Javascript must be enabled to continue!
Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan: Kasus Tanjung Lesung Provinsi Banten
View through CrossRef
Kolaborasi penta-helix (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media) adalah faktor kunci pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan. Pariwisata merupakan salah satu industri tercepat dan terbesar di Indonesia yang menjadi sektor terkuat pada lima tahun terakhir. Untuk itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan (1) aksesibilitas tujuan, atraksi, dan amenitas (3-A), (2) pentahelix ABGCM (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media) komitmen dalam pengembangan destinasi, (3) bentuk atau jenis promosi pariwisata, (4) langkah untuk menyiapkan sumber daya manusia pariwisata, dan (5) langkah dan model baru untuk mempercepat promosi destinasi pariwisata Tanjung Lesung berbasis pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitis untuk mempelajari dan menganalisis berbagai indikasi, data, dan fenomena. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia (HRD) belum memenuhi persyaratan minimum sertifikasi kompetensi. Untuk mempercepat pengembangan dan peningkatan destinasi Tanjung Lesung, perlu diterapkan model baru pariwisata berbasis masyarakat berkelanjutan dengan strategi pro-job, pro-poor, pro-growth, dan pro-environment.
University of Muhammadiyah Prof. Hamka (UHAMKA)
Title: Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan: Kasus Tanjung Lesung Provinsi Banten
Description:
Kolaborasi penta-helix (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media) adalah faktor kunci pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan.
Pariwisata merupakan salah satu industri tercepat dan terbesar di Indonesia yang menjadi sektor terkuat pada lima tahun terakhir.
Untuk itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan (1) aksesibilitas tujuan, atraksi, dan amenitas (3-A), (2) pentahelix ABGCM (akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media) komitmen dalam pengembangan destinasi, (3) bentuk atau jenis promosi pariwisata, (4) langkah untuk menyiapkan sumber daya manusia pariwisata, dan (5) langkah dan model baru untuk mempercepat promosi destinasi pariwisata Tanjung Lesung berbasis pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan.
Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitis untuk mempelajari dan menganalisis berbagai indikasi, data, dan fenomena.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia (HRD) belum memenuhi persyaratan minimum sertifikasi kompetensi.
Untuk mempercepat pengembangan dan peningkatan destinasi Tanjung Lesung, perlu diterapkan model baru pariwisata berbasis masyarakat berkelanjutan dengan strategi pro-job, pro-poor, pro-growth, dan pro-environment.
Related Results
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Art and Artist Movement in Banten Edi Bonetski X PengPeng
Banten is one of the provinces in Indonesia. It is located in the westernmost of Java. Art Movement in Banten is not as famous as Jakarta, Yogyakarta, nor Bali. Being an Artist is ...
THE ANALYSIS OF OUTDOOR FACILITIES OF THE BAY VILLAS RESORT TANJUNG LESUNG, BANTEN.
THE ANALYSIS OF OUTDOOR FACILITIES OF THE BAY VILLAS RESORT TANJUNG LESUNG, BANTEN.
Tourist interest continues to increase, especially in tourism development in hospitality and resort services which is increasingly being considered. The development of resort hotel...
Pengembangan Minat dan Bakat Siswa di Desa Perkebunan Tanjung Kasau (SDN 10 Perkebunan Tanjung Kasau dan MTS Islamiyah Tanjung Kasau)
Pengembangan Minat dan Bakat Siswa di Desa Perkebunan Tanjung Kasau (SDN 10 Perkebunan Tanjung Kasau dan MTS Islamiyah Tanjung Kasau)
Di Desa Perkebunan Tanjung Kasau, banyak para siswa yang tidak tahu minat dan bakat mereka masing-masing serta sekolah yang kurang aktif dalam melakukan kegiatan pengembangan minat...
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KAMPUNG ARAB PANJUNAN KOTA CIREBON
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KAMPUNG ARAB PANJUNAN KOTA CIREBON
Pengembangan pariwisata berkelanjutan Kampung Arab Panjunan di Kota Cirebon membutuhkan keterlibatan aktif dan berkelanjutan dari masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untu...
DISKURSUS PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DI BALI
DISKURSUS PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DI BALI
Seiring dengan potensi ekonomi pariwisata syariah global maka para
pemangku kepentingan di Indonesia mengembangkan regulasi, destinasi,
fasilitas pendukung, dan akomodasi pariwisat...
Peran Promosi Dan Citra Destinasi Dalam Meningkatkan Minat Berkunjung Wisatawan Pada Objek Wisata Puncak Tinambung Bissoloro Kab. Gowa
Peran Promosi Dan Citra Destinasi Dalam Meningkatkan Minat Berkunjung Wisatawan Pada Objek Wisata Puncak Tinambung Bissoloro Kab. Gowa
Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar dengan kekayaan alam dan kebudayaan yang melimpah. Pariwisata tidak hanya memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial, teta...
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Pembangunan pariwisata berkelanjutan merupakan gagasan yang cukup banyak dikenal dalam pengembangan pariwisata. Pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) adalah pariwisata yan...
Accountability for Management of Village-Owned Enterprises (BUMDES) Tanjung Raya in Boyan Tanjung Village, Boyan Tanjung District, Kapuas Hulu Regency
Accountability for Management of Village-Owned Enterprises (BUMDES) Tanjung Raya in Boyan Tanjung Village, Boyan Tanjung District, Kapuas Hulu Regency
This research was conducted because there was no accountability for the management of Tanjung Raya BUMDes, Boyan Tanjung Village, Boyan Tanjung District, Kapuas Hulu Regency. The m...


