Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH IRIGASI DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NANAS (Ananas comosus) DI DAERAH TROPIKA BASAH

View through CrossRef
Irigasi pada tanaman nanas sangat penting karena mempengaruhi pertumbuhan dan produksi terutama di daerah tropika basah, namun biaya untuk irigasi sangat mahal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh irigasi dan mulsa organik terhadap pertumbuhan tanaman nanas di daerah tropika basah. Penelitian dilakukan dengan rancangan perlakuan faktorial (5 x 2) dalam rancangan acak kelompok dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah lama irigasi (I) yang terdiri dari 5 lama irigasi yaitu tanpa irigasi (I0), diirigasi 1 bulan (I1), diirigasi 2 bulan (I2), diirigasi 3 bulan (I3), dan diirigasi 4 bulan (I4). Faktor yang kedua adalah dosis mulsa kulit singkong terdiri dari 2 taraf yaitu 0 t ha-1 (M0) dan 50 t ha-1 (M1). Data pertumbuhan tanaman dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Tinggi tanaman 6 BST perlakuan yang irigasi 4 bulan bermulsa dan tidak bermulsa tidak berbeda nyata, dengan tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan I4M1 yaitu 80,39 cm. Berat basah tanaman 4 BST yang irigasi 4 bulan bermulsa, irigasi 4 bulan tanpa mulsa dan irigasi 3 bulan bermulsa tidak berbeda nyata. Terjadi pemulihan keragaan tanaman terutama berat basah setelah memasuki musim hujan dimana kadar air tanah maksimum.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: PENGARUH IRIGASI DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NANAS (Ananas comosus) DI DAERAH TROPIKA BASAH
Description:
Irigasi pada tanaman nanas sangat penting karena mempengaruhi pertumbuhan dan produksi terutama di daerah tropika basah, namun biaya untuk irigasi sangat mahal.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh irigasi dan mulsa organik terhadap pertumbuhan tanaman nanas di daerah tropika basah.
Penelitian dilakukan dengan rancangan perlakuan faktorial (5 x 2) dalam rancangan acak kelompok dengan 3 kali ulangan.
Faktor pertama adalah lama irigasi (I) yang terdiri dari 5 lama irigasi yaitu tanpa irigasi (I0), diirigasi 1 bulan (I1), diirigasi 2 bulan (I2), diirigasi 3 bulan (I3), dan diirigasi 4 bulan (I4).
Faktor yang kedua adalah dosis mulsa kulit singkong terdiri dari 2 taraf yaitu 0 t ha-1 (M0) dan 50 t ha-1 (M1).
Data pertumbuhan tanaman dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.
Tinggi tanaman 6 BST perlakuan yang irigasi 4 bulan bermulsa dan tidak bermulsa tidak berbeda nyata, dengan tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan I4M1 yaitu 80,39 cm.
Berat basah tanaman 4 BST yang irigasi 4 bulan bermulsa, irigasi 4 bulan tanpa mulsa dan irigasi 3 bulan bermulsa tidak berbeda nyata.
 Terjadi pemulihan keragaan tanaman terutama berat basah setelah memasuki musim hujan dimana kadar air tanah maksimum.

Related Results

Pengaruh Pemberian Mulsa dan Irigasi pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. agregatum)
Pengaruh Pemberian Mulsa dan Irigasi pada Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. var. agregatum)
Ketersediaan air untuk tanaman dapat dipertahankan dengan pemberian irigasi dan penggunaan mulsa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan volume irigasi pada berbagai jenis muls...
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jenis dan Dosis Mulsa Organik Gulma Kirinyuh dan Nimba
Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jenis dan Dosis Mulsa Organik Gulma Kirinyuh dan Nimba
Abstrak. Penggunaan mulsa dapat mengurangi persaingan antara gulma dan tanaman utama dalam memperoleh air, unsur hara dan cahaya serta menjaga kelembaban dari evaporasi. Dengan ada...
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Kulit Nanas (Ananas Comosus L. Merr)
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Kulit Nanas (Ananas Comosus L. Merr)
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki potensi besar terhadap berbagai jenis tanaman dan buah-buahan, salah satunya adalah Nanas (Ananas comosus L. Merr). Kandungan flavon...
Pembuatan Cuka Nanas Bagi Guru Biologi Sebagai Materi Bioteknologi Bermuatan Lokal Di Kecamatan Pamboang
Pembuatan Cuka Nanas Bagi Guru Biologi Sebagai Materi Bioteknologi Bermuatan Lokal Di Kecamatan Pamboang
Salah satu sentra penghasil buah nanas di Sulawesi Barat adalah Sentra Desa Betteng Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Berdasarkan  bentuk dan warna, nenas asal Pamboang tidak ja...
Isolasi dan Karakterisasi Enzim Bromelain dari Bonggol dan Daging Buah Nanas (Ananas comosus)
Isolasi dan Karakterisasi Enzim Bromelain dari Bonggol dan Daging Buah Nanas (Ananas comosus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan memurnikan bromelain yang diekstrak dari bagian tanaman nanas (Ananas comosus) melalui metode fraksinasi menggunakan garam ammonium s...
VARIASI DOSIS MULSA ORGANIK AKASIA DAN KIRINYUH DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI: STUDI KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN GULMA
VARIASI DOSIS MULSA ORGANIK AKASIA DAN KIRINYUH DALAM MENGENDALIKAN GULMA PADA TANAMAN KEDELAI: STUDI KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN GULMA
Keberhasilan pengendalian gulma di pertanaman kedelai, selain di tentukan oleh jenis juga ditentukan dosis mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis mulsa o...

Back to Top