Javascript must be enabled to continue!
PEMILIHAN MATERIAL INSULASI DENGAN MEMPERHITUNGKAN EFEK KEHILANGAN PANAS PADA PIPA UAP PANAS BUMI
View through CrossRef
Kehilangan panas atau sering di sebut heat loss adalah salah satu masalah yang selalu di jumpai pada bagian pipa di lapangan panas bumi.Kehilangan panas bisa terjadi akibat perbedaan suhu antara uap yang mengalir di dalam pipa dengan suhu udara di luar pipa.Dengan persamaan yang dikembangkan oleh Frank kreith, perhitungan kehilangan panas membantu dalam perencanaan pemasangan insulator pada pipa sehingga pipa tidak mengalami kehilangan panas yang tinggi. Mencegah kehilangan panas sangat penting sebab turunnya suhu akan mengakibatkanperubahan fasa, dari fasa uap menjadi fasa cair (kondensat).Selain hal tersebut, energi berada dalam bentuk panas yang di bawa oleh fluida (air atau uap) apabila kehilangan panas besar , energi yang akan masuk kedalam turbin semakin kecil sehingga pada akhirnya mempengaruhi efisiensi pembangkitan listrik. Didalam tulisan ini, sebagai bahan material di ambil 4 macam, yaitu : Aerogel, Kalsium silikat, Glasswool, dan Rockwool. Keempat material tersebut memiliki konduktivitas yang berbeda-beda dalam arti kemampuan untuk menghantarkan panas untuk setiap jenis material berbeda-beda.
Title: PEMILIHAN MATERIAL INSULASI DENGAN MEMPERHITUNGKAN EFEK KEHILANGAN PANAS PADA PIPA UAP PANAS BUMI
Description:
Kehilangan panas atau sering di sebut heat loss adalah salah satu masalah yang selalu di jumpai pada bagian pipa di lapangan panas bumi.
Kehilangan panas bisa terjadi akibat perbedaan suhu antara uap yang mengalir di dalam pipa dengan suhu udara di luar pipa.
Dengan persamaan yang dikembangkan oleh Frank kreith, perhitungan kehilangan panas membantu dalam perencanaan pemasangan insulator pada pipa sehingga pipa tidak mengalami kehilangan panas yang tinggi.
Mencegah kehilangan panas sangat penting sebab turunnya suhu akan mengakibatkanperubahan fasa, dari fasa uap menjadi fasa cair (kondensat).
Selain hal tersebut, energi berada dalam bentuk panas yang di bawa oleh fluida (air atau uap) apabila kehilangan panas besar , energi yang akan masuk kedalam turbin semakin kecil sehingga pada akhirnya mempengaruhi efisiensi pembangkitan listrik.
Didalam tulisan ini, sebagai bahan material di ambil 4 macam, yaitu : Aerogel, Kalsium silikat, Glasswool, dan Rockwool.
Keempat material tersebut memiliki konduktivitas yang berbeda-beda dalam arti kemampuan untuk menghantarkan panas untuk setiap jenis material berbeda-beda.
Related Results
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pipa kalor fleksibel. Pipa kalor fleksibel dibuat denganpanjang 450 mm. Bagian evaporator terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm,...
Wu Man, the Pipa and Chinese Tradition in a Contemporary Global Context?
Wu Man, the Pipa and Chinese Tradition in a Contemporary Global Context?
In contrast to the idea that the modernization of playing styles has unleashed the expressive potential of the pipa,
this article suggests, through the individual case study of Wu ...
Karakterisasi Fluida Panas Bumi di Mata Air Panas Panti, Kabupaten Pasaman
Karakterisasi Fluida Panas Bumi di Mata Air Panas Panti, Kabupaten Pasaman
Telah dilakukan pengujian unsur pada fluida panas bumi di 5 (lima) mata air panas Panti, Kabupaten Pasaman. Konsentrasi Li, B, Na, K, dan Mg pada masing-masing sampel diukur menggu...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Kehilangan
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Kehilangan
Latar Belakang: Kehilangan merupakan pengalaman yang pernah dialami setiap individu selama rentang kehidupan cenderung mengalami kembali walaupun dalam bentuk berbeda. Kehilangan a...
DETEKSI MANIFESTASI PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS KAWASAN GUNUNG PATUHA)
DETEKSI MANIFESTASI PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS KAWASAN GUNUNG PATUHA)
Energi panas bumi merupakan energi alternatif yang diharapkan dapat menjadi pasokan tambahan bagi sumber energi Indonesia. Namun pada kenyataannya Indonesia baru memanfaatkan 5,9% ...
Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock
Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock
Cacat retak pada sambungan las merupakan permasalahan utama dalam perakitan pipa penstock untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Cacat retak disebabkan oleh pendinginan yang c...
Simulasi dan Analisa Faktor Intensifikasi Tegangan pada Sambungan Jenis Elbow dan Tee Menggunakan Metode Elemen Hingga
Simulasi dan Analisa Faktor Intensifikasi Tegangan pada Sambungan Jenis Elbow dan Tee Menggunakan Metode Elemen Hingga
Pada sistem perpipaan, dua pipa dapat terhubung satu sama lain secara langsung, baik dari pipa ke pipa maupun pipa ke fitting. Fitting disini dapat berupa elbow atau percabangan/te...

