Javascript must be enabled to continue!
MENINGKATKAN KEDISIPLINAN LATIHAN GULAT DENGAN SELF MANAGEMENT DI PANTI ASUHAN X
View through CrossRef
Panti Asuhan memainkan peran krusial dalam mendidik dan membina anak-anak terlantar agar menjadi individu yang mandiri dan berkontribusi dalam pembagunan nasional. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang dihadapi anak-anak panti asuhan dalam mengikuti Latihan gulat sebagai bagian dari program peningkatan kedisiplinan melalui Teknik self-management. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta implementasi teknik self-management yang didasarkan pada teori belajar Albert Bandura. Penelitian dilakukan di Panti Asuhan X, yang memiliki 58 anak dengan rentang 4 hingga 22 tahun. Program ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan melalui latihan gulat, menggunakan papan evaluasi dengan stiker warna untuk menilai kehadiran dan partisipasi. Pada awal program, mayoritas stiker berwarna merah, menunjukan ketidakhadiran yang tinggi. Setelah intervensi dengan Teknik self-management dan psikoedukasi, terjadi peningkatan signifikan dalam kedisiplinan, yang terlihat dari meningkatnya jumlah stiker kuning yang menunjukan kehadiran. Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak anak panti asuhan merasa terpaksa dan kurang termotivasi dalam mengikuti Latihan gulat. Melalui pendekatan self-management, anak-anak menunukan peningkatan dalam kedisiplinan, motivasi dan regulasi emosi. Peningkatan regulasi emosi ini dilihat memalui respon anak-anak ketika diminta untuk berlatih, yang sebelumnya sering marah kini menunjukan respons yang lebih tenang dan menurut. Keberhasilan intervensi ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis teori psikologi social dalam meningkatkan kedisiplinan dan regulasi emosi di lingkungan panti asuhan. Temuan ini memberikan rekomendasi kuat untuk penerapan Teknik self-management, teori modeling, dan pendekatan psikoedukasi serupa dalam program-program pengembangan anak di panti asuhan lainnya.
Title: MENINGKATKAN KEDISIPLINAN LATIHAN GULAT DENGAN SELF MANAGEMENT DI PANTI ASUHAN X
Description:
Panti Asuhan memainkan peran krusial dalam mendidik dan membina anak-anak terlantar agar menjadi individu yang mandiri dan berkontribusi dalam pembagunan nasional.
Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang dihadapi anak-anak panti asuhan dalam mengikuti Latihan gulat sebagai bagian dari program peningkatan kedisiplinan melalui Teknik self-management.
Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta implementasi teknik self-management yang didasarkan pada teori belajar Albert Bandura.
Penelitian dilakukan di Panti Asuhan X, yang memiliki 58 anak dengan rentang 4 hingga 22 tahun.
Program ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan melalui latihan gulat, menggunakan papan evaluasi dengan stiker warna untuk menilai kehadiran dan partisipasi.
Pada awal program, mayoritas stiker berwarna merah, menunjukan ketidakhadiran yang tinggi.
Setelah intervensi dengan Teknik self-management dan psikoedukasi, terjadi peningkatan signifikan dalam kedisiplinan, yang terlihat dari meningkatnya jumlah stiker kuning yang menunjukan kehadiran.
Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak anak panti asuhan merasa terpaksa dan kurang termotivasi dalam mengikuti Latihan gulat.
Melalui pendekatan self-management, anak-anak menunukan peningkatan dalam kedisiplinan, motivasi dan regulasi emosi.
Peningkatan regulasi emosi ini dilihat memalui respon anak-anak ketika diminta untuk berlatih, yang sebelumnya sering marah kini menunjukan respons yang lebih tenang dan menurut.
Keberhasilan intervensi ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis teori psikologi social dalam meningkatkan kedisiplinan dan regulasi emosi di lingkungan panti asuhan.
Temuan ini memberikan rekomendasi kuat untuk penerapan Teknik self-management, teori modeling, dan pendekatan psikoedukasi serupa dalam program-program pengembangan anak di panti asuhan lainnya.
Related Results
Iklim Panti Asuhan, Self Concept dan Motivasi Melanjutkan Studi Remaja Panti Asuhan ke Universitas
Iklim Panti Asuhan, Self Concept dan Motivasi Melanjutkan Studi Remaja Panti Asuhan ke Universitas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan iklim panti asuhan, self concept dengan motivasi melanjutkan studi remaja panti asuhan “X†ke Universitas. Responden penel...
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Non Laba Berdasarkan ISAK 35 Pada Panti Asuhan Gelora Kasih Sibolangit
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Non Laba Berdasarkan ISAK 35 Pada Panti Asuhan Gelora Kasih Sibolangit
Pengabdian ini bertujuan buat memberikan masukkan kepada Panti Asuhan agar dapat mengaplikasikan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)35 dalam penyajikan laporan keuangan...
Tanggung Jawab Panti Asuhan Sebagai Wali Terhadap Anak Asuhnya (Studi Pada Panti Asuhan TAT Twam Asi Denpasar)
Tanggung Jawab Panti Asuhan Sebagai Wali Terhadap Anak Asuhnya (Studi Pada Panti Asuhan TAT Twam Asi Denpasar)
Panti asuhan sebagai lembaga perwalian bertindak sebagai wali bagi anak-anak yang mengalami gangguanekonomi atau anak terlantar sehingga membutuhkan penanganan dari panti asuhan ya...
KONSEP DIRI DAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN
KONSEP DIRI DAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara konsep diri dengan kebermaknaan hidup pada remaja putri di Panti Asuhan Sunu Ngesti Tomo Jepara. Hipotesis ...
Gambaran Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Common Cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur
Gambaran Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Common Cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur
The most common health problems experienced by toddlers are coughs and colds caused by irritation of the respiratory tract, allergies, weakened immune systems and poor environments...
Penguatan Kesehatan Mental Melalui Peran Self-Disclosure Bagi Remaja Panti Asuhan
Penguatan Kesehatan Mental Melalui Peran Self-Disclosure Bagi Remaja Panti Asuhan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-disclosure terhadap kesehatan mental remaja di panti asuhan. Penelitian menggunakan metode mix method dengan 43 sampel remaja...
Hubungan Intensitas Cahaya dengan Ketajaman Penglihatan Penghuni Panti Asuhan
Hubungan Intensitas Cahaya dengan Ketajaman Penglihatan Penghuni Panti Asuhan
Rendahnya intensitas pencahayaan pada panti asuhan di Kota Makassar, yang penghuninya didominasi usia sekolah, dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan penghuninya. Hal ini dapat m...
EDUKASI TERPADU SEHAT BAGI SEMUA PADA PANTI ASUHAN YOS SUDARSO CILANDAK JAKARTA SELATAN
EDUKASI TERPADU SEHAT BAGI SEMUA PADA PANTI ASUHAN YOS SUDARSO CILANDAK JAKARTA SELATAN
Upaya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berbasis Riset , diketahui masih tingginya tingkat karies gigi pada anak Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak dikarenakan kurangnya penge...

