Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RISIKO PADA PROYEK INFRASTRUKTUR DASAR DAN FASILITAS UMUM PENUNJANG PARIWISATA DI PELABUHAN BENOA, BALI
View through CrossRef
Secara umum risiko pada proyek konstruksi dapat mempengaruhi tujuan proyek yaitu mempengaruhi biaya, mutu dan waktu. Dalam proyek konstruksi, faktor risiko merupakan kemungkinan yang menyebabkan terjadinya kerugian. Studi ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dominan dan mitigasi risiko yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pada proyek infrastruktur dasar dan fasilitas umum penunjang pariwisata di Pelabuhan Benoa. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui kuisioner yang selanjutnya di cek validitas dan realibilitasnya menggunakan SPSS. Selanjutnya untuk menentukan risiko dominan digunakan metode severity index. Berdasarkan penelitian ini terdapat 20 faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan proyek, Risiko yang dominan berdasarkan tingkat risiko adalah kejadian tak terduga (peristiwa bencana alam, kebakaran) sebesar 12%, perubahan pada pekerjaan yang sudah selesai sebesar 10%, perubahan lingkungan termasuk perubahan cuaca atau iklim di lokasi proyek sebesar 10%, perbaikan yang tidak sesuai dengan spesifikasi sebesar 8%, dan keterbatasan wewenang personil/pemilik dalam pengambilan keputusan sebesar 8%. Risiko-risiko dominan yang teridentifikasi pada proyek sangat perlu dicarikan solusi karena dampaknya yang sangat signifikan terhadap kinerja proyek.
Title: IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RISIKO PADA PROYEK INFRASTRUKTUR DASAR DAN FASILITAS UMUM PENUNJANG PARIWISATA DI PELABUHAN BENOA, BALI
Description:
Secara umum risiko pada proyek konstruksi dapat mempengaruhi tujuan proyek yaitu mempengaruhi biaya, mutu dan waktu.
Dalam proyek konstruksi, faktor risiko merupakan kemungkinan yang menyebabkan terjadinya kerugian.
Studi ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dominan dan mitigasi risiko yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan pada proyek infrastruktur dasar dan fasilitas umum penunjang pariwisata di Pelabuhan Benoa.
Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui kuisioner yang selanjutnya di cek validitas dan realibilitasnya menggunakan SPSS.
Selanjutnya untuk menentukan risiko dominan digunakan metode severity index.
Berdasarkan penelitian ini terdapat 20 faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan proyek, Risiko yang dominan berdasarkan tingkat risiko adalah kejadian tak terduga (peristiwa bencana alam, kebakaran) sebesar 12%, perubahan pada pekerjaan yang sudah selesai sebesar 10%, perubahan lingkungan termasuk perubahan cuaca atau iklim di lokasi proyek sebesar 10%, perbaikan yang tidak sesuai dengan spesifikasi sebesar 8%, dan keterbatasan wewenang personil/pemilik dalam pengambilan keputusan sebesar 8%.
Risiko-risiko dominan yang teridentifikasi pada proyek sangat perlu dicarikan solusi karena dampaknya yang sangat signifikan terhadap kinerja proyek.
Related Results
Gerakan Penolakan Masyarakat Adat Terhadap Reklamasi Teluk Benoa
Gerakan Penolakan Masyarakat Adat Terhadap Reklamasi Teluk Benoa
AbstractDecision to the reclamation of Benoa Bay which was based on human greed for nature invited a lot of rejection, especially from the Balinese people, plus there was a change ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
Pengendalian Proyek Berbasis Risiko Pada Proyek Embung Tukad Unda Di Klungkung Bali
Pengendalian Proyek Berbasis Risiko Pada Proyek Embung Tukad Unda Di Klungkung Bali
Proyek pembanguna Pusat Kebudayaan Bali (PKB) memiliki luas 337.68 Hektar di Kabupaten Klungkung, PKB yang merupakan salah satu program pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pen...
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DOMINANMANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PROYEK TAHAP KONSTRUKSI
Dalam setiap aktivitas proyek tentu mengandung unsur risiko, semakin komplek sebuah proyek semakin besarrisiko yang akan terjadi. Kurangnya perhatian terhadap manajemen risiko dapa...
STUDI PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SADENG, GIRISUBO, GUNUNG KIDUL
STUDI PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SADENG, GIRISUBO, GUNUNG KIDUL
Pelabuhan Sadeng merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dimanfaatkan untuk aktivitas bongkar muat dan pelelangan ikan. Aktifitas b...
DISKURSUS PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DI BALI
DISKURSUS PENGEMBANGAN PARIWISATA SYARIAH DI BALI
Seiring dengan potensi ekonomi pariwisata syariah global maka para pemangku kepentingan di Indonesia mengembangkan regulasi, destinasi, fasilitas pendukung, dan akomodasi pariwisat...

