Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Dengan Metode Rula Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja (Literature Review )

View through CrossRef
Musculoskeletal disorders (MSD’s) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Apabila otot menerima beban statis secara repetitif dan dalam waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen, dan tendon (Novianti & Tanjung, 2016). Musculoskeletal Disorder’S (MSD’s) merupakan penyakit akibat kerja yang paling banyak terjadi dan diperkirakan mencapai 60% dari semua penyakit akibat kerja. Kontribusi manusia sebagai sumber tenaga kerja manual masih dominan dalam dunia industri di Indonesia. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan tersebut adalah aktivitas Manual Material Handling (MMH). Aktivitas MMH dan postur kerja yang tidak baik dapat mengakibatkan keluhan sakit pada anggota tubuh pekerja. Cedera yang diakibatkan oleh aktivitas manual handling jarang sekali bersifat fatal, akan tetapi masih banyak kecelakaan kerja seperti terkilir, ketegangan otot terutama pada bagian punggung dan pinggang yang disebabkan karena pengaplikasian pekerjaan yang tidak benar atau pekerjaan dalam waktu yang lama dan berulang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui postur kerja dan aktivitas MMH pada pekerja berdasarkan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk peningkatan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mencari artikel melalui portal google scholar. Kata-kata kunci yang digunakan untuk pencarian yaitu “postur kerja, ergonomi, metode Rula, produktivitas”. Keluhan yang paling banyak dirasakan oleh pekerja yaitu pada punggung, leher, bahu, pergelangan tangan. Berdasarkan hail perhitungan RULA dapat disimpulkan bahwa semua aktivitas pekerja mendapatkan skor RULA diatas 3 artinya perlu dilakukan investigasi dan perubahan postur kerja segera. Aktivitas MMH memiliki pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya keluhan pada pekerja serta peningkatan produktivitas kerja. Saran pada penilitian ini bagi perusahaan yang melakukan aktivita MMH perlu melakukan pengukuran postur kerja dan perbaikan fasilitas kerja
Title: Pencegahan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Dengan Metode Rula Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja (Literature Review )
Description:
Musculoskeletal disorders (MSD’s) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit.
Apabila otot menerima beban statis secara repetitif dan dalam waktu yang lama, akan dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan pada sendi, ligamen, dan tendon (Novianti & Tanjung, 2016).
Musculoskeletal Disorder’S (MSD’s) merupakan penyakit akibat kerja yang paling banyak terjadi dan diperkirakan mencapai 60% dari semua penyakit akibat kerja.
Kontribusi manusia sebagai sumber tenaga kerja manual masih dominan dalam dunia industri di Indonesia.
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan tersebut adalah aktivitas Manual Material Handling (MMH).
Aktivitas MMH dan postur kerja yang tidak baik dapat mengakibatkan keluhan sakit pada anggota tubuh pekerja.
Cedera yang diakibatkan oleh aktivitas manual handling jarang sekali bersifat fatal, akan tetapi masih banyak kecelakaan kerja seperti terkilir, ketegangan otot terutama pada bagian punggung dan pinggang yang disebabkan karena pengaplikasian pekerjaan yang tidak benar atau pekerjaan dalam waktu yang lama dan berulang.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui postur kerja dan aktivitas MMH pada pekerja berdasarkan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk peningkatan produktivitas kerja.
Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mencari artikel melalui portal google scholar.
Kata-kata kunci yang digunakan untuk pencarian yaitu “postur kerja, ergonomi, metode Rula, produktivitas”.
Keluhan yang paling banyak dirasakan oleh pekerja yaitu pada punggung, leher, bahu, pergelangan tangan.
Berdasarkan hail perhitungan RULA dapat disimpulkan bahwa semua aktivitas pekerja mendapatkan skor RULA diatas 3 artinya perlu dilakukan investigasi dan perubahan postur kerja segera.
Aktivitas MMH memiliki pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya keluhan pada pekerja serta peningkatan produktivitas kerja.
Saran pada penilitian ini bagi perusahaan yang melakukan aktivita MMH perlu melakukan pengukuran postur kerja dan perbaikan fasilitas kerja.

Related Results

Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA UMKM KERIPIK MENGGUNAKAN METODE CMDQ DAN CVL
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA UMKM KERIPIK MENGGUNAKAN METODE CMDQ DAN CVL
Home industry keripik milik bapak Selam merupakan Home industry yang bergerak di bidang kuliner/makanan dan berlokasi di daerah Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Sebagian b...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja PT. Bosowa Propertindo Makassar
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Pekerja PT. Bosowa Propertindo Makassar
  Laporan National Institue of Occupational Health and Safety (NIOSH) menunjukan bahwa terdapat dua penelitian mengenai tingkat stres kerja ditempat kerja di Amerika, yang pertama ...
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT TUGU PARAS TARO
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DAN FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT TUGU PARAS TARO
ABSTRACT Informal sector is an employment sector that does not yet have a good occupational health and safety implementation. Based on occupational and individual factors, wo...
Mencegah Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pengrajin Amplang Di Kota Samarinda
Mencegah Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pengrajin Amplang Di Kota Samarinda
Pekerja pengolahan amplang merupakan salah satu kelompok pekerja sektor informal yang berisiko mengalami keluhan nyeri otot atau MSDs (Musculoskeletal Disorders) karena masih kuran...
Evaluasi Postur Kerja dengan Metode Rapid Entire Body Assessment untuk Peningkatan Produktivitas pada UMKM Keripik
Evaluasi Postur Kerja dengan Metode Rapid Entire Body Assessment untuk Peningkatan Produktivitas pada UMKM Keripik
Suatu sistem kerja yang saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Salah satu bagian dari sistem kerja yaitu pekerja yang sikap dan posisi kerjanya tidak ergonomis. Sikap ...

Back to Top