Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock

View through CrossRef
Cacat retak pada sambungan las merupakan permasalahan utama dalam perakitan pipa penstock untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Cacat retak disebabkan oleh pendinginan yang cepat akibat aliran udara dingin (20℃) yang mengalir di dalam pipa penstock saat proses pengelasan. Pendinginan yang cepat dapat dihindari dengan melakukan perlakuan panas setelah proses pengelasan. Perlakuan panas dilakukan dengan menggunakan burner selama 40 menit dengan suhu 80℃-90℃ untuk mengurangi cacat retak pada sambungan las pipa penstock. Namun dalam proses perakitan pipa penstock untuk satu sistem PLTA dibutuhkan gas LPG sebanyak 12500 Kg. Hal ini menyebabkan pemborosan biaya dalam proses pengelasan pipa penstock. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses perlakuan pemanasan pada pipa penstock setelah proses pengelasan. Selain itu juga dilakukan penelitian terhadap cacat retak, kuat tarik, dan kekerasan sambungan las akibat perubahan suhu dan waktu pemanasan. Perlakuan panas menggunakan variasi suhu 70, 80, 90, dan 100℃ dengan variasi waktu 20, 30, 40, dan 50 menit. Pengujian menggunakan metode full factorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit merupakan parameter terbaik untuk menghilangkan cacat retak pada sambungan las pipa penstock. Kebutuhan gas LPG pada pemanasan menggunakan suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit sebesar 8126 Kg untuk satu sistem PLTA.
Title: Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock
Description:
Cacat retak pada sambungan las merupakan permasalahan utama dalam perakitan pipa penstock untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Cacat retak disebabkan oleh pendinginan yang cepat akibat aliran udara dingin (20℃) yang mengalir di dalam pipa penstock saat proses pengelasan.
Pendinginan yang cepat dapat dihindari dengan melakukan perlakuan panas setelah proses pengelasan.
Perlakuan panas dilakukan dengan menggunakan burner selama 40 menit dengan suhu 80℃-90℃ untuk mengurangi cacat retak pada sambungan las pipa penstock.
Namun dalam proses perakitan pipa penstock untuk satu sistem PLTA dibutuhkan gas LPG sebanyak 12500 Kg.
Hal ini menyebabkan pemborosan biaya dalam proses pengelasan pipa penstock.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses perlakuan pemanasan pada pipa penstock setelah proses pengelasan.
Selain itu juga dilakukan penelitian terhadap cacat retak, kuat tarik, dan kekerasan sambungan las akibat perubahan suhu dan waktu pemanasan.
Perlakuan panas menggunakan variasi suhu 70, 80, 90, dan 100℃ dengan variasi waktu 20, 30, 40, dan 50 menit.
Pengujian menggunakan metode full factorial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit merupakan parameter terbaik untuk menghilangkan cacat retak pada sambungan las pipa penstock.
Kebutuhan gas LPG pada pemanasan menggunakan suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit sebesar 8126 Kg untuk satu sistem PLTA.

Related Results

Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
PENGARUH JUMLAH PIPA PENSTOCK TERHADAP KINERJA TURBIN CROSSFLOW
PENGARUH JUMLAH PIPA PENSTOCK TERHADAP KINERJA TURBIN CROSSFLOW
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh head dan debit terhadap kinerja PLTMH dengan variasi jumlah pipa penstock. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan bukaan setiap...
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Pengaruh Arus Listrik Spot Welding KW14-1031 Terhadap Kekuatan Geser Pada Baja St42
Teknologi pengelasan tidak hanya digunakan untuk memproduksi tetapi berfungsi juga sebagai reparasi dari semua alat-alat yang terbuat dari logam. Pengelasan titik (spot welding) me...
Design and manufacture of Laboratory Scale Automatic Pipe Welding Tool
Design and manufacture of Laboratory Scale Automatic Pipe Welding Tool
Proses pengelasan pipa pada industri besar sudah menggunakan alat las pipa otomatis, sedangkan di industri kecil masih banyak yang menggunakan alat las pipa secara manual. Oleh kar...
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efe...
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA PIPA KALOR FLEKSIBEL
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pipa kalor fleksibel. Pipa kalor fleksibel dibuat denganpanjang 450 mm. Bagian evaporator terbuat dari tembaga dengan panjang 150 mm,...

Back to Top