Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INFORMASI CITRA MRI KNEE JOINT KASUS RUPTURE ACL SEKUEN PD FATSAT DAN DIXON

View through CrossRef
Rupture Anterior Cruciate Ligament adalah kondisi dimana ligament pada sendi lutut mengalami robek, yang dapat disebabkan oleh trauma. Untuk mengoptimalkan anatomi dan patologi maka diperlukan teknik fat saturation untuk mensupresi lemak dan cairan. Penggunaan Dixon relatif lebih lama tetapi dapat menghasilkan empat citra sekaligus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan informasi citra pada pemeriksaan MRI Knee Joint potongan sagital pada kasus Rupture Anterior Cruciate Ligament (ACL) dengan sekuen Proton Density FatSat dan Proton Density Dixon sekaligus mengetahui manakah yang lebih baik diantara kedua teknik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental yang menggunakan data prospektif yang  bertujuan untuk mengetahui perbedaan informasi citra Proton Density FatSat dan Proton Density Dixon pemeriksaan MRI Knee Joint potongan sagital. Penelitian ini menerapkan total sampling, dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 10 pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan informasi citra antara sekuen Proton Density FatSat dan Proton Density Dixon pada pemeriksaan Knee Joint potongan sagital dengan nilai p-value ?(?0,05) dengan nilai mean rank pada sekuen Proton Density FatSat (70,50) dengan nilai p-value (<0,001) dan nilai mean rank pada sekuen Proton Density Dixon (0) dengan nilai p-value (000). Pada anatomi Anterior Cruciate Ligament dengan nilai p-value (0,002) dan anatomi Posterior Cruciate Ligament dengan nilai p-value (0,002). Sekuen Proton Density FatSat lebih bagus dalam menunjukkan informasi anatomi pada pemeriksaan MRI Knee Joint Potongan Sagital dibandingkan dengan sekuen Proton Density Dixon, karena penekanan lemak yang lebih homogen pada anatomi Anterior Cruciate Ligament dan Posterior Cruciate Ligament
Title: INFORMASI CITRA MRI KNEE JOINT KASUS RUPTURE ACL SEKUEN PD FATSAT DAN DIXON
Description:
Rupture Anterior Cruciate Ligament adalah kondisi dimana ligament pada sendi lutut mengalami robek, yang dapat disebabkan oleh trauma.
Untuk mengoptimalkan anatomi dan patologi maka diperlukan teknik fat saturation untuk mensupresi lemak dan cairan.
Penggunaan Dixon relatif lebih lama tetapi dapat menghasilkan empat citra sekaligus.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan informasi citra pada pemeriksaan MRI Knee Joint potongan sagital pada kasus Rupture Anterior Cruciate Ligament (ACL) dengan sekuen Proton Density FatSat dan Proton Density Dixon sekaligus mengetahui manakah yang lebih baik diantara kedua teknik tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental yang menggunakan data prospektif yang  bertujuan untuk mengetahui perbedaan informasi citra Proton Density FatSat dan Proton Density Dixon pemeriksaan MRI Knee Joint potongan sagital.
Penelitian ini menerapkan total sampling, dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 10 pasien.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan informasi citra antara sekuen Proton Density FatSat dan Proton Density Dixon pada pemeriksaan Knee Joint potongan sagital dengan nilai p-value ?(?0,05) dengan nilai mean rank pada sekuen Proton Density FatSat (70,50) dengan nilai p-value (<0,001) dan nilai mean rank pada sekuen Proton Density Dixon (0) dengan nilai p-value (000).
Pada anatomi Anterior Cruciate Ligament dengan nilai p-value (0,002) dan anatomi Posterior Cruciate Ligament dengan nilai p-value (0,002).
Sekuen Proton Density FatSat lebih bagus dalam menunjukkan informasi anatomi pada pemeriksaan MRI Knee Joint Potongan Sagital dibandingkan dengan sekuen Proton Density Dixon, karena penekanan lemak yang lebih homogen pada anatomi Anterior Cruciate Ligament dan Posterior Cruciate Ligament.

Related Results

Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Abstarct Introduction Isolated brain hydatid disease (BHD) is an extremely rare form of echinococcosis. A prompt and timely diagnosis is a crucial step in disease management. This ...
Poster 247: Muscle ERRγ Overexpression Mitigates the Muscle Atrophy after ACL injury
Poster 247: Muscle ERRγ Overexpression Mitigates the Muscle Atrophy after ACL injury
Objectives: Anterior cruciate ligament (ACL) reconstruction is the 6th most common orthopedic procedure performed in the United States (1,2). There is substanti...
Patellar Tendon Quality and Knee Symptoms in Male Athletes Before the Anterior Cruciate Ligament Reconstruction
Patellar Tendon Quality and Knee Symptoms in Male Athletes Before the Anterior Cruciate Ligament Reconstruction
Abstract Background: It is unknown if the quality of the patellar tendon is affected by an anterior cruciate ligament (ACL) injury. ACL deficient patients (ACL-D) have show...
ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT, DESCRIPTION, RUPTURE AND TREATMENT
ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT, DESCRIPTION, RUPTURE AND TREATMENT
Introduction: the anterior cruciate ligament (ACL) along with the posterior cruciate ligament are the central stabilizers of the knee. Rupture of the ACL usually occurs in active a...
Pattern in Simultaneous Rupture of the Medial Collateral Ligament and Anterior Cruciate Ligament Assessed by Magnetic Resonance Imaging
Pattern in Simultaneous Rupture of the Medial Collateral Ligament and Anterior Cruciate Ligament Assessed by Magnetic Resonance Imaging
Background: Determining the exact details of complex traumatic injuries such as knee ligament rupture will be a crucial point in planning the surgical approach, which is determined...
Subjective knee apprehension is not associated to physical parameters 6–12 months after anterior cruciate ligament reconstruction
Subjective knee apprehension is not associated to physical parameters 6–12 months after anterior cruciate ligament reconstruction
AbstractPurposeAnterior cruciate ligament (ACL) rupture is a common injury and psychological parameters measured at 6–8 months are said to be almost more predictive for return to s...

Back to Top