Javascript must be enabled to continue!
Status Mutu Kualitas Air Sungai Kaliotik Saat Musim Kemarau dengan Metode Storet
View through CrossRef
Tingginya aktivitas pemukiman dan kegiatan pasar disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kaliotik akan menimbulkan permasalahan pencemaran lingkungan. Metode storet digunakan karena dapat membantu menganalisis sumber pencemaran air sungai dari 3 lokasi pengambilan sampel air (stasiun 1 mewakili pemukiman, stasiun 2 mewakili kawasan industri (pasar ikan) dan stasiun 3 mewakili sektor pertanian), dimana lokasi-lokasi tersebut mewakili kegiatan masyarakat disekitar DAS. Status mutu air dibagi menjadi empat kriteria, yaitu memenuhi baku mutu, tercemar ringan, tercemar sedang, dan tercemar berat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air Sungai Kaliotik menggunakan metode storet. Metode penelitian ini menggunakan metode storet yang mengacu pada KepmenLHK No. 115 Tahun 2003. Penghitungan merode storet menggunakan data komposit dari stasiun 1, 2, dan 3. Analisis penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif, dengan observasi lapangan dan analisis hasil laboratorium. Parameter yang diuji meliputi suhu, TSS, TDS, kekeruhan, pH, DO, COD, BOD, nitrat, amoniak, fosfat. Pengambilan sampel pada musim kemarau memiliki akurasi yang lebih baik dari pada musim hujan, karena polutan tidak terdipersi oleh air hujan. Penentuan status mutu air Sungai Kaliotik menggunakan metode storet pada semua parameter, dengan jumlah semua skor adalah -144. Artinya Sungai Kaliotik mempunyai status mutu yang buruk untuk peruntukkan golongan C (PP20/1990).
Universitas Islam Lamongan
Title: Status Mutu Kualitas Air Sungai Kaliotik Saat Musim Kemarau dengan Metode Storet
Description:
Tingginya aktivitas pemukiman dan kegiatan pasar disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kaliotik akan menimbulkan permasalahan pencemaran lingkungan.
Metode storet digunakan karena dapat membantu menganalisis sumber pencemaran air sungai dari 3 lokasi pengambilan sampel air (stasiun 1 mewakili pemukiman, stasiun 2 mewakili kawasan industri (pasar ikan) dan stasiun 3 mewakili sektor pertanian), dimana lokasi-lokasi tersebut mewakili kegiatan masyarakat disekitar DAS.
Status mutu air dibagi menjadi empat kriteria, yaitu memenuhi baku mutu, tercemar ringan, tercemar sedang, dan tercemar berat.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas air Sungai Kaliotik menggunakan metode storet.
Metode penelitian ini menggunakan metode storet yang mengacu pada KepmenLHK No.
115 Tahun 2003.
Penghitungan merode storet menggunakan data komposit dari stasiun 1, 2, dan 3.
Analisis penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif, dengan observasi lapangan dan analisis hasil laboratorium.
Parameter yang diuji meliputi suhu, TSS, TDS, kekeruhan, pH, DO, COD, BOD, nitrat, amoniak, fosfat.
Pengambilan sampel pada musim kemarau memiliki akurasi yang lebih baik dari pada musim hujan, karena polutan tidak terdipersi oleh air hujan.
Penentuan status mutu air Sungai Kaliotik menggunakan metode storet pada semua parameter, dengan jumlah semua skor adalah -144.
Artinya Sungai Kaliotik mempunyai status mutu yang buruk untuk peruntukkan golongan C (PP20/1990).
.
Related Results
KETERKAITAN MUSIM HUJAN DAN MUSIM ANGIN DENGAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU YANG BERBASIS DI PPN PENGAMBENGAN
KETERKAITAN MUSIM HUJAN DAN MUSIM ANGIN DENGAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU YANG BERBASIS DI PPN PENGAMBENGAN
Musim penangkapan ikan seringkali dikaitkan dengan kondisi iklim dan cuaca seperti hujan dan musim angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara musim hujan...
Pemetaan Kualitas Air Sungai Akibat Penambangan Emas
Pemetaan Kualitas Air Sungai Akibat Penambangan Emas
Sungai Batang Palangki merupakan sungai yang terletak di Kecamatan IV Nagari di Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat. Di Sungai tersebut terdapat beberapa aktivitas penamban...
UJI KUALITAS AIR DAN DETEKSI BAKTERI PATOGEN DARI SUNGAI CIRENGGANIS DAN AIR LAUT PANTAI TIMUR PANGANDARAN
UJI KUALITAS AIR DAN DETEKSI BAKTERI PATOGEN DARI SUNGAI CIRENGGANIS DAN AIR LAUT PANTAI TIMUR PANGANDARAN
Sungai Cirengganis dan Pantai Timur Pangandaran merupakan tempat tujuan wisata air. Keberadaan mikroorganisme patogen berpengaruh terhadap kualitas air tersebut. Uji kualitas air S...
Analisis Daya Tampung Beban Pencemar di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun Parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Dissolved Oxygen (DO) Menggunakan Pemodelan Qual2Kw
Analisis Daya Tampung Beban Pencemar di Sungai Batang Tembesi Kabupaten Sarolangun Parameter Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Dissolved Oxygen (DO) Menggunakan Pemodelan Qual2Kw
Sungai Batang Tembesi merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Sungai ini berhulu di Kecamatan Pauh dan bermuara di Sungai Batang Hari, de...
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
PEMERINTAHAN TRADISIONAL SEMASA ZAMAN SULTAN ABDUL MOMIN DI SUNGAI TUARAN (1877-1885)
Sungai Tuaran terletak di sebelah pantai barat Borneo Utara sejak dua atau tiga abad yang lalu. Nama Sungai Tuaran telah wujud pada era pemerintahan Sultan Abdul Momin seperti dije...
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Kota Bima mengalami banjir besar tanggal 21 dan 23 Desember 2016. Banjir berasal luapan Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Sungai Padolo memberikan dampak...
BIOMONITORING PENCEMARAN SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN JUWANA BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb) PADA IKAN LUNDU
BIOMONITORING PENCEMARAN SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN JUWANA BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT (Pb) PADA IKAN LUNDU
Biomonitoring adalah pemanfaatan organisme untuk memonitor dan menilai/ mendeteksi kondisi suatu lingkungan. Sungai Silugonggo merupakan sungai terbesar di Kecamatan Juwana, yang b...

