Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

SARKOPENIA PADA PASIEN HEMODIALISIS

View through CrossRef
ABSTRACTBackground: Sarcopenia is a skeletal muscle disorder characterized by loss of muscle volume. Sarcopenia is associated with loss of strength and performance, increasing the risk of fractures, falls, physical disability, and mortality. Sarcopenia is common in End Stage Renal Disease (ESRD) patients undergoing dialysis. The dialysis process is also related to dietary pattern as it can cause muscle wasting through the mechanism of changing the protein balance in the body. Objectives: To study and collect information about determinant factors of sarcopenia among hemodialysis patients.Methods: Literature review with a review of 8 articles that fall into inclusion criteria through 2018 until 2023. A structured search method for articles or journals was performed on Google Scholar and PubMed using the term “sarcopenia and hemodialysis” and it was combined with factor and determinant as keywords. The study design that used in 8 articles were cross-sectional study that investigated 664 hemodialysis patients.Results: There were many factors that contribute to sarcopenia among hemodialysis patients, such as albumin and phosphate serum, malnutrition, nutritional status, Body Mass Index (BMI), age, sex, Insulin like-Growth Factor-1 (IGF-1), myostatin, insulin resistance, physical activity, depression, and Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Conclusion: Early detection of sarcopenia is important for patients undergoing hemodialysis therapy considering the many risk factors found.Keywords : sarcopenia; hemodialysis; risk factors; elderly ABSTRAKLatar belakang: Sarkopenia merupakan suatu kelainan otot yang ditandai dengan penurunan massa otot. Sarkopenia berhubungan dengan kehilangan kekuatan otot, peningkatan risiko patah tulang, risiko jatuh, dan penurunan kemampuan fisik, serta kematian. Sarkopenia sering terjadi pada pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) yang menjalani dialisis. Proses dialisis dapat menyebabkan pengecilan otot melalui mekanisme perubahan keseimbangan protein dalam tubuh. Tujuan: Untuk mempelajari dan mengumpulkan informasi tentang faktor penentu sarkopenia pada pasien hemodialisis. Metode: Review literatur dengan menelaah 8 artikel sesuai kriteria inklusi dengan tahun terbit berkisar antara 2018 hingga 2023. Metode pencarian terstruktur dilakukan pada platform Google Scholar dan PubMed dengan menggunakan istilah “sarkopenia dan hemodialisis” yang dikombinasikan dengan faktor dan determinan sebagai kata kunci. Desain penelitian yang digunakan dalam 8 artikel tersebut menggunakan studi cross-sectional yang melibatkan subjek sebanyak 664 pasien hemodialisis. Hasil: Terdapat beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap kejadian sarkopenia pada pasien hemodialisis, di antaranya serum albumin, serum fosfat, malnutrisi, status gizi, BMI, usia, jenis kelamin, IGF-1, myostatin, resistensi insulin, SCI, aktivitas fisik, tingkat depresi, dan BDNF. Simpulan: Deteksi dini sarkopenia penting dilakukan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis mengingat banyaknya faktor risiko yang ditemukan.Kata Kunci : sarkopenia; hemodialisis; faktor risiko; lansia
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: SARKOPENIA PADA PASIEN HEMODIALISIS
Description:
ABSTRACTBackground: Sarcopenia is a skeletal muscle disorder characterized by loss of muscle volume.
Sarcopenia is associated with loss of strength and performance, increasing the risk of fractures, falls, physical disability, and mortality.
Sarcopenia is common in End Stage Renal Disease (ESRD) patients undergoing dialysis.
The dialysis process is also related to dietary pattern as it can cause muscle wasting through the mechanism of changing the protein balance in the body.
Objectives: To study and collect information about determinant factors of sarcopenia among hemodialysis patients.
Methods: Literature review with a review of 8 articles that fall into inclusion criteria through 2018 until 2023.
A structured search method for articles or journals was performed on Google Scholar and PubMed using the term “sarcopenia and hemodialysis” and it was combined with factor and determinant as keywords.
The study design that used in 8 articles were cross-sectional study that investigated 664 hemodialysis patients.
Results: There were many factors that contribute to sarcopenia among hemodialysis patients, such as albumin and phosphate serum, malnutrition, nutritional status, Body Mass Index (BMI), age, sex, Insulin like-Growth Factor-1 (IGF-1), myostatin, insulin resistance, physical activity, depression, and Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).
Conclusion: Early detection of sarcopenia is important for patients undergoing hemodialysis therapy considering the many risk factors found.
Keywords : sarcopenia; hemodialysis; risk factors; elderly ABSTRAKLatar belakang: Sarkopenia merupakan suatu kelainan otot yang ditandai dengan penurunan massa otot.
Sarkopenia berhubungan dengan kehilangan kekuatan otot, peningkatan risiko patah tulang, risiko jatuh, dan penurunan kemampuan fisik, serta kematian.
Sarkopenia sering terjadi pada pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) yang menjalani dialisis.
Proses dialisis dapat menyebabkan pengecilan otot melalui mekanisme perubahan keseimbangan protein dalam tubuh.
Tujuan: Untuk mempelajari dan mengumpulkan informasi tentang faktor penentu sarkopenia pada pasien hemodialisis.
Metode: Review literatur dengan menelaah 8 artikel sesuai kriteria inklusi dengan tahun terbit berkisar antara 2018 hingga 2023.
Metode pencarian terstruktur dilakukan pada platform Google Scholar dan PubMed dengan menggunakan istilah “sarkopenia dan hemodialisis” yang dikombinasikan dengan faktor dan determinan sebagai kata kunci.
Desain penelitian yang digunakan dalam 8 artikel tersebut menggunakan studi cross-sectional yang melibatkan subjek sebanyak 664 pasien hemodialisis.
Hasil: Terdapat beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap kejadian sarkopenia pada pasien hemodialisis, di antaranya serum albumin, serum fosfat, malnutrisi, status gizi, BMI, usia, jenis kelamin, IGF-1, myostatin, resistensi insulin, SCI, aktivitas fisik, tingkat depresi, dan BDNF.
Simpulan: Deteksi dini sarkopenia penting dilakukan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis mengingat banyaknya faktor risiko yang ditemukan.
Kata Kunci : sarkopenia; hemodialisis; faktor risiko; lansia.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) stadium akhir mempunyai pilihan pengobatan berupa hemodialisis yang harus dijalani seumur hidup. Kualitas hidup pasien selama melakukan h...
Pengaruh Relaksasi Napas Dalam terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Hemodialisis di Klinik Hemodialisis PMI Surakarta
Pengaruh Relaksasi Napas Dalam terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Hemodialisis di Klinik Hemodialisis PMI Surakarta
Latar Belakang; Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gagalnya fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme keseimbangan cairan dan elektrolit akibat kerusakan struktur ginjal yang...
HUBUNGAN ANTARA ADEKUASI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISA RS JASA KARTINI TASIKMALAYA
HUBUNGAN ANTARA ADEKUASI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISA RS JASA KARTINI TASIKMALAYA
Pasien dengan GGK memerlukan terapi pengganti fungsi ginjal. Hemodialisis adalah salah satu terapi pengganti fungsi ginjal yang sering digunakan di Indonesia. Penilaian adekuasi he...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pasien Hemodialisis
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pasien Hemodialisis
ABSTRAK   Latar Belakang: Hemodialisis merupakan prosedur untuk menyaring limbah dan air dari darah sebagai pengganti fungsi ginjal. Salah satu masalah pada pasien hemo...
Karakteristik Hipertensi pada Pasien PGTA yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Provinsi NTB Tahun 2021
Karakteristik Hipertensi pada Pasien PGTA yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Provinsi NTB Tahun 2021
Latar Belakang: Berdasarkan IRR 2018, proporsi etiologi pasien PGTA di Indonesia yang terbanyak adalah hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hipertens...

Back to Top