Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERTUMBUHAN DAN HASIL KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT YANG DIAPLIKASI MIKORIZA

View through CrossRef
Faktor pembatas pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit akibat kadar hara yang rendah mengakibatkan tanaman tumbuh tidak optimal. Untuk meningkatkan ketersediaan hara dan penyerapan pada tanaman membutuhkan organisme mikoriza yang mampu meningkatkan daya serap unsur hara bagi tanaman. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada umur tanam yang berbeda (1, 2, 3, 4 tahun) yang diaplikasi mikoriza diawal. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan pengambilan sampel secara purposive sampel secara purposive random sampling . Sampel daun yang diambil  untuk umur tanaman <3 tahun pada daun ke-9 dan daun ke-17 diumur >3 tahun. Sampel tanaman diambil  secara acak dan dianalisis di laboratorium serta ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, panjang pelepah, jumlah anak daun, panjang dan lebar anak daun, lebar, tebal petiole, Petiole Cross Section (PCS), pengamatan infeksi mikoriza dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nyata untuk semua parameter pertumbuhan vegetatif mulai umur 3 tahun pada jumlah daun, panjang pelepah, jumlah anak daun, panjang dan lebar anak daun, lebar petiole, tebal petiole, leaf area, PCS. Nilai infeksi akar tertinggi umur 1 tahun setelah aplikasi mencapai 18% pada kategori sedang. Pada blok diaplikasi mikoriza pencapaian produksi terjadi peningkatan lebih tinggi hingga 13% dibanding blok  tanpa aplikasi mikoriza.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: PERTUMBUHAN DAN HASIL KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT YANG DIAPLIKASI MIKORIZA
Description:
Faktor pembatas pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit akibat kadar hara yang rendah mengakibatkan tanaman tumbuh tidak optimal.
 Untuk meningkatkan ketersediaan hara dan penyerapan pada tanaman membutuhkan organisme mikoriza yang mampu meningkatkan daya serap unsur hara bagi tanaman.
 Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada umur tanam yang berbeda (1, 2, 3, 4 tahun) yang diaplikasi mikoriza diawal.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan pengambilan sampel secara purposive sampel secara purposive random sampling .
Sampel daun yang diambil  untuk umur tanaman <3 tahun pada daun ke-9 dan daun ke-17 diumur >3 tahun.
Sampel tanaman diambil  secara acak dan dianalisis di laboratorium serta ANOVA dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT).
 Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, panjang pelepah, jumlah anak daun, panjang dan lebar anak daun, lebar, tebal petiole, Petiole Cross Section (PCS), pengamatan infeksi mikoriza dan produksi.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nyata untuk semua parameter pertumbuhan vegetatif mulai umur 3 tahun pada jumlah daun, panjang pelepah, jumlah anak daun, panjang dan lebar anak daun, lebar petiole, tebal petiole, leaf area, PCS.
Nilai infeksi akar tertinggi umur 1 tahun setelah aplikasi mencapai 18% pada kategori sedang.
Pada blok diaplikasi mikoriza pencapaian produksi terjadi peningkatan lebih tinggi hingga 13% dibanding blok  tanpa aplikasi mikoriza.

Related Results

Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
RANCANG BANGUN PEMBIBITAN KELAPA SAWIT BERBASIS IOT(INTERNET OF THINGS)
Kelapa sawit adalah tanaman industri/ perkebunan yang diolah sebagai penghasil bahan baku minyak masak, minyak perseroan, maupun bahan bakar. Dalam pengembangan usaha budidaya tana...
Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Kinerja Perkebunan Kelapa di Indonesia
Dampak Ekspansi Kelapa Sawit terhadap Kinerja Perkebunan Kelapa di Indonesia
Perkembangan perkebunan kelapa sawit yang cepat dan dalam waktu yang relatif pendek diduga dapat menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya adalah konversi lahan perkebunan n...
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
AbstrakDi Indonesia Lahan gambut yang mempunyai sifat mudah rusak, pemanfaatannya harus berpedoman pada upaya pengembangan lahan berkelanjutan dengan konsep pembangunan yang “konst...
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
AbstrakDi Indonesia Lahan gambut yang mempunyai sifat mudah rusak, pemanfaatannya harus berpedoman pada upaya pengembangan lahan berkelanjutan dengan konsep pembangunan yang “konst...

Back to Top