Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN SARKOPENIA SEBAGAI FAKTOR RISKO GANGGUAN VISUOSPASIAL PADA LANSIA

View through CrossRef
Pendahuluan: Gangguan visuospasial, sebagai salah satu bentuk gangguan fungsi kognitif, dapat menjadi indikasi awal terjadinya demensia pada lansia. Sarkopenia, yang merupakan kelainan otot rangka progresif dan menyeluruh, dapat dikaitkan dengan risiko gangguan visuospasial pada lansia.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran gangguan visuospasial dengan faktor risikonya pada lansia di Pusaka Kebon Jeruk, Jakarta Barat.   Metode: Studi ini memiliki desain potong lintang dengan melibatkan 100 responden yang berusia 60 tahun ke atas. Gangguan visuospasial diukur menggunakan instrumen constructional praxis. Lansia dikatakan memiliki gangguan visuospasial jika memiliki skor < 11. Sarkopenia diukur berdasarkan European Working Group on Sarcopenia in Older People 2 (EWGSOP2). Kondisi frailty dinilai berdasarkan Fried frailty phenotype. Kadar gula darah dan kolesterol serum diukur melalui pemeriksaan laboratorium. Analisis bivariat dilakukan menggunakan tes χ2, sedangkan analisis multivariat dilakukan menggunakan  binary logistic regression dengan backward conditional analysis.   Hasil: Pada penelitian ini, didapatkan 100 responden dengan 50 responden mengalami gangguan visuospasial. Analisis bivariat menemukan adanya hubungan yang signifikan antara sarkopenia dan gangguan visuospasial (p = 0,016; RO = 2,667; 95% IK = 1,188 – 5,985). Analisis multivariat menemukan hasil yang serupa, yaitu adanya asosiasi yang signifikan antara sarkopenia dan gangguan visuospasial (p = 0,017; RO = 2,752; 95% IK = 1,203 – 6,296).   Diskusi: Sarkopenia berhubungan secara signifikan dengan gangguan visuospasial. Sarkopenia dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan visuospasial sebanyak 2,752.   Kata Kunci: Gangguan visuospasial, Lansia, Sarkopenia
Title: PERAN SARKOPENIA SEBAGAI FAKTOR RISKO GANGGUAN VISUOSPASIAL PADA LANSIA
Description:
Pendahuluan: Gangguan visuospasial, sebagai salah satu bentuk gangguan fungsi kognitif, dapat menjadi indikasi awal terjadinya demensia pada lansia.
Sarkopenia, yang merupakan kelainan otot rangka progresif dan menyeluruh, dapat dikaitkan dengan risiko gangguan visuospasial pada lansia.
  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran gangguan visuospasial dengan faktor risikonya pada lansia di Pusaka Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
  Metode: Studi ini memiliki desain potong lintang dengan melibatkan 100 responden yang berusia 60 tahun ke atas.
Gangguan visuospasial diukur menggunakan instrumen constructional praxis.
Lansia dikatakan memiliki gangguan visuospasial jika memiliki skor < 11.
Sarkopenia diukur berdasarkan European Working Group on Sarcopenia in Older People 2 (EWGSOP2).
Kondisi frailty dinilai berdasarkan Fried frailty phenotype.
Kadar gula darah dan kolesterol serum diukur melalui pemeriksaan laboratorium.
Analisis bivariat dilakukan menggunakan tes χ2, sedangkan analisis multivariat dilakukan menggunakan  binary logistic regression dengan backward conditional analysis.
  Hasil: Pada penelitian ini, didapatkan 100 responden dengan 50 responden mengalami gangguan visuospasial.
Analisis bivariat menemukan adanya hubungan yang signifikan antara sarkopenia dan gangguan visuospasial (p = 0,016; RO = 2,667; 95% IK = 1,188 – 5,985).
Analisis multivariat menemukan hasil yang serupa, yaitu adanya asosiasi yang signifikan antara sarkopenia dan gangguan visuospasial (p = 0,017; RO = 2,752; 95% IK = 1,203 – 6,296).
  Diskusi: Sarkopenia berhubungan secara signifikan dengan gangguan visuospasial.
Sarkopenia dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan visuospasial sebanyak 2,752.
  Kata Kunci: Gangguan visuospasial, Lansia, Sarkopenia.

Related Results

SARKOPENIA PADA PASIEN HEMODIALISIS
SARKOPENIA PADA PASIEN HEMODIALISIS
ABSTRACTBackground: Sarcopenia is a skeletal muscle disorder characterized by loss of muscle volume. Sarcopenia is associated with loss of strength and performance, increasing the ...
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Pelatihan Konselor Pada Kader Lansia RW.19 Sendangmulyo - Semarang
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya melatih para kader lansia agar dapat berperan sebagai konselor untuk kesejahteraan lansia di RW.19 Sendangmulyo di kota Semarang. Berd...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Pengalaman Anggota Keluarga Mendampingi Lansia Penderita Covid-19 Saat Isolasi di RSU Sembiring Deli Tua
Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terkena penyakit Covid-19. Kecemasan pada lansia dengan Covid-19 merupakan faktor kesehatan mental yang penting untuk diatasi. Terdapat...
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT TENTANG PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH BETOKAN, TIRTOADI, GODEAN, SLEMAN
Posyandu lansia merupakan langkah yang cukup strategis dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, seh...
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
Abstract. As life span increases, this condition more likely result in general health problems or mental health problems, especially in the elderly. Elderly who experience changes ...
Pencegahan Jatuh dan Instabilitas pada Kelompok Lanjut Usia: Sebuah Studi Literatur
Pencegahan Jatuh dan Instabilitas pada Kelompok Lanjut Usia: Sebuah Studi Literatur
Latar Belakang : Jatuh dan instabilitas merupakan permasalahan kesehatan yang signifikan pada kelompok lanjut usia (lansia) dan dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup, term...

Back to Top