics literatures in Bahasa Indonesia. As far as common sense and lexical meaning, the term of umat ordinarily connotes a kind of religious belief. However, how the concept of umat should be described in the view of the Quran? This paper examines that the islamic faith and thought could be an element that capture the diversity and differences of Muslim people into a core, i.e. the one umat (community) in its typical and complete sense encompassing a priori and a posteriori values.</p><p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>umat, leader, individu, social, fitrah, self-knowing, a priori, a posteriori<strong> </strong></em></p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Meskipun umat (<em>ummah</em>) telah terbakukan dalam Bahasa Indonesia dan akan dengan mudah dite-mukan dalam Al-Quran, tampaknya istilah ini belum secara umum dan unik muncul dalam literatur sosiologi dan politik Bahasa Indonesia. Sejauh pengertian umum dan makna leksikal, istilah umat biasanya berkonotasi dengan semacam keyakinan agama. Namun, bagaimana konsep umat itu sendiri dapat dijelaskan dalam pandangan Al-Quran? Makalah ini akan menimbang bagaimana keimanan dan pemikiran Islam bisa menjadi elemen yang merangkul keragaman dan perbedaan orang Muslim ke dalam satu inti, yaitu umat yang satu dalam artinya yang khas dan lengkap hingga meliputi nilai-nilai apriori dan aposteriori.</p><p><strong><em>Kata</em></strong><strong><em>-kata</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>k</em></strong><strong><em>unci:</em></strong> <em>umat, pemimpin, individu, sosial, fitrah, mengenal-diri, apriori, aposteriori</em><strong><em></em></strong></p>
Title: Konsep Umat Dalam Al-Quran : Menggali Nilai-Nilai Apriori Dan Aposteriori Sosial
Description:
<p><strong>Abstrak</strong></p><p>Although umat (<em>ummah</em>) has been standarized in the Indonesian vocabulary and will be easily found in the Qur’an, it seems that this term has not been commonly and uniquely emerging in the sociology and politics literatures in Bahasa Indonesia.
As far as common sense and lexical meaning, the term of umat ordinarily connotes a kind of religious belief.
However, how the concept of umat should be described in the view of the Quran? This paper examines that the islamic faith and thought could be an element that capture the diversity and differences of Muslim people into a core, i.
e.
the one umat (community) in its typical and complete sense encompassing a priori and a posteriori values.
</p><p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>umat, leader, individu, social, fitrah, self-knowing, a priori, a posteriori<strong> </strong></em></p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Meskipun umat (<em>ummah</em>) telah terbakukan dalam Bahasa Indonesia dan akan dengan mudah dite-mukan dalam Al-Quran, tampaknya istilah ini belum secara umum dan unik muncul dalam literatur sosiologi dan politik Bahasa Indonesia.
Sejauh pengertian umum dan makna leksikal, istilah umat biasanya berkonotasi dengan semacam keyakinan agama.
Namun, bagaimana konsep umat itu sendiri dapat dijelaskan dalam pandangan Al-Quran? Makalah ini akan menimbang bagaimana keimanan dan pemikiran Islam bisa menjadi elemen yang merangkul keragaman dan perbedaan orang Muslim ke dalam satu inti, yaitu umat yang satu dalam artinya yang khas dan lengkap hingga meliputi nilai-nilai apriori dan aposteriori.
</p><p><strong><em>Kata</em></strong><strong><em>-kata</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>k</em></strong><strong><em>unci:</em></strong> <em>umat, pemimpin, individu, sosial, fitrah, mengenal-diri, apriori, aposteriori</em><strong><em></em></strong></p>.
Related Results
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Pergeseran Peran dan Eksistensi Al-Quran: Studi Living Quran pada Masyarakat Waido, Pidie, Aceh
Pergeseran Peran dan Eksistensi Al-Quran: Studi Living Quran pada Masyarakat Waido, Pidie, Aceh
This study examines the evolving ways in which the community of Waido, Peukan Baro, Pidie, perceives and engages with the Quran. Initially regarded as a sacred text and a source of...
SEJARAH PEMIKIRAN AL-QURAN PERIODE KLASIK
SEJARAH PEMIKIRAN AL-QURAN PERIODE KLASIK
Artikel ini difokuskan pada kajian sejarah pemikiran al-Quran periode klasik yang meliputi sejarah pembukuan al-Quran, sejarah penafsiran al-Quran, sejarah ‘ulumul Quran, dan sejar...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
Pembaca Yang Budiman,Di tengah situasi yang belum normal seperti sediakala sebelum pandemi Covid-19, redaksi Jurnal Filsafat tetap berupaya untuk tetap menjaga kontinuitas penerbit...

