Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fungsi Terapi Islami Mengurangi Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir BPI FDK UINSU

View through CrossRef
Kecemasan adalah perasaan yang muncul ketika individu merasa khawatir atau takut terhadap sesuatu. Kecemasan sering dialami oleh semua individu, terlebih pada mahasiswa tingkat akhir. Namun kecemasan yang dirasakan tentunya dapat diatasi dengan segala upaya, salah satunya dengan melakukan terapi islami. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir, faktor-faktor penyebab mengalami kecemasan dan bagaimana fungsi terapi islami dalam membantu mengurangi kecemasan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian berupa 8 informan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa berbeda-beda, ada yang mengalami kecemasan ringan, sedang dan berat. Sebagian informan merasa bahwa dari kecemasan ini dapat memotivasi mereka untuk segera menyelesaikan tugas akhir, sementara informan yang lain beranggapan kecemasan ini mengganggu kehidupan sehari-hari. Kecemasan tersebut disebabkan oleh kesulitan menemui dosen pembimbing, perasaan takut tidak lulus tepat waktu, tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri dan harapan orang tua untuk lulus dengan tepat waktu pun menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan melalui terapi islami yaitu dengan melaksanakan terapi salat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an. Setelah melakukan terapi islami dengan melakukan ibadah-ibadah tersebut membuat mereka merasakan ketenangan dan ketentraman jiwa, menyingkirkan perasaan takut, kegelisahan dan kecemasan, lebih bisa berpikir positif, dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Title: Fungsi Terapi Islami Mengurangi Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir BPI FDK UINSU
Description:
Kecemasan adalah perasaan yang muncul ketika individu merasa khawatir atau takut terhadap sesuatu.
Kecemasan sering dialami oleh semua individu, terlebih pada mahasiswa tingkat akhir.
Namun kecemasan yang dirasakan tentunya dapat diatasi dengan segala upaya, salah satunya dengan melakukan terapi islami.
Tujuan penelitian untuk mengetahui kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir, faktor-faktor penyebab mengalami kecemasan dan bagaimana fungsi terapi islami dalam membantu mengurangi kecemasan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI.
Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Subjek penelitian berupa 8 informan mahasiswa tingkat akhir prodi BPI.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa berbeda-beda, ada yang mengalami kecemasan ringan, sedang dan berat.
Sebagian informan merasa bahwa dari kecemasan ini dapat memotivasi mereka untuk segera menyelesaikan tugas akhir, sementara informan yang lain beranggapan kecemasan ini mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kecemasan tersebut disebabkan oleh kesulitan menemui dosen pembimbing, perasaan takut tidak lulus tepat waktu, tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri dan harapan orang tua untuk lulus dengan tepat waktu pun menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa.
Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan melalui terapi islami yaitu dengan melaksanakan terapi salat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an.
Setelah melakukan terapi islami dengan melakukan ibadah-ibadah tersebut membuat mereka merasakan ketenangan dan ketentraman jiwa, menyingkirkan perasaan takut, kegelisahan dan kecemasan, lebih bisa berpikir positif, dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

Related Results

SELF AWARENESS DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
SELF AWARENESS DAN KECEMASAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir sebagian berada pada kategori berat hingga sangat berat. Kecemasan tersebut akan menimbulkan gejala fisik maupun gejala kognitif yang...
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia Menjelang Ujian Sooca Pada Mahasiswa Tingkat I Fk Unisba Tahun 2022
Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Insomnia Menjelang Ujian Sooca Pada Mahasiswa Tingkat I Fk Unisba Tahun 2022
Abstract. Anxiety, an emotional response to uncertainty, often involves feelings of fear and physical symptoms. Insomnia, difficulty sleeping linked to mental health issues. SOOCA ...
Pengaruh Terapi Hipnotis Lima Jari untuk Menurunkan Kecemasan pada Mahasiswa Menghadapi Skripsi Prodi Keperawatan di Universitas Malahayati
Pengaruh Terapi Hipnotis Lima Jari untuk Menurunkan Kecemasan pada Mahasiswa Menghadapi Skripsi Prodi Keperawatan di Universitas Malahayati
ABSTRACT Anxiety is a feeling of fear of something happening caused by anticipation of danger and is a signal that helps individuals to prepare to take action against threats. obse...
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PELATIH DAN ATLET TAEKWONDO
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PELATIH DAN ATLET TAEKWONDO
Penelitian ini merupakan penelitian tentang perbedaan tingkat kecemasan pelatih dan tingkat kecemasan atlet pada cabang olahraga taekwondo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menget...
Pengaruh Ujian SOOCA terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Pengaruh Ujian SOOCA terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Kecemasan adalah perasaan tegang dan khawatir akibat reaksi terhadap ketidakmampuan untuk memecahkan masalah atau perasaan tidak aman. Menurut penelitian Mancevska, mahasiswa kedok...
Time‐resolved fluoroimmunoassay for bactericidal/permeability‐increasing protein
Time‐resolved fluoroimmunoassay for bactericidal/permeability‐increasing protein
Bactericidal/permeability‐increasing protein (BPI) is a cationic antimicrobial protein produced by polymorphonuclear leukocytes, that specifically interacts with and kills Gram‐neg...

Back to Top