Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
View through CrossRef
Latar belakang : jumlah kasus Covid-19 dan/atau jumlah kematian semakin meningkat, hal ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Kondisi wabah penyakit akan menyebabkan orang merasa khawatir dan tertekan. Berbagai dampak yang dialami masyarakat dari segi ekonomi maupun psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Melihat kejadian tersebut, maka peneliti memandang perlu untuk melakukan penelitian tentang hubungan kecemasan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dengan kualitas hidup.
Tujuan : mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas hidup masyarakat pada masa pandemi COVID-19 di Desa Bolopleret Kecamatan Juwiring, Klaten.
Metode : desain penelitian ini adalah korelasional. Jumlah sampel sebanyak 86 yang diambil dengan teknik simple random sampling. Kecemasan diukur menguunakan instrumen HRSA sedangkan kualitas hidup diukur menggunkan instrumen WHOQOL-BREF. Data yang sudah terkumpul dilakukan analisa menggunakan uji Spearman Rho.
Hasil : terdapat 46,7% masyarakat yang mengalami kecemasan dengan kategori kecemasan ringan sebanyak 11 responden (12,2%), kecemasan sedang sebanyak 13 responden (14,4%) dan kecemasan berat sebanyak 18 responden (20%). Responden yang tidak mengalami kecemasan, mayoritas memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebesar 70,83%. Sedangkan responden yang mengalami kecemasan baik ringan, sedang, maupun berat, mayoritas memiliki kualitas hidup sedang. Semakin berat tingkat kecemasan maka semakin banyak responden yang memiliki kualitas hidup sedang, bahkan kualitas hidup buruk. Responden yang mengalami kecemasan sedang memiliki kualitas hidup sedang sebanyak 61,54% dan responden yang mengalami kecemasan berat semakin banyak yang memiliki kualitas hidup sedang, yaitu sebanyak 83,33%. Hasil analisa statistik menggunakan uji Spearman rho didapatkan nilai p=0,000 dan nilai rs=-0,647.
Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas hidup yang bersifat negatif, artinya semakin tinggi nilai kecemasan maka semakin rendah kualitas hidup atau sebaliknya, semakin rendah kecemasan maka semakin tinggi kualitas hidup.
Kata kunci : Covid-19, kecemasan, kualitas hidup
Background : the number of Covid-19 cases and/or the number of deaths is increasing, this has an impact on political, economic, social, cultural, defense and security aspects, as well as the welfare of the people in Indonesia. An epidemic condition will cause people to feel worried and depressed. The various impacts experienced by the community can cause problems both from an economic and psychological perspective that can affect the quality of life. Seeing this incident, the researchers considered it necessary to conduct research on the relationship of anxiety during the Covid-19 pandemic with quality of life
Purpose: Knowing the relationship of community anxiety in the Covid-19 pandemic with the quality of life
Methods : the design of this research is correlational. The number of samples was 86 which were taken using simple random sampling technique. Anxiety was measured using the HRSA instrument while quality of life was measured using the WHOQOL-BREF instrument. The data that has been collected is analyzed using the Spearman rho test.
Result : there are 46.7% of people who experience anxiety with mild anxiety category as many as 11 respondents (12.2%), moderate anxiety as many as 13 respondents (14.4%) and severe anxiety as many as 18 respondents (20%). Respondents who do not experience anxiety, the majority have a good quality of life, there are 70.83%. Meanwhile, the majority of respondents who experienced mild, moderate, and severe anxiety had a moderate quality of life. The heavier the level of anxiety, the more respondents have a moderate quality of life, even worse quality of life. Respondents who experience moderate anxiety have a moderate quality of life as much as 61.54% and respondents who experience severe anxiety have more moderate quality of life, which is 83.33%. The results of statistical analysis using the Spearman rho test obtained p value = 0.000 and value of rs=-0,647.
Conclusion : there is a significant relationship between anxiety and quality of life which is negative relationship, meaning that the higher the anxiety, the lower the quality of life, otherwise, the lower the anxiety, the higher the quality of life.
Keywords: anxiety, Covid-19, quality of life
Akademi Keperawatan Panti Kosala Surakarta
Title: HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
Description:
Latar belakang : jumlah kasus Covid-19 dan/atau jumlah kematian semakin meningkat, hal ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Kondisi wabah penyakit akan menyebabkan orang merasa khawatir dan tertekan.
Berbagai dampak yang dialami masyarakat dari segi ekonomi maupun psikologis yang dapat mempengaruhi kualitas hidup.
Melihat kejadian tersebut, maka peneliti memandang perlu untuk melakukan penelitian tentang hubungan kecemasan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dengan kualitas hidup.
Tujuan : mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas hidup masyarakat pada masa pandemi COVID-19 di Desa Bolopleret Kecamatan Juwiring, Klaten.
Metode : desain penelitian ini adalah korelasional.
Jumlah sampel sebanyak 86 yang diambil dengan teknik simple random sampling.
Kecemasan diukur menguunakan instrumen HRSA sedangkan kualitas hidup diukur menggunkan instrumen WHOQOL-BREF.
Data yang sudah terkumpul dilakukan analisa menggunakan uji Spearman Rho.
Hasil : terdapat 46,7% masyarakat yang mengalami kecemasan dengan kategori kecemasan ringan sebanyak 11 responden (12,2%), kecemasan sedang sebanyak 13 responden (14,4%) dan kecemasan berat sebanyak 18 responden (20%).
Responden yang tidak mengalami kecemasan, mayoritas memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebesar 70,83%.
Sedangkan responden yang mengalami kecemasan baik ringan, sedang, maupun berat, mayoritas memiliki kualitas hidup sedang.
Semakin berat tingkat kecemasan maka semakin banyak responden yang memiliki kualitas hidup sedang, bahkan kualitas hidup buruk.
Responden yang mengalami kecemasan sedang memiliki kualitas hidup sedang sebanyak 61,54% dan responden yang mengalami kecemasan berat semakin banyak yang memiliki kualitas hidup sedang, yaitu sebanyak 83,33%.
Hasil analisa statistik menggunakan uji Spearman rho didapatkan nilai p=0,000 dan nilai rs=-0,647.
Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas hidup yang bersifat negatif, artinya semakin tinggi nilai kecemasan maka semakin rendah kualitas hidup atau sebaliknya, semakin rendah kecemasan maka semakin tinggi kualitas hidup.
Kata kunci : Covid-19, kecemasan, kualitas hidup
Background : the number of Covid-19 cases and/or the number of deaths is increasing, this has an impact on political, economic, social, cultural, defense and security aspects, as well as the welfare of the people in Indonesia.
An epidemic condition will cause people to feel worried and depressed.
The various impacts experienced by the community can cause problems both from an economic and psychological perspective that can affect the quality of life.
Seeing this incident, the researchers considered it necessary to conduct research on the relationship of anxiety during the Covid-19 pandemic with quality of life
Purpose: Knowing the relationship of community anxiety in the Covid-19 pandemic with the quality of life
Methods : the design of this research is correlational.
The number of samples was 86 which were taken using simple random sampling technique.
Anxiety was measured using the HRSA instrument while quality of life was measured using the WHOQOL-BREF instrument.
The data that has been collected is analyzed using the Spearman rho test.
Result : there are 46.
7% of people who experience anxiety with mild anxiety category as many as 11 respondents (12.
2%), moderate anxiety as many as 13 respondents (14.
4%) and severe anxiety as many as 18 respondents (20%).
Respondents who do not experience anxiety, the majority have a good quality of life, there are 70.
83%.
Meanwhile, the majority of respondents who experienced mild, moderate, and severe anxiety had a moderate quality of life.
The heavier the level of anxiety, the more respondents have a moderate quality of life, even worse quality of life.
Respondents who experience moderate anxiety have a moderate quality of life as much as 61.
54% and respondents who experience severe anxiety have more moderate quality of life, which is 83.
33%.
The results of statistical analysis using the Spearman rho test obtained p value = 0.
000 and value of rs=-0,647.
Conclusion : there is a significant relationship between anxiety and quality of life which is negative relationship, meaning that the higher the anxiety, the lower the quality of life, otherwise, the lower the anxiety, the higher the quality of life.
Keywords: anxiety, Covid-19, quality of life.
Related Results
Pembelajaran Daring dan Gangguan Kecemasan pada Siswa SMA di Masa Pandemi COVID-19: Tinjauan Literatur
Pembelajaran Daring dan Gangguan Kecemasan pada Siswa SMA di Masa Pandemi COVID-19: Tinjauan Literatur
Di masa pandemi COVID-19, pemerintah memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan menggunakan jaringan internet. Banyak studi yang telah melaporkan gangguan kecemasan ...
Telisik Daya Tahan Usaha dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Telisik Daya Tahan Usaha dan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Setelah memasuki kuartal ketiga tahun kedua (2021), pandemi Covid-19 diperkirakan banyak ahli dan pengamat belum akan segera berlalu, malahan beberapa mengatakan dunia harus bersi...
Fungsi Terapi Islami Mengurangi Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir BPI FDK UINSU
Fungsi Terapi Islami Mengurangi Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir BPI FDK UINSU
Kecemasan adalah perasaan yang muncul ketika individu merasa khawatir atau takut terhadap sesuatu. Kecemasan sering dialami oleh semua individu, terlebih pada mahasiswa tingkat akh...
HUBUNGAN KECEMASAN KARIR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA TINGKAT AKHIR
HUBUNGAN KECEMASAN KARIR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Masalah kecemasan karir kerap kali dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Dalam hal ini, mulai bermunculan amanat tanggung jawab baru yang mengharuskan untuk berpikir dan bersiap ke ta...
Strategi Fundraising SOS Children’s Villages di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Deskriptif pada SOS Children’s Villages Indonesia)
Strategi Fundraising SOS Children’s Villages di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Deskriptif pada SOS Children’s Villages Indonesia)
Abstrak :
Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui sistem pendanaan SOS Children’s Villages Indonesia masa pandemi COVID-19, (2) Mengetahui strategi Fundraising SOS Children’...
Pengaruh Kecemasan Kesehatan dengan Cyberchondria di tengah Pandemi Covid-19
Pengaruh Kecemasan Kesehatan dengan Cyberchondria di tengah Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 adalah persoalan yang masih dan sedang ditangani serta menjadi fokus perhatian seluruh dunia saat ini. Dampak dari Covid-19 terhadap kesehatan fisik dan kesehatan ...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB R KOTA BUKITTINGGI
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB R KOTA BUKITTINGGI
Kecemasan adalah gangguan perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau khawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Gangguan kecemasan pada ibu hamil di negara maju mencapa...
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
TINGKAT KECEMASAN DAPAT MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA LANSIA
Abstract. As life span increases, this condition more likely result in general health problems or mental health problems, especially in the elderly. Elderly who experience changes ...


