Javascript must be enabled to continue!
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
View through CrossRef
ABSTRAKPenderita stroke dapat mengalami gangguan motorik. Setelah melewati masa akut, penderita stroke yang mengalami gangguan motorik diharapkan menjalani program rehabilitasi motorik. Proses rehabilitasi motorik penderita stroke membutuhkan dukungan keluarga karena dapat memotivasi dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani program rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dukungan keluarga pada pasien stroke dalam menjalani rehabilitasi motorik. Sampel penelitian adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sidotopo Wetan yang menderita stroke dan sedang melakukan program rehabilitasi sebanyak 27 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai p = 0.496 (α<0.05) dan nilai r = - 0.137, dan dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan emosional, penghargaan, informatif, dan instrumental keluarga terhadap proses rehabilitasi motorik penderita stroke. Hal ini dikarenakan sebagian besar penderita tidak tinggal serumah dengan keluarga, sehingga hal ini membuat penderita tidak mendapatkan dukungan keluarga yang optimal. Bila penderita mendapatkan dukungan yang cukup dari keluarga, diharapkan penderita dapat termotivasi untuk merubah gaya hidup sehat secara optimal.
Kata kunci: dukungan keluarga, pasien stroke, rehabilitasi motorik
ABSTRACTStroke patients may experience physical motor impaired. After passing through the acute period, stroke patients with physical motor impaired must took a physical motor rehabilitation program. The process of physical motor rehabilitation program needed social family support because family could motivated and increased patient’s obedience. The aim of this study was to analyzed relationship between family social support with physical motor rehabilitation program of stroke patients. Samples were patient came to Sidotopo Wetan public health care who suffered a stroke and was conducting a physical motor rehabilitation program as many as 27 people. This study used consecutive sampling. Data was collected using questionnaire and analyzed using Pearson correlation test. Result of this study showed p = 0.496 (α<0.05) dan nilai r = - 0.137 so there was not a relationship between emotional, appreciation, informative, and instrumental family support with the patient physical motor rehabilitation process. This was because most patients did not stay together with their family, so this made patients did not get full family support. When patients get enough support from the family, the patient could be motivated to change healthy lifestyle optimally.
Keywords: family support, stroke patient, physical motor rehabilitation
DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adi Husada
Title: DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE
Description:
ABSTRAKPenderita stroke dapat mengalami gangguan motorik.
Setelah melewati masa akut, penderita stroke yang mengalami gangguan motorik diharapkan menjalani program rehabilitasi motorik.
Proses rehabilitasi motorik penderita stroke membutuhkan dukungan keluarga karena dapat memotivasi dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani program rehabilitasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dukungan keluarga pada pasien stroke dalam menjalani rehabilitasi motorik.
Sampel penelitian adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sidotopo Wetan yang menderita stroke dan sedang melakukan program rehabilitasi sebanyak 27 orang.
Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai p = 0.
496 (α<0.
05) dan nilai r = - 0.
137, dan dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan emosional, penghargaan, informatif, dan instrumental keluarga terhadap proses rehabilitasi motorik penderita stroke.
Hal ini dikarenakan sebagian besar penderita tidak tinggal serumah dengan keluarga, sehingga hal ini membuat penderita tidak mendapatkan dukungan keluarga yang optimal.
Bila penderita mendapatkan dukungan yang cukup dari keluarga, diharapkan penderita dapat termotivasi untuk merubah gaya hidup sehat secara optimal.
Kata kunci: dukungan keluarga, pasien stroke, rehabilitasi motorik
ABSTRACTStroke patients may experience physical motor impaired.
After passing through the acute period, stroke patients with physical motor impaired must took a physical motor rehabilitation program.
The process of physical motor rehabilitation program needed social family support because family could motivated and increased patient’s obedience.
The aim of this study was to analyzed relationship between family social support with physical motor rehabilitation program of stroke patients.
Samples were patient came to Sidotopo Wetan public health care who suffered a stroke and was conducting a physical motor rehabilitation program as many as 27 people.
This study used consecutive sampling.
Data was collected using questionnaire and analyzed using Pearson correlation test.
Result of this study showed p = 0.
496 (α<0.
05) dan nilai r = - 0.
137 so there was not a relationship between emotional, appreciation, informative, and instrumental family support with the patient physical motor rehabilitation process.
This was because most patients did not stay together with their family, so this made patients did not get full family support.
When patients get enough support from the family, the patient could be motivated to change healthy lifestyle optimally.
Keywords: family support, stroke patient, physical motor rehabilitation
DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>.
Related Results
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Abstract. Stroke is the second leading cause of death worldwide, accounting for 11.13% of total deaths, and is the primary cause of disability globally. The most common type of str...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Berulang
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Berulang
Abstract
Recurrent stroke is one of the complications that often occurs after a stroke and can be more fatal than the first stroke, due to the increasing extent of brain dama...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and Stroke Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI METRO
Stroke merupakan penyakit kronis yang mengenai sistem saraf, penyakit ini memiliki problematika pasca stroke yang dapat menurunkan kualitas hidup bagi penderita. Keluarga merupakan...
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
Dalam proses pembangunan manusia Indonesia, agama memiliki kedudukan penting dan utama dalam upaya membentuk kualitas manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri. Melalui pembangu...
Efektifitas Dukungan Sosial Dan Keluarga Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar
Efektifitas Dukungan Sosial Dan Keluarga Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar
Diabetes mellitus (DM) tipe 2 adalah kondisi jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup individu yang menderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa efektif d...
Unit Stroke di Rumah Sakit: Arti Penting dan Model Pelayanan
Unit Stroke di Rumah Sakit: Arti Penting dan Model Pelayanan
Pentingnya pelayanan rehabilitasi medik dan tingginya kasus stroke mendorong kajian pengembangan unit stroke di rumah sakit. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi arti penting u...

