Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Resistensi Sehari-Hari: Perempuan Tionghoa Melawan Subalternitas dalam Cerpen “Ibuku Perempuan Mong Kap San” Karya Sunlie Thomas Alexander

View through CrossRef
"Ibuku Perempuan Mong Kap San" adalah cerita pendek yang ditulis oleh Sunlie Thomas Alexander, seorang penulis Tionghoa dari Pulau Bangka. Cerita pendek ini, yang diterbitkan dalam edisi 18 Februari 2018 surat kabar Jawa Pos, membahas subalternitas yang dialami oleh seorang wanita Tionghoa di Pulau Bangka. Untuk menguraikan hal ini, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan poskolonial, khususnya teori subaltern yang dikemukakan oleh Spivak dan teori perlawanan yang ditemukan oleh Scott. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa "Ibuku Perempuan Mong Kap San" menunjukkan subalternitas berlapis dari wanita Tionghoa yang diwakili oleh sosok Ibu. Subalternitas berlapis ini disebabkan oleh posisi Sosok Ibu yang berada di persimpangan ras, stratifikasi sosial, dan gender, yaitu sebagai keturunan Tionghoa, sebagai anggota kelompok Mong Kap San, dan sebagai seorang wanita. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa ada upaya perlawanan atau pertahanan yang dilakukan oleh Sosok Ibu terhadap superioritas, termasuk dengan mempertahankan kepercayaan, bahasa, dan masakan.
Title: Resistensi Sehari-Hari: Perempuan Tionghoa Melawan Subalternitas dalam Cerpen “Ibuku Perempuan Mong Kap San” Karya Sunlie Thomas Alexander
Description:
"Ibuku Perempuan Mong Kap San" adalah cerita pendek yang ditulis oleh Sunlie Thomas Alexander, seorang penulis Tionghoa dari Pulau Bangka.
Cerita pendek ini, yang diterbitkan dalam edisi 18 Februari 2018 surat kabar Jawa Pos, membahas subalternitas yang dialami oleh seorang wanita Tionghoa di Pulau Bangka.
Untuk menguraikan hal ini, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan poskolonial, khususnya teori subaltern yang dikemukakan oleh Spivak dan teori perlawanan yang ditemukan oleh Scott.
Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa "Ibuku Perempuan Mong Kap San" menunjukkan subalternitas berlapis dari wanita Tionghoa yang diwakili oleh sosok Ibu.
Subalternitas berlapis ini disebabkan oleh posisi Sosok Ibu yang berada di persimpangan ras, stratifikasi sosial, dan gender, yaitu sebagai keturunan Tionghoa, sebagai anggota kelompok Mong Kap San, dan sebagai seorang wanita.
Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa ada upaya perlawanan atau pertahanan yang dilakukan oleh Sosok Ibu terhadap superioritas, termasuk dengan mempertahankan kepercayaan, bahasa, dan masakan.

Related Results

Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada biologis. Seseorang bisa menjadi kurang atau lebih ‘feminim’ dan kurang atau lebih ‘maskulin’. Seorang la...
NILAI BUDAYA DASAR TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ANTARA IBUKU & IBUKU KARYA DESNI INTAN SURI
NILAI BUDAYA DASAR TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ANTARA IBUKU & IBUKU KARYA DESNI INTAN SURI
The purpose of this article is to describe the basic cultural values ​​that include love, beauty, suffering, justice, philosophy of life, responsibility, anxiety, and expectations ...
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
Keberadaan Kelenteng Ban Eng Bio yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk Tionghoa dan non Tionghoa yang berbeda agama banyak membawa pengaruh. Salah satunya adalah dalam ...
ETNIS TIONGHOA LANGSA
ETNIS TIONGHOA LANGSA
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan salah satu organisasi masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Langsa. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini...
Kasultanan Demak
Kasultanan Demak
Tionghoa Muslim memainkan peran penting dalam perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Beberapa kajian ilmiah tentang kehidupan sosial Tionghoa telah dilakukan. Khususny...
Nasionalisme Etnis Tionghoa Di Kota Banda Aceh
Nasionalisme Etnis Tionghoa Di Kota Banda Aceh
Banda Aceh ialah Ibukota Provinsi Aceh yang paling banyak di tinggali oleh masyarakat Etnis Tionghoa. Sebagai daerah yang strategi dari zaman dahulu, Banda Aceh menjadi pusat perek...
KETIDAKADILAN GENDER DALAM JANGAN PULANG JIKA KAMU PEREMPUAN KARYA RIYANA RIZKI
KETIDAKADILAN GENDER DALAM JANGAN PULANG JIKA KAMU PEREMPUAN KARYA RIYANA RIZKI
Ketidakadilan gender merupakan produk dari adanya kuasa dan budaya patriarki dalam kehidupan bermasyarakat. Ketidakadilan gender ini juga tercermin dalam karya sastra, karya sastra...
TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN KUCING MATI KARYA AGUS FAHRI HUSEIN
TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN KUCING MATI KARYA AGUS FAHRI HUSEIN
ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini adalah tentang tokoh perempuan dan watak tokoh perempuan dalam cerita pendek berjudul “Kucing Mati” karya Agus Fahri Husein yang dimuat dala...

Back to Top