Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBAGIANNYA MENURUT IBN KHALDUN

View through CrossRef
Although he also discussed science with various branches and scope, so that he was known as an expert in the discourse of science in Islam, Ibn Khaldun was still often positioned as a sociologist rather than a philosopher. Ibn Khaldun's position as a philosopher will be tested in this article. This article further examines Ibn Khaldun's thinking about science by putting forward his views, divisions, and scope. On several occasions, Ibn Khaldun classifies knowledge in broad terms on the science of naqliyyat and ‘aqliyyat. This classification is contained in the magnum opus, namely Muqaddimah. The discourse proposed by Ibn Khaldun in this division of knowledge received criticism from Ibn Khaldun, as well as his defense. What Ibn Khaldun has done has shown that knowledge in the world needs to be known and mastered by Muslims. That way can deliver Muslims to be people who are in control of this world.   Meskipun turut membahas ilmu pengetahuan dengan beragam cabang dan cakupannya, sehingga dikenal sebagai ahli dalam wacana ilmu pengetahuan dalam Islam, Ibn Khaldun masih sering diposisikan sebagai sosiolog dibandingkan filosof. Posisi Ibn Khaldun sebagai filosof akan diuji dalam artikel ini. Artikel ini menguji lebih jauh pemikiran Ibn Khaldun mengenai ilmu pengetahuan dengan mengedepankan pandangan, pembagian, dan ruang lingkupnya. Dalam beberapa kesempatan Ibn Khaldun mengklasifikasikan ilmu secara garis besar pada ilmu naqliyyat dan ilmu ‘aqliyyat. Klasifikasi ini jelas tertuang dalam magnum opus yaitu Muqaddimah. Diskursus yang diajukan Ibn Khaldun dalam pembagian ilmu ini mendapatkan kritikan oleh Ibn Khaldun, disamping pula pembelaan. Apa yang dilakukan Ibn Khaldun telah menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan yang ada di dunia perlu diketahui dan dikuasai umat Islam. Dengan begitu dapat mengantarkan umat Islam menjadi umat yang memegang kendali atas dunia ini.
Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi
Title: ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBAGIANNYA MENURUT IBN KHALDUN
Description:
Although he also discussed science with various branches and scope, so that he was known as an expert in the discourse of science in Islam, Ibn Khaldun was still often positioned as a sociologist rather than a philosopher.
Ibn Khaldun's position as a philosopher will be tested in this article.
This article further examines Ibn Khaldun's thinking about science by putting forward his views, divisions, and scope.
On several occasions, Ibn Khaldun classifies knowledge in broad terms on the science of naqliyyat and ‘aqliyyat.
This classification is contained in the magnum opus, namely Muqaddimah.
The discourse proposed by Ibn Khaldun in this division of knowledge received criticism from Ibn Khaldun, as well as his defense.
What Ibn Khaldun has done has shown that knowledge in the world needs to be known and mastered by Muslims.
That way can deliver Muslims to be people who are in control of this world.
  Meskipun turut membahas ilmu pengetahuan dengan beragam cabang dan cakupannya, sehingga dikenal sebagai ahli dalam wacana ilmu pengetahuan dalam Islam, Ibn Khaldun masih sering diposisikan sebagai sosiolog dibandingkan filosof.
Posisi Ibn Khaldun sebagai filosof akan diuji dalam artikel ini.
Artikel ini menguji lebih jauh pemikiran Ibn Khaldun mengenai ilmu pengetahuan dengan mengedepankan pandangan, pembagian, dan ruang lingkupnya.
Dalam beberapa kesempatan Ibn Khaldun mengklasifikasikan ilmu secara garis besar pada ilmu naqliyyat dan ilmu ‘aqliyyat.
Klasifikasi ini jelas tertuang dalam magnum opus yaitu Muqaddimah.
Diskursus yang diajukan Ibn Khaldun dalam pembagian ilmu ini mendapatkan kritikan oleh Ibn Khaldun, disamping pula pembelaan.
Apa yang dilakukan Ibn Khaldun telah menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan yang ada di dunia perlu diketahui dan dikuasai umat Islam.
Dengan begitu dapat mengantarkan umat Islam menjadi umat yang memegang kendali atas dunia ini.

Related Results

Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang filsafat Pendidikan Islam
Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang filsafat Pendidikan Islam
Ibn Khaldun's thoughts on the philosophy of Islamic education reflect his valuable contribution in understanding the role of education in the formation and advancement of civilizat...
Terbentuknya Negara dalam Konsep Pemikian Ibnu Khaldun
Terbentuknya Negara dalam Konsep Pemikian Ibnu Khaldun
The attention of researchers to explore the brilliant thoughts of Ibn Khaldun is so great. Khaldun is a multidisciplinary scientist. He has many statuses. However, several studies ...
Konsep Pendidikan Klasik dan Modern Perspektif Ibn Khaldun dan Muhammad Abduh
Konsep Pendidikan Klasik dan Modern Perspektif Ibn Khaldun dan Muhammad Abduh
Ibnu Khaldun sebagai tokoh dan pembaharu di dalam pembahasan pendidikan dan pengajaran termasuk pembahasan yang bersifat historis, dan pembahasan Ilmu Jiwa Pendidikan dan Pengajara...
Pendidikan Anak Perspektif Ibn Qayyim Al Jauziyyah
Pendidikan Anak Perspektif Ibn Qayyim Al Jauziyyah
Fitrah manusia terlahir dengan membawa ke-Islaman dan ketauhidan, serta potensi-potensi sebagai makhluk ciptaan Allah. Potensi dasar yang dimiliki anak ini,menjadikan bimbingan dan...
PEMIKIRAN EKONOMI BAPAK EKONOMI ISLAM; IBNU KHALDUN
PEMIKIRAN EKONOMI BAPAK EKONOMI ISLAM; IBNU KHALDUN
Economic issues discussed by Ibn Khaldun in his book that in section V. Economic motive arises because human desires are unlimited, being goods that will satisfy his needs were ver...
İbn Sînâ’da Ölüm ve Ötesi
İbn Sînâ’da Ölüm ve Ötesi
Bu makalede, İbn Sînâ’nın ölüm ve ötesine dair görüşlerinin ruh-beden ilişkisi bakımından felsefi bir değerlendirmesi yapılmıştır. Ölüm ötesi hayatla ilgili konuların felsefi bir p...

Back to Top